Home / Lacak / 2 Pembunuh Suaminya Divonis Mati, Istri Driver Taksi Online Sofyan Sujud Syukur

2 Pembunuh Suaminya Divonis Mati, Istri Driver Taksi Online Sofyan Sujud Syukur

Fitriani istri korban Sofyan menangis di persidangan ketika mendengarkan hakim membacakan kronologis tewasnya korban pada sidang vonis kedua terdakwa. (foto-dedy/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Fitriani (32), istri korban Sofyan (43), langsung sujud syukur di ruang sidang saat mendengar Majelis Hakim Pengadilan Negeri Klas I A Palembang menjatuhkan pidana mati kepada dua terdakwa yang merampok dan membunuh korban, yakni terdakwa Acuandra alias Acun (22) dan Ridwan alias Rido (44).

Pantauan di lapangan, selama persidangan berjalan tampak Fitriani, orang tua korban dan keluarga korban lainnya duduk di bangku belakang ruang sidang. Fitriani terlihat tak kuasa menahan air matanya sembari memeluk keluarga perempuannya ketika mendengarkan Hakim membacakan vonis dan kronologis perampokan dan pembunuhan korban Sofyan.

Disaat Majelis Hakim menyatakan vonis pidana mati untuk terdakwa Acuandra alias Acun dan Ridwan alias Rido, saat itulah Fitriani langsung melakukan sujud syukur di dalam ruang sidang, tepat di depan bangku yang didudukinya.

Usai persidangan Fitriani mengatakan, sujud syukur yang dilakukannya dalam persidangan sebagai tanda ucapan syukur karena kedua terdakwa telah divonis Majelis Hakim dengan hukuman pidana mati.

Baca Juga :   Polisi Ungkap Peredaran 3 Kg Sabu dari Jakarta

“Saya sujud syukur di sidang tadi sebagai ucapan syukur, sebab terdakwa telah divonis mati,” ungkap ibu empat anak ini.

Masih dikatakannya, dirinya juga merasa cukup puas dengan pidana mati yang dijatuhkan Hakim kepada terdakwa Acuandra alias Acun dan Ridwan alias Rido.

“Saya cukup puas keduanya dihukum mati. Dan dengan dihukum matinya kedua terdakwa ini, masih ada satu pelaku lainnya yang DPO, dan kami berharap semoga pihak kepolisian juga dapat menangkap pelaku yang DPO tersebut,” tandas Fitriani.

Sedangkan Kgs H Abdul Roni (70), ayah dari korban Sofyan mengucapkan syukur Alhamdulilah karena kedua terdakwa telah dijatuhkan hukuman mati oleh Majelis Hakim.

“Alhamdulilah kedua terdakwa di hukum mati, semoga kedepan ini jadi pembelajaran sehingga tidak ada lagi kejadian yang seperti ini,” tutupnya.

Untuk diketahui, dalam kasus ini pelaku Akbar (DPO), Ridwan, Acun dan satu pelaku lagi anak di bawah umur telah merampok dan membunuh korban Sofyan di pinggir jalan Simpang Bandara Palembang. Dimana saat itu mobil yang dikendarai korban baru tiba di lokasi yang sebelumnya mengantar para pelaku dari kawasan Km 5 Palembang.

Baca Juga :   Cabuli Anak di Bawah Umur, Tukang Bangunan di Mura Dibekuk

Terungkapnya kasus ini, setelah istri korban yakni Fitriani (32), didampingi keluarganya, Selasa 30 Oktober 2018 melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu Polda Sumsel lantaran Sofyan tak kunjung pulang ke rumah. Laporan tersebut diterima pihak kepolisian dengan bukti laporan Nomor: LPB/862/X/2018/SPKT Polda Sumsel.

Menindaklanjuti laporan korban kemudian Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara membentuk tim menyelidiki kasus tersebut. Hasilnya, Minggu 11 November 2018 sekitar pukul 20.30 WIB salah satu pelaku yakni; Ridwan berhasil ditangkap di kawasan Desa Sungai Lanang Kecamatan Rawas Ulu Muratara. Usai ditangkapnya Ridwan lalu polisi melakukan pemeriksaan kepada tersangka hingga akhirnya jenazah korban Sofyan ditemukan sudah menjadi tengkorak di kawasan Muratara.

Kemudian pada Kamis malam 15 November 2018, pelaku Acuandra alias Acun dan seorang pelaku yang masih di bawah umur menyerahkan diri. Bukan hanya itu, dalam kasus ini Polda Sumsel juga berhasil menemukan mobil jenis mini bus milik korban Sofyan. Mobil ini ditemukan, Jumat siang 16 November 2018 tergeletak di pinggir jalan di kawasan Kerinci Jambi tepatnya di perbatasan Padang Sumatera Barat. (ded)

Konser Westlife di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Melawan, Pencuri Motor di Mura Ditembak

Musirawas, KoranSN Fadli Haryono (32), terpaksa ditembak kakinya oleh petugas. Pasalnya warga Padat Karya Lubuklinggau …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.