Penyerahan Dokumen Syarat Minimal Dukungan Pasangan Calon Perseorangan Dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir Tahun 2020

2 Terdakwa Dugaan Korupsi Jalan Bandara Atung Bungsu Pagaralam Dituntut 4 Tahun 3 Bulan Penjara

Terdakwa Syaiful Anwar dan M Arif Kusuma Yudha saat menjalani sidang dengan agenda tuntutan di Pengadilan Negeri Tipikor Palembang. (Foto-Dedy/KoranSN)

Palembang, KoranSN

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Sumsel, Senin (3/2/2020) menuntut dua terdakwa dugaan korupsi pembangunan Jalan Akses Bandara Atung Bungsu Pagaralam dalam persidangan di Pengadilan Negeri Tipikor Palembang dengan hukuman pidana 4 tahun 3 bulan penjara.

Adapun kedua terdakwa tersebut, yakni terdakwa Syaiful Anwar dan M Arif Kusuma Yudha.

Jaksa Penutut Umum (JPU) Kejati Sumsel, M Naimullah saat membacakan tuntutan untuk kedua terdakwa dalam persidangan mengatakan, berdasarkan fakta persidangan dan keterangan saksi-saksi serta barang bukti yang telah dihadirkan di dalam sidang maka pihaknya selaku JPU menilai terdakwa Syaiful Anwar selaku Ketua Tim Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan (PPHP) dan terdakwa M Arif Kusuma Yudha selaku Ketua Tim Pokja Lelang, secara sah terbukti melakukan perbuatan tindak pidana korupsi memperkaya diri sendiri atau orang lain hingga dalam perkara ini menimbulkan kerugian negara sebesar Rp 5,3 miliar lebih.

Baca Juga :   Polda Sumsel Turunkan Heli Pantau Ladang Ganja di Sumsel

“Oleh karena itu kami menuntut terdakwa Syaiful Anwar dan terdakwa M Arif Kusuma Yudha dengan hukuman pidana penjara masing-masing 4 tahun dan 3 bulan. Selain itu, masing-masing terdakwa juga didenda uang Rp 200 juta, yang apabila denda tersebut tidak dibayarkan maka diganti dengan pidana kurungan penjara selama 3 bulan,” ungkapnya.

Masih dikatakannya, pihaknya menuntut hukuman pidana untuk kedua terdakwa lantaran dari fakta-fakta persidangan mengungkap perbuatan kedua terdakwa telah terbukti melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana diatur dan diancam pidana Pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 18 UU No. 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan atas UU No. 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

“Maka dari itu kami meminta agar Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tipikor Palembang yang memeriksa dan mengadili perkara ini dapat menjatuhkan putusan vonis kepada kedua terdakwa sesuai dengan tuntutan yang telah kami bacakan di persidangan ini,” tandasnya.

Baca Juga :   10 Persen Jalan Di Sumsel Kurang Baik, Polda Sumsel Siaga Satu

Usai mendengarkan tuntutan yang dibacakan oleh JPU Kejati Sumsel, kemudian Ketua Majelis Hakim, Abu Hanafiah SH MH mengajukan pertanyaan kepada kedua terdakwa dan masing-masing kuasa hukum apakah akan mengajukan pledoi (pembelaan) terkait tuntutan dari JPU tersebut.

Menjawab pertanyaan Majelis Hakim, kedua terdakwa melalui masing-masing kuasa hukumnya menyatakan akan mengajukan pledoi dalam sidang berikutnya.

Setelah mendengar jawaban dari kuasa hukum kedua terdakwa, selanjutnya Ketua Majelis Hakim menutup dan akan kembali membuka persidangan kedua terdakwa pada Senin 10 Februari 2020 mendatang.

“Sidang dengan ini ditutup, dan akan kembali dibuka pada Senin depan dengan agenda pledoi dari kedua terdakwa,” ujar Ketua Majelis Hakim, Abu Hanafiah SH MH sembari mengetuk palu menutup persidangan. (ded)

Publisher : Apriandi

Avatar

Lihat Juga

Penyelundupan 20 Ton Minyak Ilegal Digagalkan

Palembang, KoranSN Subdit Gakkum Direktorat Samapta (Ditsamapta) Polda Sumsel, Rabu (26/2/2020) berhasil mengagalkan penyeludupan 20 …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.