2011 Over Limit, 2017 PGRI Kesulitan Cari Mahasiswa

Rektor Universitas PGRI Palembang, Dr H Syarwani Ahmad, MM.
Rektor Universitas PGRI Palembang, Dr H Syarwani Ahmad, MM. (foto-ist)

Palembang, KoranSN

Salah satu Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Kota Palembang yang terletak di jalan Jenderal Ahmad Yani Lorong Gotong Royong, Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), lima tahun terakhir, terpaksa tidak menerima Calon Mahasiswa Baru (Camaba) akibat kuota penerimaan Camaba sudah melebihi kapasitas, dimana sebelumnya pihak kampus hanya menyediakan kuota sebanyak 5.000 orang.

Namun, mulai dari tahun 2015 dan 2016 sampai sekarang, jumlah mahasiswa yang masuk ke Universitas PGRI hanya mencapai 1500 mahasiswa dari kuota yang ditentukan hanya 2500 orang. Untuk itu PTN Universitas Sriwijaya (Unsri) menggandeng tiga PTS yang ada di Kota Palembang melakukan Ujian Saringan Masuk Bersama (USMB) agar PTS lebih bisa menunjukan dan memperkenalkan kualitas serta sesuai dengan anjuran Kementrian Pendidikan RI.

Rektor Universitas PGRI Palembang, Dr,H Syarwani Ahmad, MM mengatakan, dua tahun kebelakang UPGRI hanya menerima mahasiwa jumlahnya tidak lebih mencapai 1500 mahasiswa. Namun, pada tahun 2011 lalu pihaknya banyak tidak meloloskan calon mahasiswa dikarenakan Kuota kampus hanya sanggup menyediakan 5000 orang.

Baca Juga :   Pencarian Harta Karun Marak di Sungai Musi

Ia menambahkan, ditahun 2017 ini dalam melakukan penerimaan mahasiswa baru, pihaknya bekerjasama dengan Unsri dengan harapan bisa meningkatkan jumlah mahasiswa yang masuk ke UPGRI. Saat ini pihak kampus hanya menyediakan kuota minimal mencapai 2500 mahasiwa. Namun, untuk mencapai 1500 mahasiswa itu pihaknya sudah beryukur.

“Kita sangat berterima kasih kepada rektor Unsri karena telah memberikan kesempatan untuk memperkenalkan PTS yang ada di Kota Palembang ini serta menganjurkan kepada calon mahasiswa apabila tidak lulus bisa memilih pilihan ke PTS seperti PGRI dan Tridinanti serta IGM,” ungkap Syarwani saat dikonfirmasi, Selasa (18/7/2017)

Dilanjutkannya, diakui Syarwani, pihaknya saat ini sulit menambah mahasiswa dikarenakan Image masyarakat tentang Universitas ini hanya mencetak guru, padahal masih banyak Fakultas lain yang bukan Keguruan, Seperti Fakultas Ekonomi, Fakultas Teknik serta Fakultas Perikanan dengan total seluruhnya PGRI memiliki 24 Program Studi (Studi) yang memiliki Akreditasi B dibidang pendidkan maupun bidang lainnya dan para dosennyapun meniliki kualitas sama seperti PTN yang lain.

Baca Juga :   Budayakan Membaca Minimal 15 Menit Setiap Hari

“Kita melakukan kerjasama dengan Unsri dalam Melakukan USMB minimal bisa memperkenalkan PGRI kepada masyarakat, kebanyakan para calon mahasiswa yang tidak lolos seleksi di Unsri pindah kepulau Jawa, karena banyak masih yang belum tau dengan PGRI,” imbuhnya.

Masih kata Syarwani, selain PGRI belum begitu dikenal masyarakat, juga terkendala dengan Kouta mahasiswa PTN diperbanyak serta setiap daerah sudah bayak membuka Perguruan Tinggi. Jadi minat masyarakat semakin berkurang.

“UPGRI sendiri sudah terakreditasi B baik segi pendidikan maupun segi bangunan dan kualitas kampus. Kita juga tidak kalah seperti kampus lain di Pulau Jawa. Jadi jangan ragu masuk Universitas PGRI,” tandasnya. (rgn)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

KIP Sumsel Apresiasi Ketransparansian Informasi Pemkot Palembang

Palembang, KoranSN Komisi Informasi Publik (KIP) Provinsi Sumsel menyampaikan apresiasinya terkait ketransparansian Informasi yang disampaikan …