30 Saksi OTT Bupati Banyuasin Sudah Diperiksa KPK

Bupati Banyuasin Yan Anton Ferdian ( kemeja kotak-kotak menyandang tas) saat di dalam bus di Mapolda Sumsel usai tertangkap OTT KPK, hendak dibawa ke KPK Jakarta, beberapa waktu yang lalu. (Foto-Doc-Ferdinand/Koransn.com)
Bupati Banyuasin Yan Anton Ferdian ( kemeja kotak-kotak menyandang tas) saat di dalam bus di Mapolda Sumsel usai tertangkap OTT KPK, hendak dibawa ke KPK Jakarta, beberapa waktu yang lalu. (Foto-Doc-Ferdinand/Koransn.com)

Palembang, KoranSN

Sebanyak 30 saksi dari pejabat dan juga mantan pejabat Pemkab Banyuasin telah menjalani pemeriksaan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Polda Sumsel.

Puluhan saksi ini diperiksa untuk menjadi saksi Bupati Banyuasin Yan Anton Ferdian yang merupakan tersangka dugaan kasus suap proses perencanaan, penganggaran, dan pelaksanaan proyek pengadaan barang dan jasa di dinas pendidikan dan dinas-dinas lainnya di lingkungan Pemkab Banyuasin.

Pemeriksaan saksi-saksi di Polda Sumsel, pertama dilakukan, Selasa (27/9/2016). Ada 7 saksi yang diperiksa di hari tersebut, mereka yakni; Kepala Dinas Pariwisata yang juga mantan Kepala Dinas Pendidikan Banyuasin Merki Bakri, Kepala Dinas PU Cipta Karya Noor Yosept Zaath, Kabag Unit Layanan dan Pengadaan (ULP) Banyuasin Eko Rusdianto, Staf Keuangan Sekda Banyuasin Buchori, driver Bupati Banyuasin Rusdi alias Boy, PNS PU Cipta Karya Hari Kusuma alias Ayik, dan ajudan Sekda Banyuasin Fandi.

Kemudian, keesokan harinya, Rabu (28/9/2016) delapan saksi juga diperiksa penyidik KPK, mereka adalah; Wakil Bupati (Wabup) Banyuasin SA Supriyono, Asisten Ekonomi Pembangunan Desa dan Kesra Banyuasin Rislani A Gafar, Kepala Dinas PU Bina Marga Abi Hasan MP, Kepala DPPKAD Banyuasin Bambang Wirawan, Staff PU Banyuasin Reza Irwansyah, Staf Rumah Dinas Bupati Banyuasin Sarmidiyono alias Medi, Mantan PPK Banyuasin Iskandar, dan Mentan Staff Dinas Pendidikan Banyuasin Reza Pahlevi.

Lalu dihari Kamis (29/9/2016), sebanyak delapan saksi diperiksa KPK, mereka yakni; Sekda Pemkab Banyuasin Firmansyah, Kepala Sub Bagian Pengembangan Layanan Pengadaan Pemkab Banyuasin Yulinda, Karyawan Bank Sumsel Babel Sapta, serta lima pihak swasta, Taufik Firman, Reza Ferdinan, Asmun, Indra, serta Rendi Juliansyah.

Sedangkan di hari Jumat (30/9/2016), tujuh saksi kembali diperiksa penyidik KPK di Mapolda Sumsel. Saksi-saksi tersebut adalah; Plt Kepala Bagian (Kabag) Humas Protokol Pemkab Banyuasin Robi Sandes, Kabid Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Banyuasin Sadirman, Kepala Bagian Admistrasi Pembangunan Sekretariat Daerah Banyuasin Arian, Admisntrasi Umum Asisten III Pemkab Banyuasin Sofran, Mantan Kepala Dinas PU Pengairan-Staf Ahli Bupati Banyuasin M Syahrial, PPK Kabid Disnakertrans Banyuasin Asmi, serta Kepala Seksi Perencanaan Program Dinas PU Cipta Karya Provinsi Sumsel Dafriansyah.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Biro Humas KPK Yuyuk Andriati kemarin mengungkapkan, para saksi tersebut diperiksa penyidik KPK untuk menjadi saksi Bupati Banyuasin Yan Anton Ferdian.

