Home / Headline / 21 Calon Jamaah Umroh Melapor, Polda Sumsel Police Line Kantor Abu Tours Palembang

21 Calon Jamaah Umroh Melapor, Polda Sumsel Police Line Kantor Abu Tours Palembang

Tampak Kapolda Sumsel saat meninjau calon jamaah yang melapor ke SPKT Polda Sumsel. (Foto-Dedy/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Penyidik Subdit I Keamanan Negara (Kemneg) Ditreskrimum Polda Sumsel, Senin sore (12/2/2018) memasang police line di Kantor Abu Tours Palembang di Jalan Inspektur Marzuki Pakjo Palembang. Pemasangan garis polisi terkait laporan 21 calon jamaah umroh Abu Tours yang siang harinya telah membuat laporan ke Polda Sumsel lantaran belum diberangkatkan umroh ke tanah suci Mekkah.

Laporan para korban diterima petugas SPKT Polda Sumsel dengan Nomor laporan No: LPB/188/ISI/2018/SPKT dengan terlapor Direktur Utama PT Amanah Bersama Umat yang menaungi Abu Tours, H Muhammad Hamzah Mamba (53) warga Jalan Bajigau Raya No 321 Makasar Sulawesi Selatan.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel, Kombes Pol Arison Hendra melalui Kasubdit Keamanan Negara (Kemneg), AKBP Suwandi Prihantoro menegaskan, pihaknya memasang police line di Kantor Abu Tours Palembang menindak lanjuti laporan para calon jamaah umroh yang masuk ke Polda Sumsel.

“Jadi, untuk kepentingan penyelidikan sekitar pukul 17.00 WIB kami telah memasang police line di Kantor Abu Tours Palembang Jalan Inspektur Marzuki Pakjo Palembang,” ungkapnya.

Sebelumnya saat siang hari sekitar pukul 13.00 WIB, puluhan calon jamaah membuat laporan ke SPKT Polda Sumsel. Bahkan Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara langsung turun menemui dan berbincang langsung dengan para korban.

Dikatakan Kapolda, laporan para korban sudah diterima dan akan ditindak lanjuti dengan penyelidikan.

“Nanti, Kantor Abu Tours Cabang Palembang kami pasang garis polisi guna kepentingan penyelidikan. Dalam proses penyelidikannya, tentunya dilakukan tahapan-tahapan yang sama seperti penanganan kasus pidana lainnya. Apalagi perkara ini termasuk dalam pidana penipuan,” ungkapnya.

Menurut Kapolda, jika hasil dari penyelidikan didapati unsur pidananya maka tidak menutup kemungkinan tersangkanya nanti akan dijerat dengan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

“Untuk menerapkan TPPU nanti penyidik akan menelusuri semua aliran uang para korban yang telah disetorkan, kalau terbukti dibelikan harta seperti, mobil dan barang-barang lainnya, tentunya kami akan melakukan penyitaan. Selain itu, kami juga akan berkoordinasi dengan Polda Sulawesi Selatan, karena kantor pusat Abu Tours ada di Makasar. Hal ini dilakukan untuk mengetahui locus penyerahan uang para korbannya terjadi dimana. Bukan hanya itu, Polda Sumsel juga akan berkoordinasi dengan Kementrian Agama untuk mengetahui izin dari Abu Tours tersebut,” ungkap Kapolda.

Masih dikatakan Kapolda, dengan adanya laporan para korban tentunya menjadi fenomena masyarakat Sumsel yang mau berangkat umroh dengan biaya yang murah.

“Kami prihatin dengan adanya kejadian ini. Untuk itu kami menghimbau kepada para korban jangan sampai ada yang anarkis seperti merusak kantor Abu Tours Palembang hingga dapat merugikan diri sendiri. Serahkan semuanya kepada kami, biar polisi yang melakukan penyelidikan,” jelas Kapolda.

Disingung terkait informasi yang dihimpun wartawan jika diantara calon jamaah umroh Abu Tours yang membuat laporan di Polda Sumsel ada yang merupakan anggota kepolisian? Diungkapkan Kapolda jika dirinya sangat menyayangkan hal tersebut.

Publisher : Awid Durohman

Awid Durohman

Lihat Juga

1 Tewas 2 Terluka, Pencuri Mobil Tabrak Kerumunan Warga Kertapati

Palembang, KoranSN Syahril Alamsyah (19), warga Jembatan I Kecamatan Kertapati Kota Palembang nekat menabrakan mobil ...

error: Content is protected !!