2 Terdakwa Dugaan Korupsi Proyek Jalan Bandara Atung Bungsu Minta Ditempatkan di Rutan Pagaralam

Terdakwa Syaiful Anwar dan M Arif Kusuma Yudha saat menjalani persidangan di PN Tipikor Palembang. (foto-dedy/koransn)

Palembang, KoranSN

Dua terdakwa dugaan korupsi proyek pembangunan Jalan Akses Bandara Atung Bungsu Pagaralam yang di persidangan sebelumnya telah dituntut JPU Kejati Sumsel dengan hukuman pidana 4 tahun 3 bulan penjara, Senin (10/2/2020) mengajukan pledoi (pembelaan) pribadi dalam persidangan di Pengadilan Negeri Tipikor Palembang.

Dalam peledoi tersebut kedua terdakawa, yakni; terdakwa Syaiful Anwar selaku Ketua Tim Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan (PPHP) dan terdakwa M Arif Kusuma Yudha selaku Ketua Tim Pokja Lelang, meminta agar Majelis Hakim dapat menempatkan penahanan usai putusan vonis nanti di Rutan di Pagaralam, bukan di Rutan Tipikor Pakjo Palembang.

Terdakwa Syaiful Anwar saat membacakan pledoi pribadinya mengatakan, meskipun dari sejak awal dirinya tidak memiliki niat melakukan perbuatan melawan hukum, namun ia mengakui telah melakukan kesalahan. Dari itulah dirinya berjanji tidak akan mengulangi kembali perbuatan tersebut.

“Biar saya sendiri yang bertanggung jawab dan menanggung dosa ini, jangan ada lagi kedepannya. Dan saya mohon, kiranya Majelis Hakim menjatuhkan putusan dengan hukuman yang seringan-ringannya. Selain itu kiranya nanti jika sudah diputus, saya dapat menjalani hukuman di Rutan Pagaralam, karena semua keluarga saya berada di sana,” ungkapnya.

Sedangkan terdakwa M Arif Kusuma Yudha dalam pledoi pribadinya mengutarakan, jika dirinya sangat menyesal telah melakukan perbuatan yang membawanya ke proses persidangan sehingga mengakibatkan dirinya diberhentikan dari PNS.

“Saya memiliki dua anak yang masih kecil. Saya selalu berdoa dan memohon agar Yang Mulia Majelis Hakim memberikan hukum yang seringan-ringannya kepada saya. Dan saya berharap agar nanti kiranya saya bisa menjalani proses penahanan di Rutan Pagaralam, karena keluarga saya berada di Pagaralam,” tandasnya.

Baca Juga :   Jadi Tersangka, Ahok Dicegah Keluar Negeri

Setelah mendengar pledoi pribadi dari kedua terdakwa, kemudian sidang dilanjutkan dengan pembacaan pledoi dari masing-masing kuasa hukum terdakwa.

M Daud selaku kuasa hukum terdakwa Syaiful Anwar mengatakan, jika pihaknya tidak sependapat dengan tunutan dari JPU yang telah menuntut terdakwa dengan Pasal 2 ayat (1) UU No. 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

“Sebab, dalam perkara ini terdakwa Syaiful Anwar yang menjabat sebagai Ketua Tim Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan (PPHP) hanyalah seorang pekerja Dinas PU Pagaralam. Sebagai pekerja, tentunya terdakwa hanya menjalankan tugas dari atasanya yakni kepala dinas. Untuk itu kami meminta agar terdakwa dibebaskan dari segala tuntutan JPU,” terangnya.

Sedangkan Ilir Sugiarto selaku kuasa hukum terdakwa M Arif Kusuma Yudha mengatakan, jika tuntutan JPU dinilai pihaknya tidak cermat. Sebab dalam perkara ini terdakwa M Arif Kusuma Yudha telah menjalankan tugasnya dengan sesuai sebagai Tim Pokja, tanpa menerima imbalan apapun.

“Untuk itulah kami meminta agar Majelis Hakim melepaskan terdakwa dari tuntutan JPU dan membebaskannya dari tahanan. Sebab, dalam perkara ini terdakwa hanya melakukan kesalahan administrasi saja,” tutupnya.

Usai mendengarkan pledoi yang dibacakan kedua terdakwa dan kuasa hukum, Ketua Majelis Hakim Abu Hanifah menutup sidang dan akan kembali membuka persidangan Senin 17 Februari 2020 mendatang.

Baca Juga :   Pemeriksaan Kasus Dana Hibah, Kajagung: Kalau Tak Hadir Artinya Fiktif

“Sidang dengan ini ditutup dan kembali dibuka pada Senin depan dengan agenda mengedarkan jawaban JPU terkait pledoi dari terdakwa dan kuasa hukum,” tutup Hakim.

JPU Kejati Sumsel, Agusten Imanuddin usai persidangan mengatakan, jawaban terkait pledoi kedua terdakwa akan disampaikan pihaknya pada sidang minggu depan.

“Pledoi kedua terdakawa akan kami jawab dalam sidang berikutnya. Dalam jawaban tersebut, intinya kami tetap pada tuntutan kami,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, dalam persidangan, Senin (3/2/2020) Jaksa Penuntut Umum Kejati Sumsel telah menuntut terdakwa Syaiful Anwar dan terdakwa M Arif Kusuma Yudha dengan hukuman pidana penjara masing-masing 4 tahun dan 3 bulan. Selain itu, masing-masing terdakwa juga didenda uang Rp 200 juta yang apabila denda tersebut tidak dibayarkan maka diganti kurungan penjara selama 3 bulan.

Pada tunutan tersebut JPU menilai perbuatan kedua terdakwa telah terbukti melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana diatur dan diancam pidana Pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 18 UU No. 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan atas UU No. 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP. (ded)

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Tim Macan Putih Gagalkan Transaksi Narkoba Lintas Daerah

Prabumulih, KoranSN Tim Macan Putih Satuan Reserse Narkoba (Satres Narkoba) Polres Prabumulih menggagalkan peredaran Narkoba. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.