5,7 Juta Batang Rokok Ilegal Dimusnahkan

Dirjen Bea Cukai Sumbagtim saat memusnahkan 5,7 juta batang rokok dan barang ilegal lainnya di Kantor Bea Cukai Palembang, Rabu (23/9/2020). (Foto-Ferdinand/KoranSN)

Palembang, KoranSN

Direktorat Jenderal Bea Cukai Sumatera Bagian Selatan Timur memusnahkan 5,7 juta batang rokok beserta ribuan barang ilegal lainnya, yang diamankan dari wilayah pengawasan Bea Cukai Palembang sejak awal 2020 dan telah merugikan negara sebesar Rp2,7 Miliar.

Kepala Kantor Wilayah DJBC Sumbagtim, Dwijo Muryono, Rabu (23/9/2020) mengatakan 5,7 juta batang rokok hasil penindakan operasi ‘Gempur Rokok Ilegal’ itu dimusnahkan dengan cara digilas alat berat dan sebagian dibakar serta ditimbun.

“Ada 5.714.869 batang rokok yang kami amankan dari beberapa pelabuhan tikus dan pasar selama operasi,” ujar Dwijo saat pemusnahan di kantor Bea Cukai Palembang.

Jumlah rokok yang diamankan itu lebih sedikit dari 2019 dengan delapan juta batang rokok, meski demikian masih banyaknya rokok ilegal tersebut mengindikasikan Sumsel masih menjadi pasar empuk distribusi rokok ilegal, kata dia.

Baca Juga :   Polisi Terus Usut Kejanggalan Tewasnya Dalina Akollo

Secara keseluruhan ada 12,7 juta batang rokok yang sudah dimusnahkan DJBC Sumbagtim selama 2020, dari KPPBC TMP B Palembang 5,7 juta batang rokok, KPPBC TMP B Jambi sebanyak 6,5 juta batang rokok, KPPBC TMP C Pangkal Pinang 480.940 batang rokok, dan KPPBC TMP C Tanjung Pinang 2.000 batang rokok.

Selain delapan juta batang rokok, Bea Cukai Sumbagtim-Palembang juga memusnahkan 330 botol minuman keras, 35 botol HPTL, 200 gram ganja, 8 laras airsoft gun, 125 unit sex toys, 6 pcs obat-obatan, 186 laras anak panah, 10 pcs dental equipment, 432 lembar karpet dan 2 unit suku cadang motor.

Keseluruhan barang tersebut nilainya sebesar Rp2,8 Miliar dengan potensi kerugian negara Rp2,7 Miliar.

Baca Juga :   Tim Sulawesi Utara Juara Liga Berjenjang U-12 Piala Menpora di stadion jakabaring, Sumsel Juara Keempat

Barang-barang tersebut disita karena dikategorikan sebagai barang yang dilarang dan dibatasi serta melanggar UU Cukai No 39 Tahun 2007, lalu barang dimusnahkan setelah disetujui Kanwil DJKN Sumsel, Jambi – Babel dan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Palembang.

“Pemusnahan yang dilaksanakan setiap tahun ini bentuk transparansi kami dalam mengelola barang sitaan,” jelas Dwijo.

Selain itu pemusnahan dilakukan sebagai upaya Bea Cukai memberi perlindungan kepada masyarakat serta industri dalam negeri yang mematuhi ketentuan pemerintah, sehingga diharapkan pengawasan DJBC dapat menciptakan daya saing yang fair antar pelaku usaha. (Antara/ded)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Apriandi

Avatar

Lihat Juga

Tarzan Tewas dengan Tiga Luka Tusukan di Dada dan Rusuk

Empat Lawang, KoranSN Keributan antar pemuda terjadi di Desa Martapura Sikap Dalam Empat Lawang, Senin …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.