Home / Headline / 2 Eksekutor Pembunuh Driver Taksi Online Sofyan Divonis Mati

2 Eksekutor Pembunuh Driver Taksi Online Sofyan Divonis Mati


Kejaksaan Tinggi Provinsi Sumatera Selatan
Terdakwa Acun dan Ridwan usai menjalani sidang di PN Palembang. ( foto-dedy/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Palembang, Rabu (14/4/2019) menjatuhkan vonis pidana mati kepada terdakwa Acuandra alias Acun (22) dan Ridwan alias Rido (44), yang keduanya merupakan eksekutor perampokan dan pembunuhan sadis driver taksi online Sofyan (43).

Dalam vonisnya, Majelis Hakum yang diketuai Bagus Irawan SH MH dengan Hakim Anggota Abu Hanafiah SH MH dan Amizon SH MH mengatakan, berdasarkan fakta persidangan dan keterangan saksi-saksi terungkap jika perampokan dan pembunuhan yang dilakukan terdakwa Acun dan Ridwan dilakukan bersama terpidana anak laki-laki di bawah umur berusia 17 tahun, yang belum lama telah divonis serta bersama pelaku Akbar Alfaris yang belum tertangkap pihak kepolisian atau DPO.

“Perampokan dan pembunuhan korban telah direncanakan, dari itulah kedua terdakwa dijerat Pasal 340 KUHP. Maka dengan itu, kami Majelis Hakim mengadili terdakwa Acuandra alias Acun dan terdakwa Ridwan alias Rido dengan vonis hukuman pidana mati,” tegas Ketua Majelis Hakim, Bagus Irawan SH MH.

Masih dikatakannya, dengan dijatuhkan vonis pidana mati tersebut kedua terdakwa diberikan waktu selama 14 hari untuk menyatakan sikap menerima atau banding.

“Untuk terdakwa Acuandra alias Acun dan terdakwa Ridwan alias Rido, silahkan berkoordinasi kepada kuasa hukum untuk menyatakan sikap dengan waktu 14 hari dari sekarang,” ujar Hakim.

Dijelaskan Hakim, vonis pidana mati kedua terdakwa dijatuhkan pihaknya selaku Majelis Hakim setelah sebelumnya mendengarkan keterangan dari para saksi yang juga dikuatkan dengan barang bukti yang dihadirkan Jaksa Penutut Umum (JPU) dalam sidang. Dimana awalnya empat pelaku, yakni kedua terdakwa bersama terpidana anak di bawah umur dan pelaku Akbar Alfaris (DPO) berangkat dari Muratara menuju Palembang dengan menumpangi truk, yang kemudian para pelaku melanjutkan perjalanan menggunakan bus.

Baca Juga :   Curi Besi Buruh Proyek Ditangkap

“Setiba di Palembang keempat pelaku menginap di salah satu kosan yang berada di kawasan Balayuda Palembang. Saat berada di kosan tersebutlah pelaku Akbar Alfaris mengajak melakukan perampokan dan pembunuhan, bahkan Akbar juga merencanakan dan membagi peran kepada masing-masing pelaku untuk membunuh korban,” katanya.

Diungkapkan Hakim, kesokan harinya barulah para pelaku mulai melancarkan aksinya dengan mencari target di pinggir jalan di kawasan KM 5 Palembang.

“Saat mencari target inilah pelaku Akbar Alfaris bertemu dengan saksi Fitri dan saksi Laila yang sedang menunggung Angkot di pinggir jalan. Kemudian pelaku Akbar pura-pura meminta tolong kepada saksi Fitri agar dipesankan taksi online menggunakan aplikasi di handphone milik saksi dengan alasan, hendak mengejar travel untuk pulang ke Lubuklinggau. Kedua saksi yang tidak kenal dengan pelaku Akbar lalu memesankan taksi online hingga orderan diterima oleh korban Sofyan,” jelasnya.

Masih diungkapkan Hakim, pada orderan pengantaran tersebut pelaku meminta diantarkan dari kawasan Km 5 menuju kawasan simpang bandara. Usai saksi Fitri memesankan taksi online, kemudian korban menelphone lalu dijelaskan oleh saksi Fitri jika yang memesan taksi online bukan dirinya namun orang lain, yakni Akbar Alfaris.

“Setelah itu saksi Fitri mengirimkan nomor handphone pelaku Akbar ke whatsapp korban Sofyan, selanjutnya saksi Fitri dan temannya saksi Laila naik Angkot meninggalkan lokasi untuk pulang ke rumah. Tak lama kemudian, datanglah korban Sofyan menjamput pelaku Akbar, yang ternyata ketika itu di lokasi penjemputan juga ada terdakwa Acuandra alias Acun dan terdakwa Ridwan serta terpidana anak di bawah umur. Kemudian keempat pelaku naik ke dalam mobil korban untuk diantarkan korban ke kawasan simpang bandara,” ungkapnya.

Lebih jauh diungkapkan Hakim, ketika di dalam mobil pelaku Akbar mengirimkan SMS ke handphone terdakwa Ridwan yang pesannya memberitahu jika korban Sofyan adalah target yang akan dirampok dan dibunuh.

Baca Juga :   6 Kawasan Rawan Kebakaran

“Bukan hanya itu, untuk mematangkan perencanaan tersebut, Akbar lalu meminta korban menghentikan mobil di pinggir jalan dengan alasan sebentar mau menemui temannya. Disaat korban menghentikan mobil, para pelaku turun dan ketika itulah Akbar menyampaikan jika korban adalah target yang hendak dirampok. Selain itu, Akbar juga kembali membagi peran kepada Acun, Akbar dan terpidana anak di bawah saat akan membunuh korban,” paparnya.

Lanjut Hakim, setelah itu para pelaku kembali naik ke dalam mobil korban kemudian melanjutkan perjalanan menuju simpang bandara. Setiba di lokasi tujuan, korban menghentikan mobil di pinggir jalan, dan saat itulah terdakwa Acun mencekik leher korban menggunakan lengannya dari belakang lalu menarik korban ke jok tengah mobil.

“Saat menarik tubuh korban, Acun juga dibantu oleh terdakwa Ridwan dan terpidana anak di bawah umur. Usai ditarik ke jok kemudian korban dijatuhkan ke lantai mobil, dan saat itulah Acun dan terpidana anak mencekik leher belakang korban, lalu pelaku akbar memegang dan menahan tubuh korban. Sedangkan terdakwa Ridwan, berperan menginjak kepala korban hingga korban meninggal dunia. Usai korban tewas, selanjutnya para pelaku membuang jenazah korban ke kawasan Muratara,” terangkanya.

Lebih jauh dijelaskan Hakim, untuk itulah dalam kasus para pelaku telah merencanakan perampokan dan pembunuhan korban.

“Sehingga kami mengadili terdakwa Acun dan Ridwan dengan hukuman pidana mati,” tandas Hakim.
Pantauan di lapangan, usai mendengarkan vonis mati yang dibacakan hakim, tampak terdakwa Acun menangis meneteskan air mata. Sembari berjalan ke luar ruang sidang, dengan mata merah Acun tidak memberikan komentar kepada sejumlah wartawan.

Sementara terdakwa Ridwan, sambil berjalan ke luar ruang sidang dengan tongkat di tangannya mengatakan, jika ia tidak terima dengan vonis dari majelis hakim.

“Saya tidak terima,” ujar Ridwan sembari menggelengkan kepala lalu berjalan dengan pengawalan pihak kejaksaan dan kepolisian. (ded)

Hotel Grand Inna Palembang

Wujudkan Milenial Cinta Tertib Lalu Lintas Berkeselamatan Menuju Indonesia Gemilang

Publisher : Awid Durrohman

Avatar

Lihat Juga

Penjual Judi Togel di Lubuklinggau Divonis 1 Tahun 6 Bulan

Lubuklinggau, KoranSN Majelis Hakim Pengadilan Negeri Lubuklinggau yang diketuai Fedinaldo H Bonodikun didampingi anggota hakim …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.