“Jadi, pemeriksaan saksi-saksi yang dilakukan penyidik KPK di Polda Sumsel untuk melengkapi berkas perkara Bupati Banyuasin,” ungkap Yuyuk.

Diketahui sebelumnya (Wabup) Pemkab Banyuasin SA Supriyono saat dihubungi melalui handpone pribadinya membenarkan jika dirinya sejak pukul 09.00 WIB hingga pukul 13.00 WIB telah mejalani pemeriksaan penyidik KPK di Polda Sumsel untuk menjadi saksi terkait OTT KPK di Banyuasin.

Baca Juga :   Pasutri Ditabrak KA Babaranjang, Putus Tangan dan Kaki, Akhirnya Meninggal

“Dalam pemeriksaan tersebut, pertanyaanya yang diajukan KPK hanya sebatas tugas-tugas pokok saya saja. Bahkan dalam pemeriksaan tersebut tidak ada membicarakan soal proyek-proyek, OTT KPK, serta mengenai Bupati Banyuasin. Hal ini dikarenakan, sayakan kan tidak ada kaitannya dengan dugaan kasus ini,” kata Wabup.

Disinggung terkait dirinya yang diduga sering tak dilibatkan beberapa kegiatan di Pemkab Banyuasin oleh Bupati Banyuasin Yan Anton Ferdian sebelum dugaan kasus ini terjadi? Diungkapkan Wabup SA Supriyono, jika dirinya enggan berkomentar terkait hal tersebut. “Kalau untuk itu saya tidak bisa menjawabnya, karena sakarang kita bicara yang saat ini saja ya,” tutupnya.

Sementara Sekda Pemkab Banyuasin Firmansyah yang menjalani pemeriksaan penyidik KPK di Polda Sumsel selama 9 jam, dan Asisten Ekonomi Pembangunan Desa dan Kesra Banyuasin Rislani A Gafar yang juga telah diperiksa penyidik KPK. Keduanya tak berkomentar banyak saat diajukan pertanyaan oleh sejumlah wartawan terkait pemeriksaan yang telah mereka jalani.

“Ya, saya diperiksa KPK sebagai saksi terkait OTT Banyuasin. Sejak pukul 10.00 WIB saya menjalani pemeriksaan,” ujar Sekda Pemkab Banyuasin Firmansyah, baru-baru ini.

Sekda enggan berkomentar saat disingung apakah dirinya mengetahui lelang-lelang proyek di dinas-dinas yang ada di Banyuasin termasuk lelang di Dinas Pendidikan Banyuasin. “Saya tidak tahu,” ujar Sekda.

Bahkan Sekda kembali melontarkan kata-kata tidak tahu ketika sejumlah wartawan menyingung seputaran pertanyaan yang diajukan peyidik terhadapnya saat menjalani pemeriksaan. “Tidak tahu, tidak tahu, tanya ke penyidik,” tutup Sekda.

Sama halnya diungkapkan Asisten Ekonomi Pembangunan Desa dan Kesra Banyuasin Rislani A Gafar. Usai menjalani pemeriksaan Rislani A Gafar bungkam kepada wartawaan dan tergesa-gesa menuju mobil yang ditumpanginya untuk meninggalkan Mapolda Sumsel.

“Tanya saja ke penyidik,” ucap Rislani A Gafar ketika diajukan pertanyaan oleh wartawan terkait pemeriksaan KPK yang telah dijalaninya.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Biro Humas KPK Yuyuk Andriati sebelumnya telah menegaskan, penyidik KPK hingga kini terus mendalami dan mengembangkan kasus OTT Bupati Banyuasin Yan Anton Ferdian untuk mencari barang bukti guna membidik tersangka baru dalam dugaan kasus suap proses perencanaan, penganggaran, dan pelaksanaan proyek pengadaan barang dan jasa di dinas pendidikan dan dinas-dinas lainnya di lingkungan Pemkab Banyuasin.

