Home / Gema Sriwijaya / 2019 Lubuklinggau Bebas Kawasan Kumuh

2019 Lubuklinggau Bebas Kawasan Kumuh


Kejaksaan Tinggi Provinsi Sumatera Selatan

Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin Mengajak Masyarakat untuk datang Ke TPS dan menggunakan hak pilih
Nanan saat menyerahkan dana bantuan investasi kepada perwakilan LKM . (Foto-Rifat/KoranSN)

Lubuklinggau, KoranSN

Program pengentasan kawasan kumuh atau lebih dikenal program 100-0-100 melalui Kota Tanpa Kumuh (KotaKu) di Kota Lubuklinggau terus berlanjut.

Bahkan dari 11 kelurahan dengan luas kawasan kumuh 111,28 Ha ditargetkan akan selesai pada tahun 2019.

Hal ini diungkapkan Koordinator KotaKu (Korkot), Tri Wahyudi usai pembukaan pengembangan Peningkatan Kapasitas Masyarakat (PKM) serta pelatihan Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LKM), Lurah/Camat (cluster) Kota Lubuklinggau tahun 2018 di Aula SMKN 1 Lubuklinggau, kemarin.

Tri menjelaskan, dari total kawasan kumuh berdasarkan SK Walikota Lubuklinggau yakni seluas 111,28 Ha di 11 Kelurahan, yakni Kelurahan Ulak Surung, Karya Bakti, Lubuklinggau Ulu, Lubuklinggau Ilir, Jawa Kanan SS, Pasar Pemiri, Dempo, Bandung Kiri, Mesat Jaya, Mesat Seni dan Muara Enim, tahun 2019 mendatang tersisa 86 Ha lagi atau lima kelurahan lagi.

Pihaknya maupun Pemkot optimis, kawasan tersebut selesai sesuai target yakni tahun 2019.

“Lima kelurahan yang tersisa akan diselesaikan tahun 2019 yakni Kelurahan Muara Enim, Bandung Kiri, Lubuklinggau Ulu, Lubuklinggau Ilir dan Pasar Pemiri. Kelima kelurahan ini memang yang luasnya tidak terlalu luas,” jelas Tri. Mengenai anggaran, untuk tahun 2018 dialokasikan melalui KotaKu sebesar Rp 9,2 miliar untuk enam Kelurahan. Hanya saja baru cair 70 persen atau Rp 6,4 miliar. Dana ini yang secara simbolis dibagikan ke masing-masing LKM.

Baca Juga :   Museum Unik Berisikan Sejarah Migas

Sementara total dana dari KotaKu yang sudah dikucurkan sejak tahun 2015 untuk pengentasan kawasan kumuh di Lubuklinggau, sebesar Rp 12 miliar.

“Ditahun 2019 untuk lima Kelurahan sisanya, lebih kurang Rp 1 miliar. Prioritas tetap di masalah persampahan, drainase dan jalan lingkungan. Namun sepertinya kita lebih mengutamakan mengenai persampahan, bahkan tidak hanya fisik tetapi kedepan juga dalam hal meningkatkan kesadaran masyarakat yang memang menjadi tugas kami,” jelasnya.

Walikota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe usai membuka pelatihan mengatakan, pihaknya bersyukur melalui program ini kawasan kumuh di Kota Lubuklinggau bisa selesai tahun 2019 sesuai dengan target.

Baca Juga :   Diskop UKM PALI Janji Kembangkan Kralon

Bahkan Nanan, mengakui jika saat ini kawasan kumuh sudah hampir semuanya teratasi melalui program ini. Kedepan dilanjutkan Nanan, pihaknya hanya tinggal meneruskan program pengelolaan sampah melalui program bank sampah, yang dikelola melalui pemberdayaan masyarakat. Kelurahan Ulak Surung diungkapkannya, akan menjadi pilot project.

“Kedepan melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim), akan dilaksanakan di 25 kelurahan. Yakni di Kecamatan Lubuklinggau Timur I dan Lubuklinggau Timur II serta daerah lain yang dianggap prioritas,” jelas Nanan.

Iapun berkesempatan menjelaskan mengenai kondisi wilayah Kota Lubuklinggau saat ini kepada peserta pelatihan, serta mengenai kondisi anggaran yang ada saat ini. Nanan meminta semua peserta yang hadir mengikuti pelatihan dengan baik, agar program ini betul-betul terlaksana dengan maksimal.

Saat pembukaan, ia pun menyerahkan secara simbolis Bantuan Dana Investasi (BDI) skala lingkungan tahun 2018, kepada perwakilan LKM. Sementara itu pada acara tersebut juga digelar peningkatan kapasitas masyarakat . Ketua panitia, Rusdianto mengatakan, pelatihan berlangsung 2 hari dengan peserta LKM, Lurah dan Camat. (rif)

Hotel Grand Inna Palembang

Wujudkan Milenial Cinta Tertib Lalu Lintas Berkeselamatan Menuju Indonesia Gemilang

Publisher : Apriandi

Apriandi

Lihat Juga

Dodi Reza Akan Jadi Pembicara di Kampus STIA LAN Bandung

Sekayu, KoranSN Bupati Musi Banyuasin, Dodi Reza Alex Noerdin diundang oleh Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi-Lembaga ...