Home / Pesta Demokrasi / 5 KPPS & 1 PPS di Sumsel Meninggal

5 KPPS & 1 PPS di Sumsel Meninggal

Hepriyadi. (foto-ist)

Palembang, KoranSN

Sebanyak lima orang petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dan satu orang Panitia Pemungutan Suara (PPS) di Sumsel, meninggal dunia. Kelima KPPS diduga kelelahan usai menjalankan tugasnya, sementara anggota PPS meninggal setelah motor yang dikendarainya menabrak babi hutan saat hendak mengantarkan kotak suara ke kecamatan.

Hal ini diungkapkan oleh Komisioner KPU Sumsel Divisi Hukum dan Pengawasan, Hepriyadi, Senin (22/4/2019).

Ia mengatakan, kelima anggota KPPS tersebut dengan rincian, satu orang dari Kabupaten Banyuasin, satu dari Kabupaten OKI, satu orang dari OKU dan dua orang dari Kabupaten OKU Timur. Sementara petugas PPS berasal dari Kabupaten Muba.

“Terhadap mereka yang meninggal dunia ini, kita tetap berikan santunan, yang nilainya sesuai dengan kemampuan KPU,” katanya.

Baca Juga :   Tabliqh Akbar di Ma'had Darul Ulum Bertabur Calonkada

Hepriyadi mengaku, secara nasional memang belum ada asuransi kesehatan bagi para petugas KPPS atau PPS ini, namun santunan diberikan atas inisiatif KPU.

“Kejadian ini (meninggal dunia,red) diluar dugaan kami, bahkan secara nasional sudah banyak yang diketahui meninggal dunia setelah bertugas di TPS,” pungkasnya.

Bawaslu: 26 Pengawas Pemilu Meninggal Dunia

Sementara itu, secara nasional, Badan Pengawas Pemilu atau Bawaslu mencatat bahwa sejauh ini ada 26 pengawas pemilu yang dinyatakan meninggal dunia.

“Dari kemarin, bertambah sudah 26 orang yang meninggal. Itu ada di jajaran kabupaten/kota, kecamatan hingga desa,” kata Anggota Bawaslu RI, Mochammad Afifuddin.

Baca Juga :   Diduga Sebar Berita Hoax, Tim ISO Laporkan Akun FB ke Panwaslu

Afif menjelaskan, sebelumnya Bawaslu sudah mengajukan pengadaan asuransi kepada pengawas yang mendapat musibah. Sayangnya tidak disetujui. Alternatif lain, Bawaslu akan memberikan santunan kepada jajaran pengawas tersebut.

“Kalau dari sisi kelembagaan, kami sudah menyiapkan dan pak sekjen sudah menyatakan alokasinya yang sifatnya santunan kepada jajaran kita,” kata dia.

Afif menyampaikan, Bawaslu menyatakan, bela sungkawa mendalam kepada keluarga korban atas kesedihan ini. Gugurnya pengawas, dinilai akan menjadi evaluasi di masa mendatang.

“Yang mereka dapatkan tidak seberapa dibandingkan pengorbanan dan waktu untuk mengawal pemilu ini. Ini menjadi perhatian kita semua, agar memerhatikan kesejahteraan, termasuk keselamatan dari proses demokrasi yang luar biasa mengharu biru ini,” katanya. (awj/vvn)

Konser Westlife di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

KPU Sumsel Mulai Rekapitulasi Suara, Targetkan 6-7 Daerah Perhari

Palembang, KoranSN Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumsel mulai menggelar rapat pleno penghitungan perolehan suara Pemilu …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.