2020, Pemdes Noman Prioritaskan Empat Kegiatan

Tampak Kades Noman sedang menjelaskan skala prioritas pembangunan pada tahun 2020 mendatang. (Foto-Sunardi/KoranSN)

Muratara, KoranSN

Pemerintah Desa (Pemdes) Noman, Kecamatan Rupit, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) menggelar musyawarah rencana pembangunan desa (Musrenbangdes) tahun 2019, Senin (30/12/2019).

Acara berlangsung di gedung SDN 2 Noman dihadir oleh Camat Rupit, Bappeda Muratara, Pendamping Kecamatan, Tenaga Ahli Tepat Guna (TATG) atau Pendamping Kabupaten, Ketua BPD beserta anggota, Perangkat Desa, Perwakilan Polres Muratara, tokoh agama, tokoh masyarakat serta masyarakat Desa Noman.

Kepala Desa (Kades) Noman, Kecamatan Rupit, Taufik Haris mengatakan anggaran pendapatan dan belanja desa (APBDes) Noman tahun 2020 mendatang dibagi menjadi empat kegiatan prioritas.

“Untuk skala prioritasnya yaitu membangun jembatan beton, kemudian membangun balai desa, setelah itu membangun embung desa dan percetakan sawah, serta pembangunan jalan desa,” ujarnya, Senin (30/12/2019).

Ia menjelaskan pembangunan jembatan beton penghubung antara Desa Noman dengan Desa Noman Baru sudah diusulkan melalui APBN, pembangunan jembatan beton ini sudah diusulkan melalui APBN, sedangkan pembangunan balai desa diambil dari APBDes tahun 2020, kemudian pembangunan embung desa diambil dari APBDes, dari APBD, ataupun dari APBN. Kemudian percetakan sawah diharapkan dananya dari APBDes, APBD maupun APBN.

“Untuk kegiatan pemberdayaannya kita prioritaskan budi daya tanaman alpukat, kemudian penyelenggara pemerintahan desa seperti gaji perangkat, insentif dan lain lain, setelah itu pembinaan penanggulangan kenakalan remaja seperti memberkan pelatihan di balai latihan kerja (BLK), kursus latihan kerja (KLK) ataupun secamanya,” ungkapnya.

Baca Juga :   Jalan Lintas Sumatera Miliki Sejumlah "Rest Area"

Dari hasil musrenbang tahun 2019 ini lanjut Kades, didapat beberapa usulan dan masukan yang disampaikan oleh masyarakat Desa Noman.

“Seperti memanfaatkan lahan tidur untuk dijadikan sawah, pembukaan aliran sungai Noman, menjadikan Desa Noman sebagai sentral komoditi pertanian seperti penanaman Alpukat dan pembudidayaan ikan lele. Kemudian penguatan SDM dengan menjaga kesehatan berupa stop BAB sembarangan di sungai dan penambahan asupan gizi tambahan, menjadikan ikon ciri khas Desa Noman, mengusulkan bea siswa bagi anak berprestasi mulai dari SD, SMP, SMA dan Perguruan tinggi, setelah itu ada yang mengusulkan pengadaan wifi desa, pembangunan jalan setapak dan jalan rabat beton, pembangunan drainase, pembangunan irigasi, Gedung TPQ dan ada beberapa item lagi yang belum dimasukkan dalam berita acara musrenbang pada hari ini. Semua usulan ini akan kita usulkan pada musrenbang di tingkat kecamatan,” katanya.

Sementara itu Ketua BPD Noman, Alamsyah mengusulkan agar dana desa dipergunakan untuk pembukaan lahan tidur menjadi areal persawahan, kemudian Budi Harto mengusulkan kepada Kades agar membuka lahan perkebunan Alpukat sebagai ikon Desa Noman dan budidaya ikan lele.

Setelah itu usulan juga disampaikan oleh Nazif Latif, agar anak-anak sekolah yang berprestasi untuk diberikan penghargaan berupa bea siswa disekolah pesantren maupun diperguruan tinggi sesuai dengan visi Kades yaitu masyarakat Desa yang mandiri berbasis pertanian menuju kesejahteraan berlandaskan iman dan taqwa. Kemudian Misi Pak Kades sendiri yaitu pembangunan sarana dan prasarana Desa, Pengembangan SDM aparat Desa dan SDM masyarakat Desa, pengembangan kegiatan kegiatan keagamaan.

Baca Juga :   HD Bakal Asuransikan Ribuan Perangkat Desa se Sumsel

Ditempat yang sama, Pendamping Kabupaten atau Tenag Ahli Tepat Guna (TATG), Sukandar menjelaskan pembukaan lahan perkebunan maupun areal persawahan diperbolehkan menggunakan dana desa sebanyak 50 hektar namun sistem administrasinya dikelolah oleh BUMDes.

“Kalau mengacu pada Permendes no 11 tahun 2019 dan mengacu pada indek Desa Membangun (IDM) tentang skala prioritas dana desa hampir seluruh itemnya diperbolehkan tapi harus sesuai dengan IDM, untuk lahan pertanian atau cetak sawah maksimalnya 50 hektar. Anggarannnya diperbolehkan dari DD namun lahannya dari masyarakat namun dikelolah oleh BUMDes,” jelasnya.

Ia mencontohkan dana desa itu boleh membangun jembatan beton tapi harus ada kerja sama antar desa, misalnya ada tiga atau empat desa yang ingin membangun jembatan beton. Nah anggarannya boleh mengambil dari dana desa asalkan mencukupi. (snd)

Publisher : Apriandi

Avatar

Lihat Juga

Bupati Muratara Instruksikan Siswa Belajar di Rumah Hingga 6 April 2020

Muratara, KoranSN Dalam upaya pencegahan penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.