Home / Gema Sriwijaya / 2018, Petani Dibantu Bibit Karet, Coklat dan Kopi

2018, Petani Dibantu Bibit Karet, Coklat dan Kopi

Salah satu lahan yang digarap masyarakat yang sangat subur untuk bercocok tanam. (foto-sunardi/koransn.com)

Muratara, KoranSN

Tahun ini, Pemkab Musi Rawas Utara (Muratara) melalui Dinas Pertanian Dan Perikanan akan membagikan bibit kepada para petani. Hal ini dikarenakan Muratara mempunyai tanah yang subur, dan sangat cocok untuk perkebunan.

Kepala Dinas Pertanian dan Pertanian Muratara, Suhardiman mengatakan tahun 2018, pihaknya merencanakan memberikan bantuan bibit karet, coklat, kopi, dan masih banyak lagi yang lain kepada petani.

“Tanah di Kabupaten kita ini sangat subur dan memang cocok untuk bertani maupun berkebun,” katanya, Senin (8/1/2018).

Ia mengaku, sudah berkoordinasi ke Provinsi Sumsel guna mengajukan apa yang dibutuhkan petani, dengan harapan bisa membantu petani di bumi Beselang Serundingan dalam pengelolaan perkebunan.

“Untuk perkebunan saya sudah mengusulkan ke provinsi, dan pihak provinsi sudah menindak lanjuti ke Dirjen Sarana Prasana Pertanian (SPP) sebanyak 5 unit eksavator, semoga terealisasi sehingga bisa membantu para petani dalam mengelola kebunnya,” katanya.

Suhardiman berharap, para petani tidak mengeluh jika ada kendala, dan segera berkoordinasi ke pihak terkait. Ia juga mengimbau, para petani tidak hanya berpatokan dengan satu kegiatan pertanian, misalkan berpatokan pada kebun karet saja atau kebun sawit, pertanian perkebunan sayurpun menjanjikan untuk usaha.

“Kami siap menampung segala sesuatu yang menjadi kendala para petani, koordinasikan ke kami dan kita cari solusi ataupun jalan keluar bersama dalam menangani permasalah tersebut,” ujarnya.

Terpisah, Rizky (34) salah satu warga desa Noman Baru Kacamatan Rupit Kabupaten Musi Rawas Utara mengatakan jika tanah di Kabupaten Muratara sangat subur di bandingkan tanah yang berada di kepulauan Jawa. Belum pernah ditemukan tanah sebagus itu di kepulauan Jawa, sehingga membuat ia ingin bercocok tanam di Bumi Berselang Serundingan.

“Di sini saya pendatang, dan belum lama berada disini, dan saya melihat di Muratara ini potensi tanahnya subur dan sangat bagus untuk dijadikan lahan pertanian. Dari itu saya mencoba bertani di Muratara,” katanya.

“Untuk tahap awal saya mencoba menanam cabai merah, saya yakin untuk ukuran 1 kapling tanah atau ukuran 10 M X 20 M, itu bisa menghasilkan 130 Kg untuk sekali panen, sementara sekali penanaman itu bisa sampai 9 kali panen. Yang pertama setelah cabai berumur 2 bulan setelah penanaman,” tambahnya.

Ia menjelaskan, jika dirinya belum pernah menemukan tanah di pulau jawa sesubur tanah yang berada di Muratara. Jadi Muratara sangat unggul di bidang tanah, membuat petani bisa bercocok tanam sesuai kemauan.

“Kita ambil contoh kelapa saja, di Jawa buahnya paling banyak berkisar 4 buah, sementara pohon kelapa di Muratara buahnya puluhan,” pungkasnya. (snd)

Publisher : Awid Durohman

Awid Durohman

Lihat Juga

Ratusan Petugas Pemuktahiran Data Pemilih Diturunkan di Lubuklinggau

Lubuklinggau, KoranSN Ketua KPUD Kota Lubuklinggau, Efriadi Suhendri melalui Devisi Teknis, Efrizal mengatakan, guna mensukseskan ...

error: Content is protected !!