Penyerahan Dokumen Syarat Minimal Dukungan Pasangan Calon Perseorangan Dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir Tahun 2020
Home / Headline / 5700 HP, 328 Laptop & 40 Tab Ilegal Asal Singapura Ditutupi Jengkol dan Ikan Asin

5700 HP, 328 Laptop & 40 Tab Ilegal Asal Singapura Ditutupi Jengkol dan Ikan Asin

Petugas Bea Cukai menyusun barang bukti yang disita. (foto-dedy/koransn)

Palembang, KoranSN

Penyidik Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Tipe Madya Pabean B Palembang berhasil membongkar penyeludupan 5700 hanphone (HP) ilegal asal Singapura yang diangkut oleh dua truk, dan di bagian atas bak truk tersebut ditutupi sejumlah karung berisi jengkol, kemiri dan ikan asin.

Bukan hanya HP yang diamankan dari truk tersebut, namun penyidik Bea Cukai Palembang juga mengamankan 328 unit laptop dan 40 unit Tab ilegal di bak kedua truk.

Dari pengungkapan kasus tersebut petugas pun menangkap dua orang tersangka yang merupakan sopir truk, mereka yakni; tersangka ‘AAR’ (33) dan ‘ED’ (44) warga Padang Sumatra Barat.

Kepala Kantor Wilayah Dirjen Bea Cukai Sumatera Bagian Timur, Dwijo Muryono didampingi Kasi Penyuluhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Palembang, Dwi Harmawanto, Rabu (27/11/2019) mengatakan, pengungkapan penyelundupan handphone, laptop dan Tab tersebut dilakukan penyidik Bea Cukai Palembang, Rabu 22 Mei 2019 lalu di kawasan Jalan Sukarno Hatta Palembang.

“HP sebanyak 5700 unit, dan 328 unit laptop serta 40 unit Tab illegal ini diamankan dari dalam bak di dua truk yang disopiri oleh tersangka ‘AAR’ dan ‘ED’. Bahkan saat ditangkap semua barang bukti tersebut berada di bak truk yang bagian atasnya ditutupi sejumlah karung berisi jengkol, kemiri dan ikan asin,” katanya, saat menggelar ungkap kasus di Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Tipe Madya Pabean B Palembang, Boombaru Palembang.

Menurut Dwijo, ribuan HP, laptob dan Tab tersebut berasal dari Negara Singapura yang hendak dibawa ke Jakarta dan Karawang dengan melewati Kota Palembang dan sejumlah daerah di Sumsel. Namun disaat kedua truk yang dikemudikan tersangka ‘AAR’ dan ‘ED’ baru turun dari kapal di Pelabuhan Tanjung Api-Api, pihaknya langsung melakukan pengejaran hingga akhirnya kedua tersangka berhasil ditangkap di kawasan Jalan Soekarno Hatta Palembang.

Baca Juga :   Oknum Pejabat Kecamatan Talang Kelapa Ditangkap Satgas Pungli

“Dari hasil pemeriksaan tersangka ‘AAR’ dan ‘ED’, diketahui jika pemilik semua HP, laptob dan Tab illegal ini tinggal di Singapura. Sehingga kedua tersangka mengaku belum sama sekali bertemu dengan pemilik barang bukti itu, dan selama ini kedua tersangka hanya berkomunikasi melalui HP saja. Sedangkan untuk bongkar muat HP, laptob dan Tab illegal itu diduga dilakukan di kawasan Pantai Timur, yang kemudian dibawa melalui jalur laut menuju Pelabuhan Tanjung Api-api,” terangnya.

Lebih jauh dikatakannya, terungkapnya kasus ini hasil penyelidikan penyidik Bea Cukai Palembang setelah sebelumnya pihaknya mendapati informasi dari masyarakat.

“Dalam kasus ini tersangka ‘AAR’ dan ‘ED’ dijerat UU Kepabeanan No. 17 tahun 2006 Pasal 103 dan Pasal 104, dengan ancaman 8 tahun penjara serta denda Rp 5 miliar. Untuk kedua tersangka, belum lama ini telah kami limpahkan ke Kejari Palembang. Sehingga keduanya kini sedang menjalani proses persidangan di Pengadilan Negeri Palembang.

Lanjutnya, dengan tertangkapnya kedua tersangka artinya pihaknya berhasil menggalkan potensi terjadinya kerugian negara Rp 1,2 miliar apabila HP, laptob dan Tab illegal tersebut berhasil dijualkan kepada masyarakat. Selain itu, dengan terungkapnya kasus penyeludupan ini pihaknya juga masih melakukan pengembangan untuk menangkap pemilik dari ribuan HP, laptob dan Tab illegal yang diangkut oleh tersangka ‘AAR’ dan ‘ED’.

Baca Juga :   Puluhan Rumah Dieksekusi, Warga Perdatakan Polda Sumsel

“Jadi untuk kasusunya masih kami kembangkan. Namun karena pemilik dari semua barang elektronik illegal tersebut tinggalnya di Singapura, maka dalam pengembangan dan pendalaman penyelidikan kami berkoordinasi dengan pusat, yang kemudian pusat akan berkomunikasi dengan pihak dari negara Singapura,” tandasnya.

Di tempat yang sama, Kasi Pidsus Kejari Palembang, Dede didampingi Kasubsi Penuntutan Handy Tanjung mengungkapkan, pihaknya memang telah menerima pelimpahan tersangka ‘AAR’ dan ‘ED’ dari Bea Cukai Palembang.

“Untuk kedua tersangka kini sedang dalam proses sidang di Pengadilan Negeri Palembang. Bahkan dalam waktu dekat kedua tersangka yang saat ini sudah menjadi terdakwa akan menjalani sidang dengan agenda tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum Kejari Palembang,” ujarnya.

Masih dikatakan Dede, dari fakta persidangan dan keterangan saksi termasuk keterangan kedua terdakwa di persidangan diketahui jika terdakwa ‘AAR’ dan ‘ED’ baru satu kali ini membawa ribuan HP, laptop, dan Tab ilegal.

“Kedua terdakwa ini merupakan sopir truk. Kemudian keduanya ditelphone oleh pemilik ribuan HP, laptop, dan Tab illegal yang tak dikenal mereka. Nah, dalam percakapan di telphone inilah kedua terdakwa ditawarkan mengangkut HP, laptop, dan Tab dengan dijanjikan akan diberi upah. Jadi pelaku penyelundupan ini merupakan sindikat yang rapih, karena dalam menjalankan aksinya si pemilik barang hanya berkomunikasi melalui telphone saja tanpa melakukan pertemuan secara langsung, dan ini modusnya sama seperti kasus penyelundupan Nakorba,” pungkas Dede. (ded)

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Polda Gerebek Home Industri Mie Formalin di Ilir Barat I

Palembang, KoranSN Setelah lima tahu beroperasi, home industri pembuatan mie basah yang mengandung formalin di …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.