1 Tahun 6 Bulan Buron, Fino Akhirnya Diringkus

Kapolres OKI saat menginterogasi tersangka. (foto-maniso/koransn.com)

Kayuagung, KoranSN

Jefriyansyah alias Fino (21), bujangan yang tinggal di Desa Pulau Layang Kecamatan Pampangan Kabupaten OKI akhirnya diringkus jajaran Satreskrim Polres OKI dan Polsek Pampangan, Minggu (30/7/2017) sore di Desa Tirta Mulya Kecamatan Pulau Rimau Kabupaten Banyuasin.

Ia ditangkap polisi di tempat persembunyiannya itu karena terlibat kasus pembunuhan terhadap seorang teman sekampungnya yang terjadi akhir Januari 2016 lalu. Setelah itu, tersangka buron dalam kurun waktu 1 tahun 6 bulan sebelum akhirnya tertangkap.

Melawan petugas yang hendak menangkap, tersangka harus menerima tembakan pistol polisi yang mengenai betis kaki kanan. Kini tersangka dibawa ke Mapolres OKI dan terancam dengan pasal 338 KUHP atau pembunuhan terhadap korban Rinal (18) warga Desa Pulau Layang.

Informasi yang dihimpun dari kepolisian menyebutkan, pembunuhan itu terjadi 29 Januari 2016 di kebun pisang Desa Pulau Layang. Bermula saat tersangka menagih hutang uang dengan korban Rp 50 ribu. Namun korban marah karena sebelumnya mereka telah mendapatkan uang dari hasil gadaian motor dan dinikmati bersama.

Baca Juga :   Bawa Kabur Anak Dibawah Umur, Pria Beristeri Dibekuk

Korban yang marah lalu memukul tersangka dan melemparnya dengan kayu. Tersangka lalu emosi dan membalas memukul korban dengan besi serta menusuk dengan pisau dan obeng. “Jenazah korban lalu diseret ke bawah pohon dan ditutupi dengan daun. Tersangka juga sempat membawa kabur motor Jupiter milik korban,”ungkap Kapolres OKI AKBP Ade Harianto didampingi Kapolsek Pampangan AKP Ahmad Bakri, Senin (31/7/2017).

Lanjut dia, setelah dilakukan penyelidikan diketahui tersangka berada di Pulau Rimau jadi langsung dilakukan pengejaran. “Tersangka kita jerat pasal berlapis 338 dan 365 KUHPidana karena mengambil motor korban,” tegasnya.

Baca Juga :   Ditabrak Mobil, Kawanan Jambret di Rajawali Nyaris Tewas Diamuk Warga

Sementara itu, tersangka mengaku kesal karena korban memukulnya saat ia menagih hutang. Selama buron, bujangan ini mengaku bekerja sebagai buruh di perkebunan sawit yang ada di Pulau Rimau. “Aku kabur ke Pulau Rimau karena takut ditangkap. Di sana aku kerja di kebun sawit,”ucap tersangka. (iso)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

KPK Temukan Rp 4 Miliar dari Penggeledahan Rumah Dinas Edhy Prabowo

Jakarta, KoranSN Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan uang sekitar Rp 4 miliar dari penggeledahan rumah …