16 Merek Beras Diperiksa

KENAIKAN HARGA BERAS - sejumlah pedagang beras di ps.Anyar Tangerang, Banten.(1/12). mengalami kenaikan harga beras dari Rp.5.200 sampai 5.700. upaya perum Bulog dalam menstabilkan harga beras belum terlihat di sejumlah pasar wilayah Tangerang. MI/JHONI KRISTIAN.
Beras

Palembang, SN
Sebanyak 16 jenis merek beras yang sering dikonsumsi masyarakat dan beredar di pasar-pasar tradisional diperiksa oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumsel dengan cara mengambil ke-16 sampel beras tersebut. Hal itu dilakukan seiring dengan dugaan ditemukannya beras plastik yang saat ini tengah meresahkan masyarakat. Hal itu dikatakan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumsel, Permana,kemarin.

Dijelaskannya, merek-merek beras yang diuji seperti broke, selincah, BCD, Koki, Gitan, Arjuna, Koki Ramos dan Patin. Setelah dilakukan tes hasil yang didapat negatif, salah satu cara pengujian beras tersebut dengan cara merendamnya di air di laboratorium dengan skala waktu tertentu, secara kasat mata, sampel-sampel beras tersebut merupakan asli beras layak konsumsi.

Baca Juga :   Yamaha MT-15 Raih Penghargaan Bike of The Year

Dikatakannya, oknum yang melakukan praktek produksi beras sintetis sangat merugikan diri sendiri dan orang lain. Selain dapat merugikan produsen juga dapat merusak kualitas itu sendiri.

Sementara itu untuk mengantisipasi timbulnya gejolak menjelang bulan ramadan ia menghimbau, masyarakat tidak terpancing isu-isu negatif dan tetap waspada terhadap arus barang-barang, baik yang diimpor maupun barang-barang yang sudah beredar. (ima)

Bagikan :

Publisher : Ferdin Ferdin

Avatar
Pewarta Harian Suara Nusantara, www.koransn.com, Mingguan Suara Negeriku.

Lihat Juga

Ketua MPR: Jangan Terbuai Prediksi RI Akan jadi Kekuatan Ekonomi Dunia

Jakarta, KoranSN Ketua MPR RI Bambang Soesatyo meminta pemerintah tidak terbuai dengan prediksi yang menyebut …

Satu Komentar

  1. Avatar

    ya terpenting beras utk konsumsi masyarakat itu, bukan beras plastik dan kandungan pengawet ( formalin) pd beras yg berlebihan, ini menjadi perhatian badam POM, dan institusi terkait….!!!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.