Home / Seputar Polresta / 2 Penggali Kubur TPU Kandang Kawat Buronan Kasus Mayat Dicor Diburu Tim Gabungan

2 Penggali Kubur TPU Kandang Kawat Buronan Kasus Mayat Dicor Diburu Tim Gabungan

Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Supriadi. (foto-dedy/koransn)

Palembang, KoranSN

Tim gabungan diturunkan memburu Nopi dan Amir yang merupakan buronan kasus pembunuhan sadis korban Apriyanita (50), yang mayatnya ditemukan usai dikubur dan dicor pelaku di kawasan TPU (Tempat Pemakaman Umum) Kandang Kawat Palembang.

Demikian ditegaskan Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Supriadi, Jumat (8/11/2019).

“Tim gabungan ini terdiri dari personil kepolisian Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel dan jajaran. Tim hingga kini masih berada di lapangan me

mburu pelaku Nopi dan Amir,” tegasnya.

Menurutnya, sebelum kasus ini terjadi pelaku Nopi dan Amir kesehariannya bekerja sebagai penggali kubur di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kandang Kawat Kecamatan IT II Palembang.

“Jadi, kedua pelaku yang sudah kita terbitkan DPO nya ini, kerjanya tukang gali kubur di TPU Kandang Kawat yang merupakan tempat jenazah korban dikubur lalu atasnya dicor oleh pelaku,” ungkapnya.

Masih dikatakannya, dalam kasus pembunuhan korban total jumlah tersangkanya ada empat pelaku. Dimana dua pelaku, yakni Mgs Yudi Thama Redianto alis Yudi dan tersangka M Ilyas Kurniawan sudah tertangkap. Sedangkan dua pelaku lagi, yaitu Nopi dan Amir masih dalam pengejaran.

“Saat membunuh dan mengecor jenazah korban, untuk tersangka Yudi berperan sebagai otak yang merencanakan pembunuhan korban, sedangkan M Ilyas memiliki peran menjerat leher korban dengan tali tambang hingga korban tewas. Sementara untuk pelaku Nopi dan Amir yang masih DPO, berperan mengubur dan mengecor  jenazah korban di TPU tersebut,” katanya.

Baca Juga :   2 Rumah di Sekojo Hangus Terbakar, 1 Korban Tewas Terpanggang Api

Bukan hanya itu lanjut Supriadi, dari keterangan tersangka Yudi dan M Ilyas yang sudah tertangkap, untuk pelaku Nopi yang buron selain berperan  menguburkan dan mengecor jenazah korban, dalam kasus ini pelaku Nopi juga yang menyarankan tersangka Yudi untuk membunuh korban.

“Kalau dari keterangan tersangka Yudi, pelaku Nopi yang menyarankan untuk membunuh korban. Setelah keduanya sepakat membunuh korban, barulah pelaku Nopi mengajak pelaku lainnya, yakni M Ilyas dan Amir,” terangnya.

Dilanjutkan Supriadi, pembunuhan korban tersebut terjadi dikarenakan tersangka Yudi memiliki hutang uang kepada korban terkait pembelian mobil.

“Tersangka Yudi ini awalnya tidak memiliki uang untuk membayar hutang tersebut kepada korban, lalu tersangka meminta masukan kepada pelaku Nopi hingga akhirnya terjadilah pembunuhan korban,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, setelah 16 hari dikabarkan hilang, Apriyanita (50), warga Jalan Sriwijaya I Kelurahan Demang Lebar Daun Kecamatan IB I Palembang, Jumat (25/10/2019) pukul 14.30 WIB ditemukan dalam kondisi tewas.

Bahkan saat ditemukan, jenazah korban dikubur sedalam 50 Cm, lalu bagian atasnya dicor semen. Dimana lokasi tersebut berada di kawasan TPU Kandang Kawat Kecamatan IT II Palembang.

Selain menemukan jenazah korban, dalam kasus tersebut polisi juga menangkap dua tersangka dari empat pelaku.

Adapun kedua tersangka yang diringkus, yakni; Mgs Yudi Thama Redianto alias Yudi (40), warga Komplek BSD Blok F26 RT 98 RW 37 Kelurahan Sako Kecamatan Sako Palembang dan tersangka M Ilyas Kurniawan (26), warga Jalan Rama Kasih III Lorong Kesadaran 3 Kelurahan Duku Palembang.

Baca Juga :   Sidang Dugaan Korupsi Tugu Batas Palembang, Saksi Ahli: Kadis PUCK dan Perumahaan Harus Dimintai Pertanggungjawaban Hukum

Tersangka Mgs Yudi Thama Redianto alias Yudi saat diamankan di Polda Sumsel mengatakan, pembunuhan korban bermula pada tanggal 26 Agustus 2019 dirinya menawarkan korban untuk membeli mobil jenis minibus seharga Rp 145 juta yang dijual secara lelang di Jakarta. Karena korban tertarik lantas korban memberikan uang tersebut kepadanya.

Masih dikatakannya, namun uang yang diterimanya dari korban tersebut tidak digunakannya untuk membeli mobil, melainkan semua uang tersebut dihabiskanya untuk foya-foya.

Hingga akhirnya, korban menagih uang itu dan tersangka pun menyampaikan kepada korban jika ia akan mengembalikan uang korban secara bertahap.

“Tahap pertama saya menyerahkan Rp 50 juta. Lalu pada 9 Oktober 2019 tenyata korban kembali menagih sisa hutannya. Dimana ketika itu korban menelpon dan minta uang Rp 35 juta untuk tahap kedua. Saat itu saya sampaikan jika saya hanya ada Rp 15 juta. Namun korban masih ngotot minta Rp 35 juta hingga akhirnya saya menemui korban di dekat kantornya. Saat bertemu, korban masih memaksa meminta uang itu. Bahkan korban tidak mau turun dari mobil, dari itulah kejadian ini terjadi,” ungkap tersangka saat itu. (ded)

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Pelaku Bobol Rumah Angkut Hasil Curian dengan Angkot Lemabang

Palembang, KoranSN Andre Rahmat Kurnia (26), warga Jalan Sersan Zaini Lorong Kebumen Kecamatan IT 2 …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.