7 Waduk Mengering, Puluhan Ribu Warga Kesulitan Air Bersih

MENCARI SEJERIGEN AIR
MENCARI AIR

 

Wonogiri – Sudah dua bulan terakhir tujuh waduk cadangan air di tujuh kecamatan di Wonogiri mengalami penyusutan air sangat drastis bahkan beberapa diantaranya kering kerontang. Di beberapa kawasan hujan terakhir kali turun sekitar empat bulan yang lalu sehingga tandon warga sudah habis. Sejak dua bulan terakhir warga sudah kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan konsumsi maupun kebutuhan primer lainnya.

Selama dua bulan ini kekeringan melanda di 30 desa yang terdapat di tujuh kecamatan di Wonogiri sisi selatan. Catatan yang dimiliki oleh Pemkab setempat, 30 desa tersebut dihuni oleh 29.233 warga. Kawasaan itu meliputi Kecamatan Giritontro, Pracimantoro, Paranggupito, Manyaran, Eromoko, Nguntoronadi, dan Giriwoyo.

Di kawasan tersebut sebenarnya terdapat tujuh waduk penampung air yang berfungsi sebagai cadangan air untuk warga. Namun apa boleh buat, musim kering yang melanda kawasaann itu juga telah menguapkan isi waduk sehingga mengalami pengusutan volume air waduk. Bahkann beberapa waduk telah mengalami kekeringan total.

“Kekurangan air bersih memang sering dirasakan warga di Kecamatan Giritontro di musim kemarau. Sebagian besar warga di sini telah mengantisipasinya dengan membuat bak penampungan air hujan untuk digunakan di musim kemarau. Namun bak penampungan itu pun saat ini sudah kosong karena hujan terakhir di kawasan ini juga sudah cukup lama, pada bulan Maret lalu,” ujar Camat Giritontro, Joko Waluyo, Minggu (26/7/2015).

Baca Juga :   Kemenkes Ingatkan Protokol Kesehatan Penanganan Korban Banjir Bandang

Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, lanjut Joko, warga yang mampu mencukupinya dengan membeli air bersih seharga antara Rp 75 ribu hingga Rp 150 ribu air untuk ukuran 6 ribu liter air. Sedangkan bagi warga yang kurang mampu biasanya mencari air dengan menggali dasar waduk yang mengering untuk mengumpulkan sisa-sisa air yang sudah sangat sulit. Mata air di dasar waduk juga sudah sangat kecil sehingga warga harus menunggu lama, itupun kadang airnya cukup keruh.

“Kami sering melakukan droping air bersih di kawasan yang mengalami kekeringan parah. Sejak awal Juni hingga saat ini tidak kurang dari 70 tangki air bersiih kapasitas 60 ribu liter telah kami kirim ke lima kecamatan yang mengalami kekeringan tersebut. Namun tentu saja belum mencukupi semua kebutuhann warga. Droping juga harus dilakukan bertahap karena kekurangan armada,” tambah Kalakhar BPBD Kabupaten Wonogri, Bambang Haryanto.

Baca Juga :   Hasto Ingatkan Demo 22 Mei Tak Ganggu Ketertiban Umum

Bupati Wonogiri, Danar Rahmanto, mengakui kawasan sisi selatan di daerahnya sering menjadi langganan kekeringan di setiap musim kemarau tiba. Saat ini pihaknya sedang berusaha memecahkan persoalan itu dengan mengupayakan pipanisasi sebagai solusi jangka panjang.

“Ada droping air bersih untuk warga tapi tetap harus diprioritaskan di kawasan paling kritis terlebih dahulu. Lebih dari itu kami juga lebih memprioritaskan solusi permanen yaitu mengupayakan pembangunan jaringan pipa dari sumber mata air ke permukiman warga di kawasan selatan. Pipanisasi ini lebih kami utamakan daripada droping air bersih. Keduanya membutuhkan anggaran besar namun program pipanisasi sifatnya permanen,” ujar Danar.
(mbr/imk)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Ferdin Ferdin

Avatar
Pewarta Harian Suara Nusantara, www.koransn.com, Mingguan Suara Negeriku.

Lihat Juga

Minggu Tenang, Saatnya Berefleksi Jelang Memilih

Jakarta, KoranSN Dua orang sejoli itu tampak berbicara akrab dari balik sambungan telepon seluler masing-masing. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.