Selasa , November 13 2018
Home / Headline / 5 Napi Diduga Jaringan Pengedar Narkoba di Lapas Merah Mata Diamankan

5 Napi Diduga Jaringan Pengedar Narkoba di Lapas Merah Mata Diamankan

Kakanwil Kemenkumham Sumsel, Sudirman D Hury (Kemeja putih) didampingi Kepala Lapas Merah Mata Palembang, Pargiyono. (Foto-Dedy/Koransn)

Palembang, KoranSN

Satgas Kementerian Hukum dan Ham (Kemenkumham) RI, Rabu dini hari (7/6/2017) pukul 01.00 WIB hingga pukul 03.00 WIB menggeledah seluruh sel tahanan dan semua ruangan yang berada di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Merah Mata Kelas I A Palembang.

Dalam penggeledahan tersebut sekitar puluhan personil Satgas Kementerian Hukum dan Ham dari pusat yang juga didampingi oleh Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum dan Ham  (Kemenkumham) Sumsel, Sudirman D Hury mendapati narkoba jenis sabu, ekstasi dan ganja.

Hasilnya, lima narapidana (Napi) diamankan karena diduga pemilik narkoba yang ditemukan dan juga diduga jaringan pengedar narkoba di dalam Lapas Merah Mata Palembang.

Sumber Foto: Kemenkumham Sumsel

Adapun kelima Napi tersebut yakni;  Andrean Saputra (Napi kasus narkoba), M Harun (Napi kasus narkoba), Rahmat Sakban Hidayat (Napi kasus  narkoba), Padol (Napi kasus narkoba) dan Ishak Suhadi (Napi kasus Tipikor).

Kakanwil Kemenkumham Sumsel, Sudirman D Hury mengatakan, penggeledahan yang dilakukan Satgas dari pusat merupakan razia yang bersifat rahasia. Bahkan bisa saja kedepannya juga akan dilakukan razia yang sama di Rutan maupun Lapas lainnya yang berada di Sumsel.

“Sebelum kita mengamanankan kelima Napi tersebut, awalnya hasil dari penggeledahan tersebut ditemukan paket sedang sabu seberat 120 gram, paket kecil sabu seberat 14 gram, 4 butir ekstasi berwarna merah dan sekitar 30 atau 40 butir ekstasi berwarna biru. Sabu dan ektasi ini ditemukan di loker yang ada di perpustakaan masjid di dalam Lapas. Bukan hanya itu, di lorong-lorong blok sel tahanan juga ditemukan sejumlah paket ganja,” kataSudirman.

Diungkapkan Sudirman, dikarenakan sabu dan ekstasi itu ditemukan di perpustakaan masjid, petugas pun langsung memeriksa dua Napi yang dipercaya menjadi  tahanan pendamping (tamping) yang kesehariannya mengurus masjid yang berada di dalam Lapas.

“Dua tamping masjid ini yakni; Ishak Suhadi dan Pandol. Setelah keduanya diperiksa, terungkap dugaan keterlibatan tiga Napi lainnya yakni; Andrean Saputra, M Harun dan Rahmat Sakban Hidayat. Sehingga kelimanya kita duga jaringan narkoba dan kita amankan. Dari kelima Napi ini, hanya Ishak Suhadi yang merupakan Napi kasus Tipikor, karena empat Napi lainnya merupakan Napi kasus narkoba. Para Napi ini masing-masing divonis pidana tiga tahun penjara. Usai diamankan, kelimanya kita serahkan ke Polda Sumsel untuk pengembangan lebih lanjut,” ujarnya.

Dijelaskan Sudirman, tamping merupakan narapidana yang dalam waktu dekat akan selesai menjalani masa hukumannya di penjara serta  berkelakuan baik. Dari itulah Napi tersebut dipercayakan menjadi tamping.

“Seperti kita ketahui bersama jika jumlah tahanan di  semua Lapas maupun Rutan saat ini over kapasitan. Misalkan seperti di Lapas Merah Mata, jumlah tahannya saat ini mecapai 1.540 tahan dan semua tahanan ini hanya dijaga oleh 7 petugas sipir. Untuk itulah, tamping sangat diperlukan karena tamping dapat membantu petugas seperti sebagai mata-mata yang dapat mengiformasikan ke kita terkait keamanan dan ketertiban. Meskipun demikian, karena mereka ini Napi. Tentunya tidak menutup kemungkinan tamping juga dapat melakukan pelanggaran seperti yang terjadi dalam kasus ini,” paparnya.

Lebih jauh dikatakan Sudirman, terkait diamankan ke lima Napi tersebut, tentunya mereka akan medapatkan hukuman pidana baru atas kepemilikan narkoba tersebut. Dari itulah usai diamankan, kelima Napi tersebut diserahkan ke Polda Sumsel untuk diproses hukum dan dilakukan pendalaman penyelidikan. Sedangkan untuk semua personil Satgas dari Kementerian Hukum dan Ham RI, usai melakukan penggeledahan di Lapas Merah Mata, para petugas lasung pulang ke Jakarta.

“Penggeledahan atau razia di Lapas tersebut tujuannya untuk mencegah peredaran narkoba ke dalam Napi. Untuk itulah Satgas dari pusat bersama-sama dengan kita melakukan razia di Lapas Merah Mata. Sedangkan untuk penyelidikan lebihlanjut, sepenuhnya kami serahkan ke pihak Polda Sumsel,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Sudirman, terkait ditemukannya narkoba di Lapas Merah Mata tersebut. Pihaknya saat ini telah membentuk tim untuk memeriksa semua petugas di Lapas Merah Mata Kelas I A Palembang.

“Semuanya kita periksa. Apabila nanti kita menemukan bukti ada keterlibatan petugas Lapas Merah Mata Kelas I A Palembang, maka saya selaku Kakanwil Kemenkumham Sumsel akan memecat petugas tersebut dengan tidak hormat,” tegasnya.

Terpisah, Kapolda Sumsel Irjen Pol Agung Budi Maryoto membenarkan jika saat ini ke lima Napi Lapas Merah Mata Kelas I A Palembang telah diamankan di Polda Sumsel untuk pengembangan kasusnya.

“Masih didalami dan dikembangkan kasusnya. Ada lima Napi beserta barang bukti yang kini diamankan di Mapolda Sumsel. Dengan ditemukannya narkoba di dalam Lapas tersebut maka saya menghimbau kepada semua Kepala Lapas dan Kepala Rutan untuk lebih memperhatikan aspek keamanan, seperti CCTV dan SOP pengecekan makanan,” ujar Kapolda.

Lanjut Kapolda, selain melakukan pendalaman penyelidikan untuk para Napi, Polda Sumsel saat ini juga melakukan penyelidikan untuk mengetahui, apakah ada dugaan keterlibatan petugas Napi Lapas Merah Mata Kelas I A Palembang.

“Jadi sipirnya juga kita selidiki tapi mudah-mudahan tidak ada yang terlibat. Namun, jika kita menemukan bukti keterlibatan dari sipir, tentunya akan kita proses hukum,” tutup Kapolda. (ded)

CGV Cinemas Segera Hadir di Lantai 3 PTC Mall Palembang

Publisher : Apriandi

Apriandi

Lihat Juga

HD Minta Pelabuhan TAA Segera Dihidupkan

Banyuasin, KoranSN Memasuki 40 hari masa kerjanya sebagai Gubernur Sumsel, Herman Deru bergerak cepat membenahi ...

error: Content is protected !!