2 Pasutri Selundupkan 6 Kg Sabu

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Prof Dr Eko Indra Heri S saat ungkap kasus menyelundupkan 6 Kg Narkoba jenis sabu dari Aceh. (Foto-Dedy/KoranSN)

Palembang, KoranSN

Pihak kepolisian Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumsel menangkap dua pasangan suami isteri (Pasutri), yang menyelundupkan 6 Kg Narkoba jenis sabu dari Aceh untuk diedarkan di Kota Palembang.

Adapun dua Pasutri tersebut, yakni; pasangan suami isteri Asman Syamsudin (37) dan Astuti (35) warga asal Aceh Timur, serta pasangan suami isteri Alex (35) dan Yuliani (32) warga IB II Palembang.

Direktur Reserse Narkoba Polda Sumsel, Kombes Pol Heri Istu Hariono, Selasa (15/9/2020) mengatakan, penangkapan keempat tersangka hasil dari penyelidikan yang dilakukan pihaknya. Dimana awalnya yang ditangkap, yakni pasangan suami isteri Asman Syamsudin dan Astuti di Jalan Lintas Palembang-Jambi Kecamatan Tungkal Jaya Kabupaten Musi Banyuasin (Muba).

“Tersangka Asman Syamsudin dan Astuti ini saat ditangkap sedang membawa mobil jenis minibus dari Aceh hendak ke Palembang. Hasil dari penggeledahan, ditemukan barang bukti 6 Kg sabu yang disimpan tersangka di pintu tengah mobil yang telah dimodifikasi,” ungkapnya.

Masih dikatakannya, setelah mengamankan kedua tersangka dan barang bukti kemudian pihaknya melakukan pengembangan hingga ditangkap
pasangan suami isteri Alex dan Yuliani di kawasan IB II Palembang.

Baca Juga :   Granat Nanas Ditemukan di 17 Ilir

“Kalau peran dari tersangka Alex dan Yuliani yakni menyambut Narkoba yang dibawa tersangka Asman Syamsudin dan Astuti dari Aceh. Berdasarkan pengakuan keempat tersangka jika mereka mau melakukan hal tersebut karena mendapat upah Rp 25 juta dari seorang bandar yang masih kami selidiki,” ujarnya.

Lebih jauh diungkapkannya, kini keempat tersangka berikut barang bukti telah diamankan di Mapolda Sumsel untuk dilakukan proses hukum lebih lenjut.

“Dalam kasus ini keempat tersangka disangkakan Pasal 114 ayat 2, Pasal 112 ayat 2 Jo Pasal 132 ayat 1 UU RI No. 35 Tahun 2009, dengan ancaman 20 tahun atau maksimal hukuman mati,” pungkasnya.

Pada kesempatan itu Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumsel juga melaksanakan press release ungkap kasus Narkoba yang dipimpin Kapolda Sumsel, Irjen Pol Prof Dr Eko Indra Heri S.

Dalam ungkap kasus ini ada 13 tersangka yang ditangkap di lokasi yang berbeda. Para tersangka tersebut diringkus sepanjang akhir Bulan Agustus 2020 hingga awal September 2020. Adapun total barang bukti yang diamankan dari para tersangka, yakni 12,8 Kg sabu dan 1.164 butir ekstasi.

Baca Juga :   Napi Diduga Kendalikan Heroin dari Rutan Pakjo Palembang

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Prof Dr Eko Indra Heri S mengatakan, dari hasil ungkap kasus tersebut Polda Sumsel berhasil menyelamatkan 80.405 orang anak bangsa dari ancaman bahaya pengaruh Narkoba.

“Kita apresiasi Ditres Narkoba yang sudah mengamankan sejumlah tersangka dan barang bukti sabu dan pil ekstasi selama tiga minggu belakangan ini,” ungkap Kapolda.

Sedangkan Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Supriadi menambahkan, dari ungkap kasus ini menandakan jika peredaran Narkoba di wilayah Sumsel masih cukup tinggi.

“Dari itu kami mengharapkan seluruh lapisan masyarakat untuk terus ikut serta berperan aktif dalam membasmi Narkoba di wilayah Sumsel,” tandasnya. (ded)

Publisher : Apriandi

Avatar

Lihat Juga

Dibunuh dan Dikarungi, Makam Sidik di Mariana Banyuasin Ditanami Pohon Pisang

Palembang, KoranSN Pihak kepolisian Unit IV Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel, Rabu (30/9/2020) menggelar rekonstruksi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.