Penyerahan Dokumen Syarat Minimal Dukungan Pasangan Calon Perseorangan Dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir Tahun 2020
Home / Kota Musi / 45 Hektare Lahan Terbakar di Ogan Ilir Diselidiki

45 Hektare Lahan Terbakar di Ogan Ilir Diselidiki

Petugas BPBD saat memadamkan api yang membakar lahan di Ogan Ilir. (Foto-BNPB Sumsel)

Palembang, KoranSN

Pihak kepolisian saat ini melakukan penyelidikan terkait kebakaran lahan seluas 49 hektare yang terjadi di Kabupaten Ogan Ilir. Demikian dikatakan Kapolda Sumsel, Irjen Pol Firli, Minggu (4/8/2019).

Diungkapkan Kapolda, penyelidikan tersebut dilakukan untuk mengetahui apakah dalam peristiwa kebakaran lahan yang terjadi di Kabupaten Ogan Ilir tersebut ada unsur pidananya. Apabila ada pidananya tentunya pelakunya akan diproses hukum.

“Tentunya kita lakukan upaya penegakan hukum dengan penyelidikan. Tujuan penyelidikan untuk mengetahui apakah lahan tersebut terbakar atau sengaja dibakar, kalau sengaja dibakar tentunya ada unsur pidananya. Dari itulah saat ini pihak kepolisian melakukan penyelidikan dalam rangka upaya penegakan hukumnya,” tegas Kapolda.

Diungkapkan Kapolda, Polda Sumsel dan jajaran selain melakukan penegakan hukum terhadap kejadian Karhutlah juga melakukan pencegahan bersama Kodam II/Swj dan Pemprov Sumsel. Dimana dalam pencegahan ini, dirinya sudah melakukan penandatanganan surat kesepakatan bersama tentang larangan membakar lahan dan hutan di Sumsel.

Baca Juga :   BMN Unsri Optimalkan Penyajian Data Inventarisasi dengan Aplikasi SITARI

“Jadi, saya selaku Kapolda bersama Gubernur Sumsel dan Pangdam telah membuat surat kesepakatan bersama tentang larangan membakar hutan dan lahan. Kita harapkan masyarakat dan semua pihak terkait dapat mematuhi larangan membakar hutan dan lahan tersebut,” jelasnya.

Lanjut Kapolda, dengan telah adanya surat kesepakatan bersama tersebut tentunya bagi pelaku yang terbukti membakar lahan dan hutan dengan sengaja akan diberikan sanksi hukum.

“Adapun sanksi hukumnya sesuai UU No. 41 Tahun 1999 ancaman pidananya paling tinggi 15 tahun ditambah denda. Jadi untuk kasus kebakaran lahan dan hutan tentunya kami lakukan upaya penegakan hukum. Sebab saya, Guburner Sumsel dan Pangdam telah sepakat jika Sumsel harus zero kebakaran lahan dan hutan,” ungkap Kapolda.

Sementara dari data yang dirilis BPBD Sumsel, jika kebakaran lahan yang terjadi di Kabupaten Ogan Ilir sejak Jumat (2/8/2019) dan Sabtu (3/8/2019), tercatat 49 hektare lahan milik masyarakat terbakar.

Baca Juga :   Belasan Pelanggan Menunggak Tolak Meteran Disegel Petugas PDAM

Kepala Bidang Penanganan Kedaruratan BPBD Sumsel, Ansori mengatakan, adapun lokasi lahan yang terbakar di wilayah Kabupaten Ogan Ilir, yakni di Desa Muara Baru Pemulutan, Desa Teluk Kecapi Pemulutan, Desa Arisan Jaya Pemulutan Barat dan Desa Sungai Rambutan Indralaya Utara.

“Sabtu kemarin semua titik api berhasil dipadamkan oleh BPBD Ogan Ilir, BPBD Sumses, Manggala Agni, Polres Ogan Ilir, Kodim 0402, Tim Terpadu Karhutlah Desa, MPA Desa, Masyarakat serta Helikopter water bombing,” ungkapnya.

Dijelaskannya, kronologis diketahuinya kebakaran lahan di Ogan Ilir tersebut saat personil Satgas Karhutlah BPBD Ogan Ilir Jumat sore pukul 16.00 WIB, melaksanakan patroli di daerah rawan Karhutlah dan menemukan titik api awal, hingga Satgas langsung melakukan upaya pemadaman yang saat itu dilaksanakan sampai dini hari.

“Karena api tidak mampu dikendalikan maka pemadaman terus dilakukan sampai hari Sabtu, hingga akhirnya api dapat dikendalikan dan dipadamkan. Adapun pemilik lahan yang terbakar tersebut merupakan milik masyarakat,” tandasnya. (ded)

Publisher : Apriandi

Avatar

Lihat Juga

Wawako Palembang Janji Bangun Kembali Rumah Korban Kebakaran di Kertapati

Palembang, KoranSN Wakil Walikota (Wawako) Palembang, Fitrianti Agustinda didampingi Camat, Lurah, Kasat Pol PP dan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.