Home / Headline / 5 Tersangka Komisioner KPU Segera Disidangkan

5 Tersangka Komisioner KPU Segera Disidangkan

Penyidik Polresta Palembang saat mendatangi Kejari untuk menyerahkan berkas perkara. (foto-dedy/koransn)

Palembang, KoranSN

Lima Komisioner KPU Palembang yang merupakan tersangka dugaan kasus pidana Pemilu dalam waktu dekat akan segera disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Palembang. Hal ini dikarenakan berkas perkara yang telah dinyatakan P21 telah diserahkan Penyidik Gakkumdu Polresta Palembang kepada Jaksa Gakkumdu Polresta Palembang.

Tim Jaksa Gakkumdu Kejari Palembang, Indah Kumala Dewi, Selasa (2/7/2019) mengatakan, dengan telah diterimanya tahap dua berkas perkara lima tersangka Komisioner KPU Palembang dari penyidik, maka pihaknya selaku jaksa akan melakukan pelimpahan berkas perkara ke pengadian. Tujuannya, agar persidangan kelima tersangka segera dilakukan.

“Besok (hari ini), kita agendakan pelimpahan berkasnya ke pengadilan,” katanya.

Masih dikatakannya, meskipun dalam tahap dua berkas perkara yang telah dilakukan penyidik Polresta Palembang tidak menghadirkan kelima tersangka, namun hal tersebut tidak menjadi kendala dalam proses penyerahan berkas dan barang bukti pada perkara ini.

“Hari ini (kemarin) kami masih menyelesaikan tahapan administrasi penerimaan berkas dan barang bukti tahap dua. Setelah itu, barulah kami segara melimpahkannya ke pengadilan untuk persiapan persidangan,” jelasnya.
Sementara Riko Budiman yang juga Tim Jaksa Gakkumdu Kejari Palembang menambahkan, dalam perkara dugaan pidana Pemilu dengan tersangka lima Komisioner KPU Palembang ini, untuk tahapan proses hukumnya memang cepat.

“Sebab, sudah ada aturannya dalam Undang-Undang Pemilu, dimana jika berkas sudah P21 dan berkas telah dilakukan tahap dua maka kami selaku jaksa akan melakukan langkah hukum, yakni melimpahkan berkas perkara ke pengadilan. Jadi untuk pidana Pemilu memang prosesnya cepat,” tandasnya.

Baca Juga :   Dishub Siapkan 6 Posko, Siaga Lonjakan Penumpang Arus Mudik

Terpisah, Kanit Pidkor (Pidana Korupsi) Polresta Palembang, Iptu Hamsal mengungkapkan, dengan telah dilakukannya tahap dua berkas perkara dalam dugaan kasus pidana Pemilu tersebut, maka untuk tahapan selanjutnya merupakan wewenang jaksa.

“Dalam tahap dua tersebut memang kelima tersangka tidak dapat dihadirkan. Walaupun demikian, untuk pelimpahan berkas perkara dan barang bukti dalam rangka tahap dua tetap kami lakukan pada Senin (1/6/2019). Bahkan hari ini (kemarin), kami kembali menyerahkan berkas susulan ke Kejari dan membuat berita acara penyerahan tahap dua yang sebelumnya sudah kami lakukan,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Penyidik Gakkumdu Polresta Palembang, Senin (1/7/2019) telah melakukan tahap dua perkara dugaan pidana Pemilu dengan tersangka lima Komisoner KPU Palembang ke Jaksa Gakkumdu Kejari Palembang. Namun dalam pelimpahan tersebut, kelima tersangka tidak hadir dengan alasan sedang menggelar rapat pleno.

Kanit Pidkor Polresta Palembang, Iptu Hamsal saat itu mengatakan, dalam pelimpahan tahap dua tersebut kelima tersangka tidak dapat hadir karena kelimanya sedang mengikuti rapat di KPU Palembang.

“Kelima tersangka mengirimkan surat izin tidak dapat hadir dalam tahap dua ini, dikarenakan sedang ada rapat. Meskipun demikian kami tetap melakukan tahap dua dengan menyerahkan barang bukti tanpa kehadiran kelima tersangka yang merupakan Komisioner KPU Palembang,” ungkapnya kala itu.

Masih dikatakannya, tahap dua tanpa kehadiran para tersangka yang dilakukan pihaknya juga diatur dalam Perbawaslu (Peraturan Bawaslu RI) dan Undang-Undang Pemilu.

“Dimana dalam Perbawaslu dan Undang-Undang Pemilu tersebut mengatur penyidik tetap dapat melakukan tahap dua tanpa dihadiri oleh tersangka,” ujarnya.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Palembang, Asmadi juga telah mengungkapkan, jika dalam tahap dua suatu perkara memang biasanya penyidik menyerahkan tersangka dan barang bukti ke jaksa. Tapi untuk pidana Pemilu, sebab ada mekanisme dan aturan perundang-undangan yang mengaturnya.

Baca Juga :   Rumah Sakit Myria Diteror Bom

“Dalam tahap dua ini kelima tersangka tidak dapat hadir karena sedang ada kegiatan rapat pleno. Nah, terkait kendala ini kan sudah ada mekanismenya dan pelimpahan tahap dua pidana Pemilu tetap dapat dilakukan tanpa dihadirkan para tersangkanya,” ungkapnya saat itu.

Sedangkan Tim Jaksa Gakkumdu Kejari Palembang, Riko Budiman ketika itu mengungkapkan, dalam Perbawaslu dan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Pemilu Pasal 480 ayat (4) mengatur bahwa tahap dua dapat dilakukan tanpa dihadiri tersangka.

“Jadi walaupun tersangkanya tidak hadir, untuk tahap dua dari penyidik kepada jaksa tetap dapat dilakukan. Sedangkan untuk para tersangka dalam dugaan kasus ini memang tidak dilakukan penahanan. Hal ini dikarenakan ancaman pidanannya hanya 2 tahun. Namun apabila dalam persidangan nanti hakim memiliki pendapat lain maka kelimanya dapat dilakukan penahanan,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, penetapan kelima tersangka merupakan hasil penyelidikan yang dilakukan penyidik Polresta Palembang terkait laporan dari Bawaslu Palembang. Usai ditetapkan menjadi tersangka, Rabu (19/6) penyidik Sentra Gakkumdu Polresta Palembang melimpahkan berkas perkara dan barang bukti kelima tersangka ke Jaksa Sentra Gakkumdu Kejari Palembang.

Namun setelah berkas perkara diteliti, Senin (24/6/2019) berkas perkara tersebut dinyatakan Kejari Palembang kurang lengkap atau P19, sehingga berkas dikembalikan jaksa ke penyidik untuk dilengkapi.

Kemudian seusai berkas perkara yang P19 dilengkapi selanjutnya penyidik kepolisian kembali menyerahkan berkas perkara ke jaksa pada, Rabu lalu (26/6/2019) hingga akhirnya, Kamis (27/6/2019) berkas perkara dinyatakan jaksa lengkap atau P21. (ded)

Konser Westlife di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

50 Gembong Narkoba di Sumsel Dipindahkan ke Nusakambangan

Palembang, KoranSN Sebanyak 50 Narapidana (Napi) gembong Narkoba, yang diantaranya divonis pidana mati dan dihukum …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.