Sabtu , Januari 19 2019
Home / Headline / 20 WNA Ilegal Pijat Terapi Dipenjarakan

20 WNA Ilegal Pijat Terapi Dipenjarakan

Persatuan Jaksa Indonesia
Kepala Kantor Kemenkumham Sumsel Sudirman D Hury saat merilis tangkapan 20 warga negara asing beberapa waktu yang lalu. (foto-ferdinand/koransn)

Palembang, KoranSN

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Sumsel, Sudirman D Hury, Minggu (13/1/2019) menegaskan, jika 20 warga negara asing (WNA) ilegal yang ditangkap karena membuka pijat terapi di ballroom Novotel Palembang kini semuanya dipenjarakan di sel tahanan Imigrasi Palembang.

Menurutnya, penahanan dilakukan dalam rangka menyelesaikan pemeriksaan guna kepentingan proses hukum untuk melimpahkan para WNA ilegal tersebut ke jaksa dan pengadilan.

“Jadi, 20 WNA tersebut semuanya kita penjarakan. Mereka kita tempatkan di tahanan Kantor Imigrasi Palembang. Penahanan WNA tersebut dalam rangka pemeriksaan intensif yang kini masih terus dilakukan oleh petugas,” katanya.

Sudirman memastikan, jika dalam proses hukum yang dilakukan oleh pihaknya, para WNA ilegal yang ditangkap tersebut nantinya akan disidangkan di pengadailan guna dimintai pertangungjawaban secara hukum.

“Sebab dalam kasus ini para WNA itu kami jerat dengan Pasal 122 huruf (a) Undang-Undang No. 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian. Dimana untuk setiap WNA yang sengaja menyalahgunakan atau melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan maksud serta tujuan pemberian izin tinggal, maka WNA tersebut terancam pidana 5 tahun penjara dan denda Rp500 juta,” tegasnya.

Lebih jauh diungkapkannya, untuk Leong Yann Kong alias Cris Lee yang merupkan pemimpin dan juga ketua dari pijat terapi dalam rombongan tersebut bukan hanya satu kali ini saja ditangkap karena melanggar Undang-Undang Imigrasi. Sebab, tahun 2017 lalu Chris Leong pernah tertangkap oleh Kantor Imigrasi Klas 1 Jakarta Selatan dalam kasus yang sama.

“Namun saat itu Chris Leong hanya dideportasi. Berbeda dan kita, sebab dengan tertangkapnya Chris Leong dan para anak buahnya, maka kami akan melakukan proses hukum dengan menerapkan pidana kepada mereka. Setelah menjalani hukuman pidana, barulah para WNA tersebut kita deportasi dan cekal. Ini kami lakukan sebagai efek jera, agar kedepannya tidak ada lagi orang asing yang menyalahi izin tinggal di Indonesia ini,” tegas Sudirman.

Baca Juga :   Mobil Travel Terjun Bebas ke Parit di Jakabaring

Masih dikatakannya, bahkan untuk melengkapi berkas perkara para WNA ilegal tersebut, pihaknya telah memeriksaan pihak Novotel. Dimana pemeriksaan dilakukan karena ke 20 WNA itu ditangkap saat membuka kegiatan pijat terapi di ballroom hotel tersebut.

“Pemeriksaan terhadap pihak Novotel bertujuan untuk melengkapi berkas perkara dan juga dalam rangka pendalaman kasus penangkapan WNA ilegal ini,” ujarnya.

Lanjut Sudirman, sementara hasil dari pemeriksaan yang sejauh ini telah dilakukan pihaknya kepada para WNA ilegal yang diamankan, diketahui jika selain Leong Yann Kong alias Cris Lee selaku pimpinan, ada juga Kellie Tan Mey Yean alias Mey Mey alias Selfi yang berperan mengorganisir dan petunjuk jalan saat mereka melakukan perjalanan.

“Cris Lee dan Kellie Tan Mey Yean alias Mey Mey alias Selfi, keduanya warga Malaysia. Dari keterangan kedua ini terungkap sebelum ke Indonesia mereka juga membuka pijat terapi di Hongkong dan Australia. Setelah itu, barulah mereka ke Indonesia dan akhirnya ke Palembang,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Kemenkumham Sumsel menciduk 20 WNA ilegal yang membuka pijat terapi di ballroom Novotel Palembang. Puluhan WNA asal Negara Malaysia, Belgia, RRC dan Hongkong ini diamankan karena melanggar penggunaan pasport wisata yang dipergunakan untuk melakukan kegiatan usaha komersial.

Ke 20 WNA yang diamankan tersebut terdiri dari 11 pria dan 9 wanita, mereka yakni; Leong Yann Kong alias Cris Lee selaku pimpinan pijat terapi dan Kellie Tan Mey Yean alias Mey Mey alias Selfi selaku pihak petunjuk jalan hingga para WNA ini tiba di Kota Palembang.

Sedangkan untuk WNA lainnya berperan sebagai pekerja terapi, mereka yakni; Diong Cha Ying, Chin Guan Chian, Chap Lai Kin, Liew Jung Ting, Muhamad Eddi, Cho Jian Bin, Lee Yoon Shen, Widad, Cheong Siew Kiat, Lim Yoke Yean, Kahirul Azhar, Chan Kai Wen, Fong Chen Kin, Ng Mein Ming, Li On Ki, Hou Chun, Chan Wing Hong dan Lam Hoi Wing.

Baca Juga :   Gelapkan Motor Teman, Endang Ditangkap

Kakanwil Kemenkumham Sumsel, Sudirman D Hury, Kamis (10/1/2019) mengatakan, terungkapnya kasus ini berawal dari pihaknya mendapati informasi jika ada puluhan WNA yang masuk ke Kota Palembang. Menindaklanjuti informasi tersebut kemudian dirinya melakukan operasi inteligen dengan sandi Musi Bergerak.

“Setelah tim kami turunkan melakukan penyelidikan, hasilnya diketahui jika puluhan WNA ilegal berada di suatu gedung yakni di ballroom Novotel Palembang. Setelah dicek, ternyata para WNA itu melakukan kegiatan usaha komersial, yakni pijat terapi. Dari itulah petugas melakukan pemeriksaan, dan ternyata pasport mereka hanya untuk wisata atau kunjungan, bukan pasport bekerja atau untuk melakukan kegiatan usaha. Dari itulah ke 20 WNA tersebut langsung kami amankan,” ujarnya saat menggelar ungkap kasus di Kantor Wilayah Kemenkumham Sumsel Palembang.

Masih dikatakan Sudirman, saat diamankan para WNA itu baru satu hari melakukan kegiatan pijat terapi di Palembang. Meskipun demikian, dari hasil pemeriksaan diketahui jika dalam satu hari tersebut sudah sekitar 100 lebih pasien yang mengikuti pijat terapi.

“Dalam melakukan trapi, mereka menarik tarif Rp 4,5 juta untuk satu pasiennya. Bahkan para pasiennya bukan hanya warga Palembang saja melainkan ada juga warga dari pulau Jawa. Hal dikarenakan, sebelum mereka kami tangkap, para WNA ini sudah berhasil melakukan kegiatan terapi di Jakarta, Surabaya, Bali dan Medan. Sedangkan modus mereka dalam mencari pasien, yakni menggunakan sistem online,” tutupnya. (ded)

Hotel Grand Inna Palembang

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Begal di Lubuklinggau Selatan Dihajar Warga, Sepeda Motor Pelaku Dibakar

Lubuklinggau, KoranSN Spesialis begal motor, Ain (19) babak belur dihajar warga saat tertangkap melakukan begal ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.