Home / Headline / 107 Rumah di Sungki Kertapati Terbakar, 532 Jiwa Kehilangan Tempat Tinggal

107 Rumah di Sungki Kertapati Terbakar, 532 Jiwa Kehilangan Tempat Tinggal

Kebakaran menghanguskan 107 rumah terjadi di Lorong Santai Sungki Kelurahan Ogan Baru Kertapati Palembang. Tampak, petugas PBK dan warga memadamkan api yang membakar rumah warga. (foto-ferdinand/koransn)

Palembang, KoranSN

Kebakaran hebat, Rabu (11/7/2019) sekitar pukul 09.30 WIB terjadi di pemukiman rapat penduduk di Jalan Ki Kemas Rindo Lorong Santai RT 25, RT 26, RT 27 dan RT 28 RW 05 Kelurahan Ogan Baru Kecamatan Ketapati Palembang. Atas kejadian tersebut, sebanyak 107 unit rumah warga yang mayoritas terbuat dari kayu habis terbakar.

Kabid Penanggulangan Penanganan Kedaruratan BPBD Provinsi Sumsel, Ansori mengatakan, dari pendataan yang dilakukan pihaknya ada 107 rumah warga yang terbakar di kawasan pemukiman warga di Kelurahan Ogan Baru Sungki Palembang tersebut.

“Akibat kebakaran yang terjadi membuat 131 Kepala Keluaraga (KK) dengan jumlah 532 jiwa kehilangan tempat tinggal. Sedangkan untuk dugaan kebakaran yang terjadi, diduga akibat kompor di salah satu rumah warga meledak,” ungkapnya.

Sementara, Kapolsek Kertapati Palembang, AKP Polin Eterna Agustinus Pakpahan mengatakan, kebakaran tersebut terjadi bermula saat api muncul pertama kali di rumah milik korban Asmawati (50). Kemudian api dengan cepat membesar lalu menyambar rumah lainnya yang ada di kawasan tersebut.

“Kalau asal api dan penyebabnya masih diselidiki. Namun api tersebut terlihat oleh warga pertama kali di rumah milik korban Asmawati. Kemudian api membesar lalu menyambar rumah warga lainnya,” ungkapnya.

Masih dikatakan Kapolsek, pihaknya mendapat informasi terjadinya kebakaran tersebut setelah menerima laporan dari masyarakat yang kemudian dirinya dan anggotanya dari Polsek Kertapati langsung mendatangi lokasi.

Baca Juga :   Hadapi MEA Tingkatkan Kualitas SDM, Darmawan: Jangan Cepat Puas

“Saat mendapat laporan warga kami langsung mendatangi TKP. Sementara untuk api yang membakar rumah para korban berhasil dipadamkan sekitar pukul 12.30 WIB setelah Petugas Pemadam Kebakaran Kota Palembang dengan mengerahkan 15 unit mobil pemadaman kebakaran bersama warga bahu-membahu memadamkan api,” jelasnya.

Lanjut Kapolsek, dari kejadian kebakaran tersebut tidak ada korban jiwa, namun rumah warga beserta isinya habis terbakar.

“Kalau untuk kerugian materi para korban belum dapat diperkirakan. Dan kini kami masih melakukan penyelidikan terkait kejadian kebakaran tersebut,” tandas Kapolsek.

Ditempat yang sama, Camat Kertapati Palembang, Dwi Yudiansyah mengungkapkan, setelah mendapat informasi adanya kebakaran rumah warga, dirinya selaku Camat langsung mendatangi lokasi.

“Untuk jumlah rumah warga yang terbakar ada sekitar 100 lebih rumah dan kami masih melakukan pendataan terhadap para korban. Bahkan dari para korban yang rumahnya terbakar ini, juga terdapat Ketua RT,” ujarnya.
Masih dikatakan Camat, atas kejadian ini tidak ada korban jiwa, dan di lokasi sudah ada pihak dari Dinas Sosial melakukan pendataan para korban.

“Di lokasi kebakaran ini jumlah para korban yang rumahnya terbakar cukup banyak, untuk itu nanti para korban akan mendapatkan bantuan dari pemerintah,” ungkapnya.

Pantauan di lapangan, asap sisa kebakaran masih terlihat jelas di sekitaran lokasi usai api berhasil dipadamkan oleh petugas Pemadam Kebakaran Kota Palembang bersama warga. Kemudian di lokasi kejadian terlihat sejumlah korban yang rumahnya terbakar shock dan menangis. Selain itu, juga tampak para korban yang rumahnya terbakar mengais-ngais di reruntuhan bangunan rumah mereka yang telah menjadi arang.

Baca Juga :   Ratusan Truk Batubara Dipaksa 'Balik Kandang'

Saimah (45), warga yang rumahnya terbakar mengatakan, awalnya api membakar salah satu rumah warga kemudian api dengan cepat membesar lalu membakar rumah warga lainnya, termasuk rumahnya.

“Di lokasi ini padat penduduk dan mayoritas rumah di sini terbuat dari kayu. Dari itulah saat kebakaran terjadi api dengan cepat membesar lalu menyambar ke rumah lainnya dan juga rumah saya,” katanya.

Diungkapkannya, kebakaran diketahuinya setelah dirinya yang sedang berada di dalam rumah mendengar warga berteriak kebakaran.

“Saat saya keluar rumah, saya melihat api sudah menyambar ke rumah saya dan apinya sangat besar. Sehingga kami tidak dapat menyelamatkan barang-barang yang ada di dalam rumah,” jelasnya.

Lanjutnya, informasi yang didapatnya dari warga lainnya diduga api pertama kali muncul dari rumah salah satu warga.

“Informasinya ada kompor di rumah warga yang meledak lalu api membakar rumah tersebut yang kemudian menyambar rumah lainnya,” pungkasnya.

Kasim (52), warga setempat yang juga saksi mata mengungkapkan, ketika kejadian warga yang panik melihat api langsung menyelamatkan barang-barang dari rumah masing-masing.

“Awalnya satu rumah yang terbakar kemudian api membesar dan menyambar ke rumah-rumah warga lainnya,” katanya.
Sedangkan Wahyu (20), yang juga warga setempat mengatakan, karena di lokasi merupakan pemukim padat

penduduk maka api yang besar dengan cepat menyambar rumah warga lainnya.

“Saat kejadian apinya sangat besar, lalu api merambat dari satu ke rumah ke rumah lainnya hingga mengakibatkan rumah yang ada di lokasi banyak terbakar,” ujarnya. (ded)

Konser Westlife di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

50 Gembong Narkoba di Sumsel Dipindahkan ke Nusakambangan

Palembang, KoranSN Sebanyak 50 Narapidana (Napi) gembong Narkoba, yang diantaranya divonis pidana mati dan dihukum …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.