Menurut Yuyuk, apabila dalam pendalaman dan pengembangan yang dilakukan, penyidik mendapati bukti-bukti dugaan keterlibatan tersangka baru tentunya segera ditetapkan KPK sebagai tersangka berikutnya.
“Penyidik sedang bekerja mencari bukti-bukti dugaan keterlibatan pihak-pihak lainnya termasuk pihak dari SKPD. Apabila, dalam pendalaman yang dilakukan, KPK mendapati bukti kuat dugaan keterlibatan tersangka lainnya, ya bisa saja ada tersangka baru yang berikutnya ditetapkan oleh KPK,” tegas Yuyuk.

Baca Juga :   Bios 44 Disosialisasikan di Kodim Bandung

Diungkapkan Yuyuk, dalam pendalaman penyidikan yang kini dilakukan, penyidik KPK juga masih terus melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi.

“Tujuan pemeriksaan saksi ya untuk melengkapi berkas perkara para tersangka dan juga untuk mencari bukti-bukti,” tutup Yuyuk.

Diberitakan sebelumnya, dugaan kasus ini terungkap setelah Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK terhadap Bupati Yan Anton Ferdian, Minggu 4 September 2016 di rumah dinas Bupati Banyuasin. Dalam OTT tersebut, KPK juga mengamankan barang bukti uang Rp 299,8 juta dan uang Dolar Amerika senilai 11.200 USD.

Usai dilakukan OTT, KPK pun menetapkan Yan Anton sebagai tersangka. Selain Yan Anton, dalam perkara ini KPK juga menetapkan lima tersangka lainnya, mereka yakni; ‘UU’ (Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuasin), STY’ (Kasi Pembangunan Peningkatan Mutu Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Bidang Program dan Pembangunan Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuasin), RUS’ (Kasubag Rumah Tangga Bagian Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Banyuasin), ‘ZM’ (Direktur CV PP), serta ‘K’ (pihak swasta).

Bahkan untuk memdalami dugaan kasus ini KPK kini telah menambah masa tahanan para tersangka hingga 40 hari kedepan yang dihitung mulai dari tanggal 25 September 2016 hingga 3 Oktober 2016 mendatang.

“Penambahan masa penahanan merupakan wewenang penyidik KPK. Dimana tujuannya karena penyidik masih memerlukan waktu untuk melengkapi berkas perkara para tersangkanya, serta untuk melakukan pendalaman penyidikan dugaan kasus ini,” tegas Plh Kepala Biro Humas KPK Yuyuk Andriati, waktu itu.

Untuk diketahui, pemeriksaan para saksi yang dilakukan penyidik KPK di Polda Sumsel bukanlah yang pertama kalinya. Karena, usai OTT dilakukan KPK, selama dua hari berturut-turut yakni Kamis 8 September 2016 dan Jumat 9 September 2016 penyidik KPK juga telah memeriksa sejumlah saksi di Polda Sumsel.

Adapun para saksi yang diperiksa tersebut yakni; Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Banyuasin, Kabid Program dan Pembangunan Dinas Pendidikan Banyuasin, Kabid Pendidikan Nonformal Dinas Pendidikan Banyuasin, serta Kabid Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Banyuasin.

Selain itu, Kabid Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Banyuasin, Kasi Perencanaan Dinas Pendidikan Banyuasin, seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Dinas Pendidikan Banyuasin, Kepala Dinas Pariwisata yang juga mantan Kadis Pendidikan Banyuasin, dan seorang Staf di Rumah Dinas Bupati Banyuasin. (ded)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Decky Canser

Avatar

Lihat Juga

Penimbun Gas LPG 3 Kg Ditangkap Polsek Kota Lahat

Lahat, koranSN ‘MZ’ (42), warga Jalan R Suprapto Talang Berangin Kelurahan Bandar Agung Kabupaten Lahat …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.