Home / Lacak / 5 Siswi SMK Dihipnotis, Emas dan 2 Sepeda Motor Digondol Pelaku

5 Siswi SMK Dihipnotis, Emas dan 2 Sepeda Motor Digondol Pelaku

Sukseskan Asian Games di Jakarta dan Palembang Tahun 2018
Ilustrasi. (foto-net)

Palembang, KoranSN

Dibulan puasa saat ini, kasus ilmu Gendam bermodus menggunakan jimat berbentuk buku kecil terjadi dan menyasar lima siswi SMK di salah satu sekolah menengah di Jalan Ahmad Yani Palembang. Atas kejadian tersebut para korban harus kehilangan perhiasan emas dan dua sepeda motor usai terhipnotis oleh kawanan pelaku.

Aksi hipnotis yang terjadi, Rabu kemarin (23/5/2018) di Jalan Gubernur H Bastari OPI Palembang tersebut langsung dilaporkan para korban ke SPK Terpadu Polresta Palembang.

Menurut keterangan salah satu korban yakni Nisa Venesa (16), peristiwa tersebut terjadi saat ia dan keempat temannya baru saja selesai mengikuti Ujian Akhir Sekolah (UAS).

“Setelah UAS, kami berniat tidak langsung pulang ke rumah melainkan ingin merayakan habis masa UAS dengan jalan-jalan ke Danau OPI Jakabaring. Setibanya di danau, kami bersantai sambil melihat danau.

Namun taklama ada seorang laki-laki sekitar berumur 30 tahunan bertanya kepada kami, katanya apakah di seputaran Danau OPI ini ada sebuah pesantren, lalu dijawab teman jika disini tidak ada pesantren,” jelas korban.

Masih dikatakannya, tak lama kemudian datang lagi seorang laki-laki berbadan tegap ikut nimbrung bertanya kepada ia dan teman-temannya terkait apa tujuan laki-laki yang pertama tadi mencari pesantren. Namun, tak lama kemudian laki-laki itu malahan terlihat akrab dengan pria yang tadinya datang lebih awal.

“Sepertinya kedua orang itu terlihat sudah begitu akrab hingga akhirnya pria yang duluan datang tadi mengeluarkan sebuah benda dari dalam kantong celana dan berbicara pelan kepada pria yang satunya itu,” jelas Nisa.

Lalu lanjut korban, pria yang pertama tadi berkata jika dirinya baru datang dari Yogya dan hendak menuju ke Padang, namun mampir dulu di Palembang karena kakeknya sedang sakit dan kini tengah di rawat di RSUD BARI. Kemudian pria itu terlihat meminta kepada laki-laki yang bertubuh tegap meminjam uang untuk biaya pengobatan kakeknya. Entah bagaimana hingga akhirnya si pria yang pertama menyebut barang jimat itu jika dijual bisa laku sekitar Rp 100 juta, namun dia cuma butuh Rp 35 juta saja buat biaya perawatan sang kakek.

Lebih jauh diungkapkan korban, kemudian pria yang bertubuh tegap itupun menyanggupi membayar barang tersebut. Akan tetapi ditolak pria yang pertama datang sambil menanyakan pesantren tadi, dengan alasan katanya sudah lebih dulu bertemu ia dan rekan-rekannya (korban) yang dijanjikan bakal menerima uang Rp 15 juta.

“Entah bagaimana akhirnya kami menyerahkan motor, HP dan perhiasan emas milik kami. Dan dua orang kawan kami yakni Dwi dan Meli sempat ikut mereka (pelaku) untuk ngambil uang di rumah sakit, tapi justru mereka meninggalkan kedua teman kami di sana dan kami tersadar telah ditipu saat mendengarkan suara adzan,” jelas siswi ini sambil terus menangis.

Sementara dari pengakuan, korban lainnya yakni Meliana (16), jika dirinya bersama temannya yang menjadi korban harus merugi jutaan rupiah.

“Teman saya Nisa Venesa kehilangan satu suku perhiasan kalung emas dan cincin emas satu gram dan satu unit HP. Saya sendiri kehilangan HP dan satu unit sepeda motor matic. Kemudian teman saya yang lain yakni Nyayu Melani, kehilangan satu unit HP, lalu Dwi Iswahyudi kehilangan satu unit sepeda motor, HP dan teman saya satu lagi Wiwin Oktaviani kehilangan HP. Semuanya dibawa kabur oleh para pelaku,” katanya.

Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Yon Edi Winara melalui Kasubag Humas, AKP Andi membenarkan adanya laporan para siswi yang menjadi korban hipnotis tersebut.

“Laporan korban sudah diterima dan kasus ini segera akan dilimpahkan ke unit Sat Reskrim untuk segera ditindaklanjuti,” tutupnya. (den)

Daftar Calon Sementara Anggota DPRD Kabupaten Lahat Periode 2019-2024

Publisher : Awid Durohman

Awid Durohman

Lihat Juga

Kedapatan Bawa Sabu, Remaja di Prabumulih Diciduk Poilsi

Prabumulih, KoranSN Remaja berinisial ‘NA’ (16), harus berurusan dengan pihak berwajib. Warga Kelurahan Cambai Kecamatan ...

error: Content is protected !!