Home / Headline / 21 Calon Jamaah Umroh Melapor, Polda Sumsel Police Line Kantor Abu Tours Palembang

21 Calon Jamaah Umroh Melapor, Polda Sumsel Police Line Kantor Abu Tours Palembang

Penyidik Keamanan Negara Polda Sumsel memasang police line di Kantor Abu Tours Palembang. (Foto-Subdit I Ditreskrimum Polda Sumsel)

“Ya, saya sangat sesalkan mengapa polisi juga ada yang bisa tertipu. Harusnya baca dulu berita, walaupun demikian namanya manusia ingin yang murah,” tandas Kapolda.

Sementara salah satu calon jamaah umroh Muklis (58), warga Cinta Manis Ogan Ilir mengatakan, ia dan rekan-rekannya sesama calon jamaah umroh Abu Tours Palembang mendatangi Polda Sumsel untuk melaporkan Direktur Utama PT Amanah Bersama Umat yang menaungi Abu Tours. Hal tersebut dilakukan lantaran selama ini para calon jamaah selalu dijanjikan berangkat umroh tanpa kepastian.

“Kami membuat laporan di kepolisian agar penangungjawab Abu Tours memberangkatkan kami umroh, kalaupun tidak diberangkatkan kami meminta uang kami dikembalikan, jangan hanya janji-janji. Dari itulah kami membuat laporan di Polda Sumsel, sebab kami tidak tahu lagi mau mengadu kemana,” kata pria yang merupakan Petani Karet ini.

Diungkapkannya, jika dirinya hendak berangkat umroh bersama isterinya, dari itulah pada tanggal 15 Januari 2017 lalu ia telah menyetorkan uang keberangkatan umroh senilai Rp 26 juta kepada kasir di Kantor Abu Tours Cabang Palembang.

“Saat itu saya dan isteri dijanjikan berangkat umroh awal Januari 2018, kemudian dimundurkan lagi akhir Januari, setelah itu diundur lagi hingga awal Februari 2018. Jadi pihak Abu Tours selalu memundurkan jadwal keberangkat hingga sampai saat ini kami tidak juga diberangkatkan. Sebelum membuat laporan kami juga sudah bebeberapa kali mendatangi kantornya di Pakjo dan kantor itu selalu tutup, tidak ada orangnya. Kami minta kalau tidak diberangkatkan umroh, uang kami dikembalikan. Karena uang itu ‘uang sakit’, cukup lama saya mengupulkannya” tegasnya.

Firdaus (30), warga Perumas Sako Palembang yang juga calon jamaah umroh Abu Tours Cabang Palembang mengungkapkan, dirinya membuat laporan ke Polda Sumsel bersama calon jamaah umroh lainnya dikarenakan pihak Abu Tours tidak memiliki itikat baik untuk memberangkatkan para calon jamaah. Padahal, awal Januari 2017 lalu dirinnya telah menyetorkan uang senilai Rp 97 juta untuk biaya keberangkatan umroh dirinya dan empat keluarganya.

“Dari informasi yang kami dapatkan dari warga sekitar kantor Abu Tour Palembang, diketahui jika malam hari kemarin pihak Abu Tours sudah mengangkuti semua barang-barang yang ada di kantor tersebut. Selain itu semua handphone penangungjawabnya tidak ada lagi yang aktif. Dari itulah kami melapor ke Polda Sumsel ini,” ungkapnya.

Calon jamaah umroh lainnya, Junaidi (37) mengungkapkan, jika dirinya sempat ke Jakarta untuk menemui pimpinan Abu Tours Wilayah Barat guna mempertanyakan nasib keberangkatan umroh dirinya bersama calon jamaah lainnya yang ada di Palembang.

“Setelah bertemu dengan pimpinan Abu Tours wilayah Barat tersebut, mereka menyampaikan solusai kalau para calon jamaah di Palembang bisa diberangkatkan umroh. Adapun solusi tersebut yakni; kami diminta menambah uang lagi senilai Rp 15 juta atau kami menambah uang lagi sebanyak Rp 6 juta dengan syarat membawa dua warga yang mau mendaftar sebagai calon jamaah haji. Mereka meminta tambahan uang dengan beralasan adanya kenaikan ongkos umroh. Tentunya, hal ini tidak masuk akal dan sangat memberatkan semua jamaah, untuk itu kami memutuskan melaporkan pihak Abu Tours,” pungkasnya. (ded)

Publisher : Awid Durohman

Awid Durohman

Lihat Juga

Penumpang Perempuan Dijadikan Umpan Membegal Driver Taksi Online

Palembang, KoranSN Timotius Gunawan (49), warga Jalan Naskah Kelurahan Sukarami Kecamatan Sukarami Palembang yang merupakan ...

error: Content is protected !!