Hadapi Asian Games 2018, Money Changer Masih Minim

SERTIJAB – Foto bersama dan jabat tangan usai acara serah terima jabatan dari Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sumsel, Hamid Ponco Wibowo (kanan) digantikan dengan pejabat baru yakni; Rudi Hairudin yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Grup Manajemen Investasi Departemen Pengelolaan Devisa Bank Indonesia, Jumat (17/2). (foto/ferdinand/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Menghadapi perhelatan akbar Asian Games yang akan berlangsung pada 2018 jumlah sebaran money changer di Sumatra Selatan masih sangat minim. Saat ini baru sekitar 19 tempat money changer sebagai temapt penukaran mata uang asing.Hal tersebut dikatakan Hal tersebut dikatakan Deputi Gubernur Bank Indonesia, Rusmaya Hadi usai serah terima jabatan Kakan Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumsel dari Hamid Ponco Wibowo kepada Rudi Choirudin, kemarin.

“Menjelang pelaksanaan Asian Games harus diperbanyak karena para turis akan memanfaatkan fasilitas tersebut untuk kepentingan selama pelaksanaan Asian Games. Karena transaksi otomatis harus memakai mata uang rupiah. Penukaran mata uang asing adalah salah satu uang mendorong meningkatkan transaksi perbankan,”tuturnya.

Dalam mendukung Asian Games ditegaskannya, perbankan juga dapat turut serta mendukung penggunaan uang rupiah dengan meningkatkan layanan penukaran di kantornya. Bank sentral memang harus mampu memenuhi ketersediaan uang rupiah selama pelaksanaan Asian Games.

Baca Juga :   Hotel Callista Lahat Tawarkan Paket Outbond dan Rafting

Sementara itu kebijakan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump dikatakannya, harus diantisipasi karena suku bunga dari Amerika bakal naik 2 kali. KOndisi ketidakpastian suku bunga tersebut membuat para investor akan menunggu dan melihat bagi pertumbuhan perekonomian, meskipun Indonesia berhasil dalam makro ekonomi.

“Sumsel termasuk provinsi yang sangat baik dalam menjanga harga pangan, karena itu kerjasama Bank Indonesia dengan stakeholder yang sudah baik harus terus dilanjutkan agar harga pangan tetap stabil,”ujarnya.

Sementara untuk pertumbuhan kredit dikatakannya, masih rendah sehingga BI harus menerapkan bunga acuan. Saat in pertumbuhan masih dikisaran 78,9 % perlu ditingkatkan hingga 10-11 %. Untuk pertumbuhan ekonomi Sumsel di tahun 2016 5,15 melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yaitu 5,02 %. Kontribusi yang diberikan Sumsel untuk nasional sebesar 2,8 % berasal dari pertambangan, pertanian, batubara dan penghasil karet terbesar di Indonesia.

Baca Juga :   The Excelton Beri Mitra Penghargaan

Sedangkan Wagub Sumsel, Ishak Mekki mengatakan, banyak sumbangsih yang telah diberikan Kakanwil BI yang lama, Hamid Ponco Wibowo terhadap pembangunan di Sumsel. Selama ini BI sudah bersinergi dengan pemerintah dalam menjaga perekonomian, inflasi dan pembangunan UMKM dalam upaya menurunkan angka kemiskinan di Sumsel.

“Kepada pejabat baru pasti memiliki tugas berata, karena itu saya berharap dapat mewujudkan Sumsel Sejahtera, Maju dan Berdaya Saing nasional karena Sumsel adalah lokasi yang strategis kaya dengan sumber daya alamnya,”pungkasnya. (ima)

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Menperin: Kenaikan Indeks PMI Tunjukkan Kebijakan Telah “On The Track”

Jakarta, KoranSN Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, kenaikan purchasing manager’s index (PMI) manufaktur …