Home / Headline / 3 Begal di Fly Over Keramasan Kertapati Ditangkap Jatanras Polda Sumsel

3 Begal di Fly Over Keramasan Kertapati Ditangkap Jatanras Polda Sumsel

Tiga tersangka begal motor (mengenakan baju tahanan) saat dihadirkan dalam gelar ungkap kasus di Mapolda Sumsel. Tampak, AKBP Yoga Baskara menunjukkan senjata tajam jenis parang yang digunakan pelaku untuk mengancam korban. (Foto-Dedy/KoranSN)

Palembang, KoranSN

Pihak kepolisian Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel menangkap tiga tersangka begal yang melancarkan aksinya di Fly Over Keramasan Kecamatan Kertapati Palembang.

Ketiga tersangka tersebut yakni; Nopriansyah (28), Kurniawan (30) dan Dodi Hamka (29). Ketiganya ditangkap di kediaman masing-masing di Desa Ibul Besar Kecamatan Pemulutan Ogan Ilir, Rabu (11/7/2018).

Dari ketiga tersangka, polisi terpaksa melumpuhkan kedua kaki Nopriansyah lantaran saat akan ditangkap tersangka melakukan perlawanan dan berusaha melarikan diri.

Aksi begal tersebut dilakukan ketiga tersangka bersama satu pelaku berinisial ‘K’, yang masih buron terhadap korban pengendara sepeda motor pada 6 Mei 2018 lalu. Dimana dalam melakukan aksi begal, para tersangka yang mengendarai dua sepeda motor mengancam korban dengan senjata tajam jenis parang.

Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel, AKBP Yoga Baskara didampingi Kanit II Kompol Bakhtiar, Jumat (13/7/2018) mengatakan, dalam melancarkan aksinya ketiga tersangka bersama satu pelaku yang masih buron berboncengan mengendarai dua sepeda motor dari Ogan Ilir mencari korban yang akan menjadi sasaran begal secara acak.

“Hingga saat melintasi Fly Over Keramasan, para tersangka melihat korban mengendarai sepeda motor yang saat itu berada di depan mereka. Karena aksi begal yang dilakukan tersangka ini sudah direncanakan mereka dari rumah, maka saat melihat korban, tersangka langsung memepet kendaraan korban. Kemudian pelaku yang membawa parang langsung mengancam korban dengan mengalungkan parang tersebut ke leher korban. Setelah itu, tersangka merampas motor korban,” katanya saat gelar ungkap kasus di Mapolda Sumsel.

Masih dikatakan Yoga, ditangkapnya ketiga tersangka hasil dari penyelidikan hingga diketahui keberadaan tersangka, Nopriansyah, Kurniawan dan Dodi Hamka dan langsung dilakukan penangkapan.

“Dari ketiga tersangka kami terpaksa melumpuhkan tersangka Nopriansyah. Sebab saat akan ditangkap tersangka melawan dan berusaha melarikan diri. Dari pengakuan ketiga tersangka usai diamankan, mereka melakukan begal karena butuh uang untuk beli minuman keras (Miras) dan poya poya. Kini ketiga tersangka sudah kami amankan untuk dilakukan proses hukum, dalam kasus ini ketiganya dijerat Pasal 365 KUHP. Sedangkan untuk kasusnya masih dilakukan pengembangan,” tandas Yoga.

Sementara tersangka Nopriansyah mengatakan, aksi begal tersebut memang sudah direncanakan olehnya dan rekan rekannya. Bahkan ‘K’ (DPO) membawa senjata tajam jenis parang yang diselipkan ke dalam jaket.

“Kalau saya berperan mengendarai motor membonceng ‘K’. Kemudian saat membegal korban, saya memepetkan motor ke kendaraan korban hingga laju motor korban berhenti, dan saat itulah ‘K’ turun dari motor yang saya kendarai lalu mengancam korban dengan parang. Setelah itu, ‘K’ merampas motor korban dan kami langsung kabur dari lokasi kejadian,” ujarnya.

Sedangkan tersangka Kurniawan mengungkapkan, dirinya ikut terlibat aksi begal motor setelah diajak oleh pelaku ‘K’.

“Baru inilah aku ikut melakukan begal motor. Saat kejadian saya berperan menghadang dan memberhentikan laju sepeda motor korban,” tutupnya. (ded)

Publisher : Apriandi

Apriandi

Lihat Juga

Abu Daud Terduga Teroris di Banyuasin Ternyata Residivis Kasus Pembunuhan

Palembang, KoranSN Tujuh terduga teroris yang ditangkap Densus 88 Antiteror Polri di Banyuasin dan Palembang, ...

error: Content is protected !!