2016, Dinkes Empat Lawang Temukan 213 Kasus Psikotik

tfgfgh
Ilustrasi. (foto-net)

Empat Lawang, KoranSN

Di tahun 2016 sampai saat ini, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Empat Lawang mencatat ada 213 kasus penderita Psikotik (gangguan kejiwaan, red). Dari jumlah itu, 42 penderita diketahui dipasung.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Empat Lawang, M. Taufik melalui Kabid Jamkes Nurul Alya, Kamis (3/11/2016).

“Ada 213 orang yang mengidap penyakit psikotik. Untuk pasung berjumlah 42 dan yang sudah kita fasilitasi 15 orang dan yang belum masih kita usahakan,” terang Nurul.

Ia mengatakan, ada tiga kecamatan yang yang banyak mengidap penyakit kejiwaan tersebut, yakni Kecamatan Lintang Kanan. Di Puskesmas Desa Lesung Batu tercatat 45 penderita psikotik, kemudian Kecamatan Tebing Tinggi 51  penderita dan Kecamatan Paiker di Puskesmas Desa Nanjungan tercatat 32 penderita psikotik.

“Yang paling banyak di Kecamatan Tebing Tinggi dan yang paling rendah di Kecamatan Paiker. Sementara di tujuh kecamatan lainnya, sampai saat ini belum ada laporan yang mengidap penyakit psikotik,” ungkapnya.

Baca Juga :   Belum Ada Titik Api di Empat Lawang

Menurut Nurul, penyebab penyakit psikotik, bisa karena faktor keturunan dan ketidak mampuan seseorang menilai sebuah kenyataan yang tidak sesuai dengan kenginginanya.

“Kebanyakan yang menderita psikotik diakibatkan karena depresi/stres yang berlebihan, keinginannya tidak tercapai, sering berhalusinasi dan tidak bisa menerima kenyataan,” jelas Nurul.

Untuk penanganannya kata Nurul, terlebih dahulu di laporkan ke Puskesmas terdekat. Apabila sudah diberi obat dan terapi oleh Puskesmas selama dua bulan masih tidak ada perubahan langsung di rujuk ke Rumah Sakit Ernaldi Bahar di Palembang.

“Biasanya ditangani terlebih dahulu oleh Puskesmas karena disana ada petugas program pengelolahan kesehatan jiwa. Cukup dengan membawa kartu Jamsoskes atau kartu JKN (Jaminan Kesehatan Nasional), itu semuanya gratis. Tidak semua psikotik harus dirujuk ada yang bisa sembuh tanpa harus dirujuk,” ujarnya

Baca Juga :   Massa Anarkis, Sita Kotak Suara & Amuk Mobil Petugas

Dikatakan Nurul, untuk penanganan penderita psikotik, pihaknya bekerjasama dengan Dinsos, Pol PP, Puskesmas, Bidan Desa dan Camat.

“Penyakit kejiwaan ini bisa dikatakan aib bagi keluarga, tapi kalau memang malu untuk melaporkan ke Dinkes, Puskesmas atau Dinsos bisa melalui Kades, nanti biar Kades yang menyampaikanya kepada kami melalui usulan agar bisa ditindaklanjuti. Yang paling penting peran dari keluarga itu sendiri,” pungkasnya. (foy)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Decky Canser

Avatar

Lihat Juga

Puluhan Warga Tebing Tinggi Terjaring Operasi Yustisi

Empat Lawang, KoranSN Sejak diberlakukannya Peraturan Gubernur Sumsel nomor 37 tahun 2020 tentang Protokol Kesehatan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.