5 Bulan Buron, Terpidana Kasus Narkoba Ditangkap Kejati Sumsel di Bandar Lampung

Buronan kasus Narkoba Harry Aditya Kusuma saat digiring petugas Kejaksaan untuk dibawa ke Rutan. (Foto-Dedy/KoranSN)

Palembang, KoranSN

Setelah 5 bulan menjadi buronan, Harry Aditya Kusuma terpidana kasus Narkoba yang divonis Hakim Pengadilan Negeri Lubuklinggau dengan vonis 11 tahun penjara denda Rp 800 juta subsider 3 bulan kurungan, Minggu (19/7/2020) pukul 11.00 WIB ditangkap Tim Tangkap Buronan (Tabur) Kejati Sumsel di Bandar Lampung.

Wakajati Sumsel, Oktavianus SH MH, Senin (20/7/2020) mengatakan, dalam penangkapan terpidana tersebut Tim Tabur Kejati Sumsel juga didampingi oleh Tim Tabur Kejagung RI dan Kejati Lampung.

“Harry Aditya Kusuma ini awalnya ditahan oleh Kejari Lubuklinggau dalam rangka proses persidangan kasus Narkoba. Kemudian saat akan disidangkan dengan agenda putusan, ternyata Harry Aditya Kusuma kabur dari mobil tahanan hingga dia dijadikan buronan. Namun setelah 5 bulan buron, akhirnya Tim Tabur Kejati Sumsel berhasil menangkapnya di Bandar Lampung,” ungkapnya.

Baca Juga :   Sebar Ujaran Kebencian Isteri Presiden, Warga Alang-Alang Lebar Ditangkap

Masih dikatakannya, ketika Harry Aditya Kusuma kabur dan menjadi buronan. Kala itu proses persidangan tetap dilakukan, sampai akhirnya Majelis Hakim menjatuhkan putusan vonis.

“Harry Aditya Kusuma ini awalnya dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU), dengan tuntutan 9 tahun penjara denda Rp 800 juta subsider 3 bulan kurungan. Namun dalam persidangan, Hakim Pengadilan Negeri Lubuklinggau menjatuhkan vonis hukuman pidana 11 tahun penjara denda Rp 800 juta subsider 3 bulan kurungan,” paparnya.

Dilanjutkan Wakajati, adapun barang bukti Narkoba jenis sabu dalam perkara terpidana tersebut, yakni beratnya hampir 1 gram.

“Dalam kasus Narkoba ini terpidana terbukti bersalah melanggar Pasal 112 ayat (1) Undang-Undang No.35 tahun 2019 tentang Narkotika,” tegas Wakajati.

Baca Juga :   Kain Jumputan Jadi Pameran Utama Palembang Expo, Akan Dijadikan Seragam PNS Hari Kamis

Sementara terpidana Harry Aditya Kusuma mengatakan, jika awalnya dirinya tidak ada niat untuk kabur ketika dibawa petugas untuk di sidangkan di
pengadilan menggunakan mobil tahanan.

“Tidak ada niat saya mau kabur, namun karena ketika itu ada kesempatan makanya saya melarikan diri. Selama menjadi buronan saya selalu berpindah tempat bersembunyi, dimana awalnya saya sembunyi di Pekan Baru kemudian ke Sekayu, dan terkahir di Bandar Lampung,” pungkasnya. (ded)

Publisher : Apriandi

Avatar

Lihat Juga

Ahmad Tewas di Atas Tiang Listrik

Palembang, KoranSN Ahmad Sobri (70), warga Jalan Abi Kusno Cs Lorong Anggrek Kelurahan Kemang Agung …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.