10 Tersangka Pengrusakan Gereja di Ogan Ilir Ditangkap Polda Sumsel

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara. (Foto-Dok/Dedy/Koransn)

Palembang, KoranSN

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara, Selasa (20/3/2018) mengungkapkan, jika pihak kepolisian saat ini telah menangkap 10 tersangka pengrusakan Kapel atau Gereja Santo Zakaria di Dusun II Desa Mekar Sari Kecamatan Rantau Alai Kabupaten Ogan Ilir (OI).

Menurut Kapolda, ke 10 tersangka ini merupakan semua tersangka yang terlibat dalam kasus pengrusakan Kapel atau Gereja Santo Zakaria. Adapun ke 10 tersangka tersebut yakni; ‘AS’ (oknum Kades), ‘AF’ (oknum kepala sekolah), ‘AN’, ‘Y’, ‘F’, ‘WA’, ‘WT’,’IR’, ‘WC’ dan ‘MA’.

“Dari 10 tersangka ini, tersangka ‘IR’, WC dan ‘MA’ yang baru ditangkap pada Selasa dini hari (20/3/2018). Sementara untuk oknum Kades ‘AS’ dan oknum Kepala Sekolah ‘AF’ serta tersangka lainnya telah lebih dulu kami tangkap pada hari-hari sebelumnya,” kata Kapolda.

Masih dikatakan Kapolda, dengan telah tertangkapnya 10 tersangka tersebut maka dalam kasus ini tidak ada lagi pelaku pengrusakan Kapel atau Gereja Santo Zakaria yang belum tertangkap.

“Jadi, saat ini semua tersangka telah kami tangkap, baik oknum Kades dan oknum Kepala Sekolah yang menjadi otak pengrusakan, maupun para tersangka yang melakukan pengrusakan. Kini para tersangka telah kami amankan di Mapolda Sumsel guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ujarnya.

Baca Juga :   Nenek Jaharia Ditemukan Tewas Mengapung di Sungai Desa Canggu

Lebih jauh dikatakan Kapolda, dalam kasus ini oknum Kades ‘AS’ dan oknum Kepala Sekolah ‘AF’, keduanya telah resmi ditetapkan menjadi tersangka oleh Polda Sumsel. Penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik melakukan pemeriksaan kepada keduanya usai dilakukan penangkapan, Senin kemarin (19/3/2018).

“Untuk ‘AS’ dan ‘AF’ sudah kami tetapkan sebagai tersangka dalam kasus pengrusakan Kapel atau Gereja Santo Zakaria di Ogan Ilir dan Keduanya (‘AS’ dan ‘AF’) masih diperiksa atau di BAP oleh penyidik. Bahkan dalam pemeriksaan yang telah dilakukan, kedua tersangka mengakui perbuatannya dan mereka menyesali perbuatan yang telah dilakukan oleh mereka,” ungkap Kapolda.

Lanjut Kapolda, dalam kasus ini tersangka ‘AS’ dan ‘AF’ bersamatersangka lainnya dijerat dengan pasal berlapis dan komulatif, diantaranya Pasal 170 KUHP dengan ancaman pidananya yakni 12 tahun kurungan penjara.

Baca Juga :   23 Penjahat Jalanan Ditembak Mati Polisi

“Tersangka ‘AS’ dan ‘AF’ kan menyuruh tersangka lainnya dengan cara memberikan sejumlah uang agar melakukan pengrusakan Kapel atau Gereja Santo Zakaria. Jadi dalam konstruksi hukumnya, orang yang menyuruh orang lain untuk melakukan perbuatan pidana, maka pasal yang diterapkan sama saja dengan pelakunya. Dari itulah ‘AS’ dan ‘AF’ kami terapkan pasal yang sama dengan tersangka lainnya,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengatakan, oknum Kades ‘AS’ dan oknum Kepala Sekolah ‘AF’ tersebut bertugas di kawasan Kecamatan Rantau Alai Ogan Ilir. Keduanya ditangkap hasil dari penyelidikan anggota kepolisian terkait kasus pengrusakan Kapel Santo Zakaria.

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

KPK Perpanjang Penahanan Tersangka Edhy Prabowo

Jakarta, KoranSN Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperpanjang masa penahanan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy …