Penyerahan Dokumen Syarat Minimal Dukungan Pasangan Calon Perseorangan Dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir Tahun 2020
Home / Foto / 2 Jam Mudai Madang Dicecar Jaksa Penyidik Kejati Sumsel

2 Jam Mudai Madang Dicecar Jaksa Penyidik Kejati Sumsel

Gedung Kejati Sumsel jalan Gubernur H Bastari Jakabaring Palembang, Senin (14/10/201,). (foto-ferdinand/ koransn)

Palembang, KoranSN

Jaksa Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Sumsel, Senin (14/10/2019) memeriksa Mudai Madang sebagai saksi dalam dugaan kasus korupsi jual beli gas PT Perusahaan Daerah Pertambangan dan Energi (PDPDE), yang merupakan perusahaan BUMD milik Pemprov Sumsel.

Dalam pemeriksaan tersebut, Mudai Madang dicecar pertanyaan selama dua jam oleh Jaksa Penyidik Pidsus Kejati Sumsel.

Informasi yang dihimpun, Mudai Madang datang ke Kejati Sumsel untuk menjalani pemeriksaan melalui pintu belakang, yang dari pantauan di lapangan jika sejak pagi pintu tersebut terlihat terkunci. Begitupun usai diperiksa, Mudai Madang meninggalkan Gedung Kejati juga melalui pintu belakang.

Kasi Penerangan dan Hukum (Penkum) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumsel, Khaidirman membenarkan jika Jaksa Penyidik Pidsus Kejati Sumsel melakukan pemeriksaan Mudai Madang sebagai saksi dalam dugaan kasus korupsi jual beli gas PT PDPDE hingga mengakibatkan terjadinya dugaan kerugian negara.

“Mudai Madang diperiksa sebagai saksi selama 2 jam, yakni dari pukul 01.30 WIB hingga pukul 03.30. Dalam pemeriksaan tersebut ada 20 pertanyaan yang diajukan jaksa penyidik kepada yang bersangkutan,” ungkapnya.

Dijelaskannya, dugaan kasus ini terjadi bermula saat PT DKLN perusahaan milik Mudai Madang menjalin kerja sama dengan PT PDPDE terkait jual beli gas bumi. Dalam kerjasama tersebut, PT DKLN dan PT PDPDE membentuk perusahaan konsorsium yakni bernama PT PDPDE Gas.

Baca Juga :   Arus Mudik Perairan di Pelabuhan Bombaru Meningkat 2,55 Persen

“Perusahaan konsorsium PT PDPDE Gas yang dibentuk inilah dijadikan sebagai perusahaan yang melakukan aktivitas jual beli gas bumi. Dimana dalam pelaksanaan jual beli gas tersebut ternyata dilakukan tidak sesuai ketentuan hingga PT PDPDE yang merupakan BUMD Pemprov Sumsel diduga mengalami kerugian negara,” ujarnya.

Masih dikatakannya, sedangkan untuk dugaan kerugian negara yang terjadi dalam dugaan kasus tersebut kini masih diaudit oleh BPK RI.

“Jadi sejauh ini dugaan kerugian negaranya masih diaudit,” katanya.

Lebih jauh dikatakannya, jika proses hukum dugaan kasus korupsi jual beli gas PT PDPDE tersebut saat ini sudah naik ke tahap penyidikan.

“Naiknya status dari penyelidikan ke penyidikan terhitung sejak 25 September 2019 kemarin. Namun walaupun dugaan kasus ini sudah naik ke tingkat penyidikan, tetapi untuk tersangkanya belum ada yang ditetapkan. Hal ini karena Jaksa Penyidik masih melakukan pemeriksaan saksi-saksi guna mencari siapa yang bertangungjawab dalam dugaan kasus ini. Sebab pihak yang bertangungjawab inilah nantinya akan ditetapkan sebagai tersangkanya,” paparnya.

Dilanjutkannya, karena belum ada tersangka yang ditetapkan tersebut maka Jaksa Penyidik Kejati Sumsel melakukan pemeriksaan saksi-saksi seperti pemeriksaan yang dilakukan kepada Mudai Madang.

“Sebenarnya ada dua saksi yang diagendakan diperiksa, namun dari kedua saksi tersebut hanya Mudai Madang saja yang menghadiri penggilan Jaksa Penyidik. Sedangkan satu saksi lagi, yakni Said Agust berhalangan hadir sehingga pemeriksaan yang bersangkutan akan dijadwalkan kembali,” tegasnya.

Baca Juga :   Ditombak Begal di 14 Ilir, Driver Ojol Bersimbah Darah

Lebih jauh diungkapkannya, jika dalam dugaan kasus ini Mudai Madang sudah dua kali diperiksa Jaksa Penyidik Pidsus Kejati Sumsel sebagai saksi.

“Dua kali pemeriksaan tersebut terdiri dari pemeriksaan yang dilakukan saat tahap penyelidikan serta pemeriksaan yang dilakukan saat ini, yakni ditahap penyidikan,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya pada Jumat (5/4/2019) Jaksa Penyidik Pidsus Kejati Sumsel juga telah memeriksa Mudai Madang sebagai saksi dalam dugaan korupsi gas di PT PDPDE ini.

Ketika usai menjalani pemeriksaan di Kejati Sumsel, kala itu Mudai Madang mengatakan, jika dirinya tidak diperiksa oleh jaksa Kejati Sumsel melainkan kedatangannya ke Kejadi hanya untuk bersilaturahmi membahas turnamen bola voli.

“Saya tidak diperiksa, saya datang di Kejati hanya untuk ngobrol dan silaturahmi terkait rencana turnamen bola voli yang akan diadakan oleh mereka. Jadi, saya tidak diperiksa,” ungkap Mudai Madang saat itu sembari berjalan menuju mobil yang ditumpanginya.

Sementara Kasi Penyidikan Pidsus Kejati Sumsel, Hendri Yanto ketika itu menegaskan, jika kedatangan Mudai Madang di Kejati Sumsel guna menjalani pemeriksaan sebagai saksi terkait dugaan kasus korupsi gas PT PDPDE.

“Mudai Madang kami periksa terkait dugaan kasus gas. Dari itu kami melakukan pemeriksaan kepadanya,” ungkapnya.

Namun saat itu Hendri belum menyampaikan secara rinci karena saat ini dugaan kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan.

“Masih penyelidikan jadi kami belum dapat sampaikan secara detail,” tutupnya kala itu. (ded)

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Kawanan Pengguna Sabu Diringkus Tim Belut Polsek Gandus

Palembang, KoranSN A Subhan (52), warga Jalan Kapten A Rivai Lorong Muawanah Kelurahan 26 Ilir …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.