Diduga Diintimidasi, Kepsek SMAN 7 Laporkan Oknum Polisi

Kepala Sekolah SMAN 7 Palembang Nyimas Yasmin (1)
MELAPOR – Kepala Sekolah SMAN 7 Palembang Nyimas Yasmin saat melapor di Mapolda Sumsel. (foto-dedy/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Puluhan guru dan sejumlah anggota serta pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Palembang, Senin (17/10/2016) memenuhi ruangan SPKT Mapolda Sumsel.

Kedatangan mereka untuk mengawal Kepala Sekolah (Kepsek) SMAN 7 Palembang, Nyimas Yasmin (55), melaporkan oknum polisi berinisial Aiptu ‘MY’ yang bertugas di Sarpras Polda Sumsel ke Bid Propam Polda Sumsel. ‘MY’ dilaporkan diduga telah mengitimidasi guru di SMAN 7 karena anaknya berinisal ‘AB’ tidak naik kelas.

Kepala Sekolah SMAN 7 Palembang Nyimas Yasmin mengatakan, dirinya datang ke Polda Sumsel untuk melaporkan oknum polisi Aiptu ‘MY’ yang merupakan orang tua dari murid ‘AB’, yang diduga telah melakukan intimidasi terhadap empat guru di SMAN 7 Palembang.

“Permasalahan ini berawal saat terjadi pencurian helm di sekolah dan terekam CCTV. Dalam rekaman tersebut, ‘AB’ anak terlapor diduga terlibat pencurian. Namun permasalahan ini kala itu telah kami selesaikan secara baik-baik tapi disaat anak terlapor tidak naik kelas. Tiba-tiba terlapor datang, diduga  mengintimidasi empat guru kami dan melaporkan guru kami tersebut ke Polda Sumsel atas tudingan, jika anak terlapor tindak naik kelas diduga gara-gara didiskriminasi guru karena mencuri helem itu. Padahal, anaknya tidak naik kelas karena nilainya tidak memenuhi standar,” ungkapnya.

Dijelaskan Nyimas Yasmin, dugaan intimidasi dilakukan terlapor dengan cara memaksakan kehendak meminta rekaman CCTV, serta diduga memaksa guru membuat surat pernyataan jika anak terlapor tak terlibat dalam aksi pencurian helm.

“Dugaan intimidasi dilakukan terlapor karena terlapor mengkaitkan tidak naik kelas anaknya dengan kejadian pencurian helm itu tapi itu tidaklah benar. Dari itu hari ini (kemarin) kami melaporkan ‘MY’ ke Bid Propam Polda Sumsel, kami minta kepada Polda Sumsel agar laporan kami ditindaklanjuti,” tutupnya.

Wakil Ketua PGRI Palembang Moses Ahmad mengungkapkan, ada puluhan guru se Kota Palembang dan pengurus PGRI Palembang yang ikut datang ke Mapolda Sumsel mengawal dan mendampingi Kepala Sekolah SMAN 7 Palembang Nyimas Yasmin untuk melaporkan ‘MY’.

Baca Juga :   Darlis Ditemukan Tewas di Depan Stasiun Kereta Api

“Ini merupakan bentuk solidaritas kami sesama guru di Palembang. Kami yang datang ke Polda Sumsel ini baru sebagian, karena di belakang kami masih ada 8 ribu guru di Kota Palembang. Kami harap laporan Kepala Sekolah SMAN 7 Palembang Nyimas Yasmin yang  melaporkan ‘MY’ atas dugaan intimidasi ini dapat segera ditindaklanjuti dan diproses Polda Sumsel,” tegas Moses Ahmad.

Kabid Propam Polda Sumsel, Kombes Pol Hendro Wahyudi melalui Kasubid Provos, AKBP Fachruddin J mengungkapkan, laporan Kepala Sekolah SMAN 7 Palembang Nyimas Yasmin telah diterima dan akan ditindaklanjuti dengan pemeriksaan saksi-saksi.

“Laporan korban dengan Nomor: STPL/125/X/2016/Yanduan telah kita terima. Terlapornya, Aiptu ‘MY’ oknum anggota polisi yang bertugas di Sarpras Polda Sumsel. Terlapor ‘MY’ dilaporkan tentang disiplin kode etik kepolisian atas dugaan intimidasi, dimana dari keterangan korban yang telah diambil diduga kejadiannya terjadi, 28 Mei 2016 lalu pukul 09.00 WIB di SMAN 7 Palembang. Dengan telah diterimanya laporan korban maka selanjutnya kita akan memeriksa saksi-saksi untuk mengetahui kebenaran laporan tersebut,” ungkapnya.

Di tempat terpisah, Aiptu ‘MY’ mengungkapkan, jika sebelumnya memang dirinya telah melaporkan empat oknum guru SMAN 7 Palembang, karena diduga telah melakukan diskriminasi dan munuding anaknya ‘AB’ melakukan pencurian helm. Sehingga mengakibatkan anaknya tidak naik kelas dan pindah sekolah karena malu.

“Kalau Kepala Sekolah SMAN 7 Palembang melaporkan saya itu hak dia. Tapi untuk diketahui, Kepala Sekolah itu tak tahu apa-apa hanya percaya dengan guru yang merupakan bawahannya saja. Anak saya ini korban, bahkan anak saya tidak naik kelas karena dituduh maling helm. Sebagai orang tua tentunya saya akan melakukan upaya hukum untuk anak saya. Dari itu sebelum saya dilaporkan, saya telah lebih dulu melaporkan oknum empat guru di sekolah itu ke Polda Sumsel,” terangnya.

Baca Juga :   Pengedar Sabu Ditangkap Usai Tabrak Pengendara Motor Hingga Tewas

Sedangkan untuk rekaman CCTV, lanjut Aiptu ‘MY’, dirinya sudah melihat rekaman tersebut. Dimana dalam rekaman CCTV anaknya tidak melakukan pencurian helm melainkan memergoki pencuri helm, lalu meminta agar pencuri tersebut tidak melakukannya dan mengembalikan helm tersebut.

“Dalam rekaman CCTV itu anak saya sambil menunjuk arah ke CCTV agar pencuri helm yang taklain oknum siswa di sekolah tersebut mengembalikannya. Tapi mengapa, pihak sekolah menuduh anak saya terlibat dalam pencurian. Dari itu belum lama ini saya juga telah melapor ke polda Sumsel terkait diskriminasi yang diduga dilakukan oknum guru terhadap anak saya,” punkasnya.

Sementara Kasubdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Sumsel AKBP Faisol Majid membenarkan, jika sebelumnya Aiptu ‘MY’ telah melaporkan empat oknum guru SMAN 7 Palembang ke Polda Sumsel.

“Kalau laporan Aiptu ‘MY’ memang saat ini kita yang sedang menyelidikinya. Sedangkan untuk laporan yang dibuat Kepala Sekolah SMAN 7 Palembang itu Bid Propam yang menanganinya. Untuk laporan
yang dibuat Aiptu ‘MY’, sampai saat ini kita baru memeriksa sekitar tiga saksi dari guru di SMA tersebut. Jadi penyelidikanya masih terus kita lakukan, dan ke depan kita akan kembali memeriksa saksi-saksi lainnya,” tutup AKBP Faisol Majid. (ded)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Decky Canser

Avatar

Lihat Juga

Polri Tetapkan Delapan Tersangka Kasus Kebakaran Kejaksaan Agung

Jakarta, KoranSN Tim penyidik gabungan Polri menetapkan delapan orang tersangka, dalam kasus kebakaran Gedung Utama …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.