Penyerahan Dokumen Syarat Minimal Dukungan Pasangan Calon Perseorangan Dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir Tahun 2020
Home / Headline / 4 Terdakwa Dugaan Kasus Korupsi Proyek Tugu Batas Palembang Divonis 1 Tahun 4 Bulan Penjara

4 Terdakwa Dugaan Kasus Korupsi Proyek Tugu Batas Palembang Divonis 1 Tahun 4 Bulan Penjara

Empat terdakwa dugaan kasus korupsi proyek tugu batas Kota Palembang saat menjalani sidang vonis di PN Tipikor klas 1A Palembang. (Foto-Dedy/KoranSN)

Palembang, KoranSN

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tipikor Palembang, Senin (2/12/2019) menjatuhkan vonis kepada empat terdakwa dugaan kasus korupsi proyek tugu batas Kota Palembang dengan hukuman masing-masing 1 tahun 4 bulan kurungan penjara.

Hal tersebut terungkap saat Ketua Majelis Hakim, Kamaludin SH MH didampingi Hakim Anggota Abu Hanifah SH MH dan Junaida SH MH membacakan putusan atau vonis untuk keempat terdakwa di persidangan.

Adapun keempat terdakwa tersebut yakni; terdakwa Ahmat Thoha selaku pihak dari kontraktor, Khairul Rizal selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan juga Kasi di Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya dan Perumahan Pemkot Palembang, M Ichsan Pahlevi selaku kontraktor, dan Asmol Hakim selaku konsultan pengawas.

“Dalam perkara ini para terdakwa terbukti melanggar Pasal 3 ayat (1) Jo Pasal 18 UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Untuk itu dengan ini, kami Majelis Hakim mengadili keempat terdakwa dengan hukuman masing-masing 1 tahun 4 bulan penjara, dan denda masing-masing sebesar Rp 50 juta subsider 2 bulan kurungan,” tegas Ketua Majelis Hakim, Kamaludin SH MH.

Masih dikatakan Hakim, terkait putusan vonis yang telah ditetapkan oleh pihaknya tersebut maka keempat terdakwa dapat melakukan langkah hukum apabila keberatan dengan vonis yang telah dibacakan di persidangan.

“Untuk terdakwa silahkan berkoordinasi dengan kuasa hukum, apakah akan mengajukan upaya hukum banding atau pikir-pikir selama satu pekan kedepan,” ujar Ketua Majelis Hakim, Kamaludin SH MH.

Baca Juga :   Harnojoyo: Ziarah Kubro Wisata Religi di Bumi Sriwijaya

Setelah berkoordinasi dengan kuasa hukum, keempat terdakwa melalui kuasa hukumnya menyatakan pikir-pikir terkait vonis dari Majelis Hakim.

Kemudian Hakim pun meminta tanggapan kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) terkait vonis keempat terdakwa. Pertanyaan Hakim dijawab Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri (Kejari) Palembang, Dede melalui Kasubsi Penuntutan, Hendy Tanjung yang merupakan Jaksa Penutut Umum (JPU). Dimana terkait vonis tersebut pihaknya juga menyatakan pikir-pikir.

“Kami menyatakan pikir-pikir terkait vonis para terdakwa Yang Mulia Majelis Hakim,” ungkap Hendy.

Usai mendengar jawaban dari pihak terdakwa dan JPU, Ketua Majelis Hakim Kamaludin SH MH menyatakan sidang dalam perkara tersebut ditutup.

Sementara Kasi Pidsus Kejari Palembang, Dede didampingi Kasubsi Penuntutan Hendy Tanjung usai persidangan mengungkapkan, pihaknya menyatakan pikir-pikir terkait putusan hakim tersebut lantaran pihaknya akan lebih dulu malapor kepada atasan.

Disingung terkait tersangka baru dalam perkara ini, pasalnya pada sidang-sidang sebelumnya ada sejumlah nama yang disebut di persidangan? Dikatakannya, jika untuk tersangka baru dalam perkara ini pihaknya masih menunggu salinan dari putusan Majelis Hakim.

“Jadi kami masih menunggu salinan lengkap putusan vonis dari Majelis Hakim. Sebab putusan tersebut nantinya akan kita pelajari dulu,” tandasnya.

Diketahui, vonis keempat terdakwa lebih rendah dari tuntutan JPU yang dalam sidang sebelumnya telah menuntut keempat terdakwa dengan hukuman masing-masing pidana 1 tahun 6 bulan penjara.

Baca Juga :   Universitas Sriwijaya Raih Akreditasi A BAN PT

JPU Kejari Palembang, Hendy Tanjung saat membacakan tuntuan keempat terdakwa di persidangan, Senin (28/10/2019) mengungkapkan, berdasarkan keterangan para saksi dan barang bukti yang telah dihadirkan dalam persidangan serta keterangan para saksi ahli maka pihaknya menilai perbuatan keempat terdakwa telah terbukti secara sah melakukan perbuatan tindak pidana korupsi hingga menimbulkan kerguian negara.

“Oleh karena itu kami JPU menuntut terdakwa Ahmat Thoha, Khairul Rizal, M Ichsan Pahlevi dan Asmol Hakim terbukti secara sah dan meyakini melanggar Pasal 3 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, dan kami meminta agar Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Palembang menjatuhkan putusan vonis kepada keempat terdakwa dengan hukuman masing-masing 1 tahun 6 bulan penjara, serta mendenda masing-masing terdakwa Rp 50 juta atau diganti dengan kurungan penjara selama 3 bulan,” tegasnya saat itu.

Diberitakan sebelumnya, dugaan kasus ini terungkap hasil dari penyelidikan dan penyidikan penyidik Tindak Pidana Korupsi Sat Reskrim Polresta Palembang hingga akhirnya, Rabu (17/6/2019) keempat tersangka yang kini sudah menjadi terdakwa dilimpahkan penyidik Tindak Pidana Korupsi Sat Reskrim Polresta Palembang ke Jaksa Kejari Palembang.

Usai diserahkan ke jaksa, keempatnya saat itu dijebloskan Jaksa Tindak Pidana Khusus Kejari Palembang ke penjara Rumah Tahanan Negara (Rutan) Pakjo Palembang.

Menindaklanjuti pelipahan tersebut, Senin (29/7/2019), Jaksa Penuntut Umum Kejari Palembang melimpahkan berkas perkara ke Pengadilan Negeri Kelas I A Palembang.

Bukan hanya itu, di hari yang sama Jaksa Pidana Khusus Kejari Palembang juga melakukan penyitaan uang kerugian negara dalam dugaan kasus ini. Adapun jumlah uang yang disita dari keempat terdakwa, yakni sebesar Rp 505.923.660,08. (ded)

Publisher : Apriandi

Avatar

Lihat Juga

Sidang Dugaan Korupsi Kredit Rugikan Negara Rp 13 M, Pihak Bank Sumsel Babel dan PT Rekind Saling Bantah

Palembang, KoranSN Saksi dari pihak Bank Sumsel Babel (BSB) dan saksi dari PT Rekayasa Industri …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.