3 Terdakwa Dugaan Korupsi Proyek Gudang Beku Dinas Perikanan Didakwa Jaksa

Ketiga terdakwa saat menjalani sidang dengan agenda dakwaan di Pengadilan Negeri Tipikor Palembang. (foto-dedy/koransn)

Palembang, KoranSN

Tiga terdakwa dugaan korupsi proyek pembangunan Gedung Beku Dinas Perikanan Kabupaten Musi Banyuasin, Selasa (7/1/2020) menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Tipikor Palembang.

Adapun ketiga terdakwa tersebut, yakni Kepala Dinas Perikanan Musi Banyuasin, Abdul Mukohir yang juga merupakan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), Rudi Hartono selaku pihak kontraktor, dan terdakwa Mutia Rahma selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Proyek Pembangunan Gedung Beku.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Muba, Arie Apriansyah dan Chandra Irawan saat membacakan dakwaan dalam persidangan mengatakan,
pembangunan gedung beku ini menggunakan angaran dari APBD tahun 2016
dengan nilai proyek Rp 2.048.730.000.

Namun dalam pengerjaan proyek tersebut, ketiga terdakwa diduga melakukan perbuatan tindak pidana yakni melakukan dugaan mark-up hingga menimbulkan kerugian negara sebesar Rp 512 juta.

Baca Juga :   Pastikan Stok Pangan Aman Jelang Lebaran, Alex Noerdin Tinjau Pasar Induk Jakabaring

“Untuk itu kami selaku JPU mendakwa ketiga terdakwa dengan Pasal 2 Ayat (1) Jo Pasal 18 UU No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagimana yang telah diubah atau ditambah dengan UU No. 20 tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP, serta subsider Pasal 3 Jo Pasal 18 UU No. 31 tahun 1999,” tegas JPU.

Usai mendengarkan dakwaan dari JPU, selanjutnya Ketua Majelis Hakim Kamalludin meminta tanggapannya kepada kuasa hukum ketiga terdakwa apakah akan melakukan upaya hukum terkait dakwaan tersebut.

“Silahkan berkoordinasi dengan kuasa hukum apakah akan melakukan langkah hukum, yakni mengajukan eksepsi,” ungkap Ketua Majelis Hakim.

Sementara Nurmala selaku kuasa hukum ketiga terdakwa mengungkapkan, jika pihaknya akan mengajukan eksepsi terkait dakwaan JPU kepada ketiga terdakwa.

Baca Juga :   Dugaan Kasus Gratifikasi Penerimaan Anggota Polda Sumsel, AKBP 'SY' Jadi Koordinator Penerima Suap Rp 5,3 M

“Kami mengajukan eksepsi karena keberatan atas dakwaan jaksa, terutama terkait dugaan kerugian negara yang terjadi. Sebab kami menilai ada perbedaan nominalnya, dimana berdasarkan hasil audit dugaan kerugian negara yang terjadi yakni sekitar Rp 300 jutaan, namun dalam dakwaan JPU disebut kerugian negaranya yakni Rp 512 juta. Maka dengan ini kami mengajukan eksepsi,” tandasnya.

Setelah mendengar keterangan dari kuasa hukum para terdakwa, selanjutnya Ketua Majelis Hakim Kamalludin menunda dan menutup persidangan hingga Selasa depan.

“Dengan ini sidang ditutup dan akan kembali dibuka pada Selasa 14 Januari 2020 mendatang dengan agenda eksepsi dari kuasa hukum terdakwa,” tutup Hakim. (ded)

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Kakak Adik Bunuh Azhar di Depan Anaknya

Palembang, KoranSN Pembunuhan korban Azhar alias Aang (45), yang terjadi di Jalan Slamet Riady tepatnya …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.