2 Perampok Toko Emas Cahaya Murni di Pasar Sungai Lilin Muba Ditembak Mati

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel, Kombes Pol Hisar Siallagan didampingi Kasubdit Jatanras Kompol Suryadi saat menggelar ungkap kasus tewasnya dua perampok di kamar mayat Rumah Sakit Bayangkara Palembang. (Foto-Dedy/KoranSN)

Palembang, KoranSN

M Ali (50), warga Tanjung Raja Kabupaten Ogan Ilir dan Pendi (49), warga Gandus Palembang yang merupakan perampok Toko Emas Cahaya Murni di Pasar Sungai Lilin Muba tewas ditembak mati petugas kepolisian.

Tewasnya kedua tersangka, setelah terlibat baku tembak saat ditangkap oleh Tim Gabungan dari Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel dan Sat Reskrim Polres Muba.

Dalam kasus ini, petugas juga berhasil menangkap satu pelaku lainnya dalam kondisi hidup. Adapun pelakunya yakni M Nasir (42), warga Desa Pulau Raman Tanjung Raja Selatan Ogan Ilir. Namun pelaku M Nasir terpaksa dilumpuhkan kakinya lantaran melawan petugas dengan senjata tajam saat penangkapan dilakukan.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel, Kombes Pol Hisar Siallagan didampingi Kasubdit Jatanras Kompol Suryadi, Kanit V Kompol Zainuri dan Kasat Reskrim Polres Muba AKP Deli Haris, Sabtu (28/3/2020) mengatakan, ketiga tersangka merupakan tiga dari delapan pelaku yang melakukan perampokan di Toko Emas Cahaya Murni di Pasar Sungai Lilin Muba pada Kamis (26/3/2020) sekitar pukul 12.15 WIB.

Baca Juga :   Direktur PT BHL di Muba Jadi Tersangka Kasus Karhutla, 24 Tersangka Perorangan Ditahan
Tampak barang bukti perhiasan emas yang dirampok. (Foto-Dedy/KoranSN)

“Ditangkapnya ketiga tersangka bermula saat petugas yang melakukan penyelidikan, Jumat malam (27/3/2020) mengetahui keberadaan pelaku M Ali dan Pendi (keduanya tewas tertembak) serta M Nasir di Jalan Palembang-Prabumulih hingga tim melakukan penyergapan,” katanya saat menggelar rilis di kamar mayat Rumah Sakit Bayangkara Palembang.

Dijelaskannya, ketika penyergapan dilakukan ternyata ketiga pelaku melakukan perlawanan, dimana tersangka M Ali dan Pendi melakukan perlawanan dengan menembakan senjata api rakitan ke arah petugas kepolisian serta berusaha melarikan diri.

“Karena melakukan perlawanan tim gabungan pun meletuskan tembakan peringatan ke atas sebanyak tiga kali agar pelaku menyerah. Akan tetapi tembakan peringatan petugas tidak digubris para tersangka, sehingga kita tidak mau ambil resiko terpaksa kita lakukan tindakan tegas dan terukur hingga mengakibatkan tersangka M Ali dan Pendi tertembak, yang kemudian keduanya meninggal dunia saat dilarikan ke rumah sakit. Sedangkan untuk satu pelaku lagi, yakni M Nasir berhasil kita amankan dalam kondisi hidup,” jelasnya.

Baca Juga :   Sidang Kasus OTT Bupati Muara Enim, Juarsah: Jangankan Fee, Proyek Saja Saya Tidak Tahu

Menurutnya, kasus perampok tersebut terjadi, Kamis siang (26/3/2020) dimana para pelaku melakukan perampokan di Toko Emas Cahaya Murni milik korban Hermiati (50), di Pasar Sungai Lilin Muba.

“Dalam aksi perampokan ini para pelaku masuk ke dalam toko dan mengancam pemilik toko dengan menodongkan senjata api. Kemudian pelaku memecahkan kaca etalase tempat memajang perhiasan emas. Pada aksi perampokan tersebut para pelaku menguras perhiasan emas milik korban sekitar 6 Kg,” terangnya.

Dilanjutkannya, kini pihaknya telah menangkap tiga pelaku yang dua diantaranya tewas tertembak. Sedangkan untuk lima pelaku lainnya masih dalam pengejaran.

“Dari pengungkapan kasus ini kita juga mengamankan barang bukti diantaranya; senjata api rakitan jenis revolver beserta amunisi, satu bilah senjata tajam dan dua kantong asoy warna putih berisi perhiasan emas berbagai macam bentuk seberat sekitar 3 Kg,” tandasnya. (ded)

Iklan Polres Lahat

Publisher : Apriandi

Avatar

Lihat Juga

Pukul Penjaga Malam, Anak Punk Ditusuk 5 Lobang

Lubuklinggau, KoranSN Seorang anak punk bernama Aan (31) warga Gang Betet, Kelurahan Lubuklinggau Ilir, Kecamatan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.