Home / Lacak / 2 Terdakwa Pembunuh Ibu dan Anak Divonis Pidana Mati

2 Terdakwa Pembunuh Ibu dan Anak Divonis Pidana Mati

Kedua terdakwa saat menjalani sidang dengan agenda vonis. (foto-ist)

Pagaralam, KoranSN

Tika Herli alias Tika (31) dan Riko Apriadi (20), yang merupakan terdakwa kasus pembunuhan ibu dan anak yakni korban Ponia (39) dan anak perempuannya berusia 13 tahun, Selasa (20/8/2019) divonis Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Kota Pagaralam dengan pidana hukuman mati.

Sidang kedua terdakwa ini dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim, Muhamad Martin Helmi SH MH.

Dalam persidangan, Majelis Hakim menyatakan jika terdakwa Tika dan Riko terbukti bersalah melanggar Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana. Untuk itu kedua terdakwa dijatuhkan pidana hukuman mati.

Pantauan di lapangan, persidangan kedua terdakwa tersebut mendapat pengawalan ketat dari pihak kepolisian Polres Kota Pagaralam. Bahkan tampak sejumlah anggota keluarga korban dan pengunjung yang ingin meyaksikan sidang tersebut memadati ruang sidang.

Baca Juga :   Gandeng KPK, Pejabat Pemkot Palembang Dibidik Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Lift BPKAD

Ketua Pengadilan Negeri Kota Pagaralam, Saut Erwin H A Munthe SH MH mengatakan, hukuman pidana mati yang dijatuhkan kepada kedua terdakwa tentunya dapat menjadi efek jera bagi siapapun yang melakukan pembunuhan sadis.

“Dua terdakwa terbukti melakukan tindak pidana dengan sengaja dan berencana terlebih dahulu sehingga memenghilangkan nyawa orang lain. Makanya kami menjatuhkan kedua terdakwa dengan pidana mati,” kata dia.

Menurut dia, vonis ini sesuai dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), yang menuntut Tika dan Riko dengan pidana hukuman mati.

“Kami Hakim ingin memuaskan keluarga dan tuntutan masyarakat Kota Pagaralam. Bahkan pecah telor bagi PN Pagaralam memberikan vonis maksimal bagi terdakwa dengan hukuman mati,” tegasnya.

Menurutnya, usai membacakan vonis, hakim mempersilahkan terdakwa dan Jaksa Penuntut Umum untuk memberikan tanggapan.

Baca Juga :   6 Kali Mencuri Uang Kotak Infak Masjid, Oknum Pelajar Ditangkap

“Atas putusan ini, baik terdakwa dan Jaksa Penuntut Umum mempunyai hal untuk menyampaikan menerima atau dipikir-pikir dulu, dengan waktu yang telah ditentukan, yakni selama 7 hari,” kata dia lagi.

Dilanjutkannya, kedua terdakwa ini divonis mati karena melanggar Pasal 340 Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Subsidair Pasal 338 Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dan Pasal 80 ayat (3) Jo Pasal 76 huruf c UU No. 35 tahun 2014.
Sedangkan untuk satu terdakwa lagi yang diketahui anak laki-laki masih di bawah umur, juga telah divonis Majelis Hakim dengan hukuman maksimal yakni penjara 10 tahun.

Terpisah, pengacara terdakwa yakni Haidir Murni SH mengatakan, jika pihaknya masih akan melakukan koordinasi dengan terdakwa untuk mengajukan upaya hukum lainnya.

“Untuk putusan perkara atas nama terdakwa Tika dan Riko kami masih pikir-pikir selama 7 hari kedepan,” tandasnya. (asn)

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Motor Masuk Kolong Truk, Guru Patah Kaki

Lubuklinggau, KoranSN Pengendara motor yakni Yesi Lediana (35), PNS guru, warga Jalan Sudirman Kelurahan Jogoboyo …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.