20 Hektare Sawah di Sumsel Diserang Hama

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumsel, Erwin Noorwibowo. (foto-reigan/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumsel, Erwin Noorwibowo, Kamis (18/1/2018) mengatakan, pada tahun 2018 ini, nampaknya target yang dicapai Provinsi Sumsel untuk menghasilkan beras lebih dari 2,5 juta ton pertahun sepertinya sulit tercapai. Hal ini disebabkan, sedikitnya 20 hektare lahan sawah padi di Sumsel diserang hama.

Erwin mengatakan, Provinsi Sumsel pada tahun 2016 lalu menjadi salah satu provinsi surplus atau penyumbang beras terbesar di Indonesia. Akan tetapi, ditahun berikutnya, yakni pada tahun 2017 mencapai 2,3 juta ton surplus beras.

“Pada tahun ini, target surplus 2,5 juta ton beras tidak bisa dicapai, bahkan mencapai surplus 2,3 juta ton pun sulit untuk terealisasi, lantaran kondisi alam tidak mendukung, seperti curah hujan yang tinggi hingga mengakibatkan lahan terendam di beberapa wilayah,” ungkap Erwin.

“Bulan Desember tahun lalu, sebanyak 20 hektare sawah satu kecamatan di Kabupaten OKU Timur terkena hama werang coklat dan itu semua Padi mati, jadi kita harus tanam ulang,” ia menambahkan.

Baca Juga :   Demo di DPRD Ricuh, Polisi Bubarkan Paksa dan Tembakan Gas Air Mata

Erwin menjelaskan, dari 700 ribu lebih hektare lahan pertanian di Sumsel yang terbagi dalam dua jenis tanah. Seperti 200 ribu hektare tanah di lahan lebak dan rawa, serta 200 ribu hektare berada pada lahan pasang surut. Dimana, kondisi tanah tersebut terkadang membawa dampak terhadap produksi.

“Adanya hama dan iklim juga sangat berpengaruh dengan hasil panen. Hal ini karena wilayah pertanian Sumsel didominasi oleh rawa dan daerah pasang surut,” ujarnya.

Meskipun menghadapi iklim yang ekstrem dan serangan hama, lanjut Erwin, pihaknya tetap optimis dan berusaha agar surplus beras ditahun ini tidak jauh dari angka 2.3 juta ton beras. Akan tetapi, untuk melebihi jumlah tersebut dirinya pesimis itu bisa terjadi.

Lebih jauh dikatakan Erwin, wilayah di Provinsi Sumsel di awal tahun 2018 ini sedang mengalami panen besar yang mencapai 2 hektar per-hari nya. Meskipun begitu, lanjutnya, panen besar di prediksi akan memasuki puncaknya pada bulan Februari, dimana panen ini pun terjadi di seluruh daerah di Sumsel.

Baca Juga :   DKP Gelar Silaturahmi Karya Seniman

“Mulai Januari kita sudah mulai panen besar bisa sampai 150 ton perharinya, kemudian selama dua bulan ini kita akan panen kurang lebih 220 ribu hektare sampai akhir Februari. Meskipun tidak mencapai target 2.5 juta ton dalam setahun, semoga bisa mendekati angka 2.3 juta ton atau bisa sama itu lebih bagus,” pungkasnya. (rgn)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Banjir dan Longsor Ancam Sumsel

Palembang, KoranSN Bencana banjir dan tanah longsor saat ini menjadi ancaman bagi Sumsel. Hal ini …