Home / Headline / 8 Hari Hengki Sembunyi di Jawa Tengah

8 Hari Hengki Sembunyi di Jawa Tengah

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara saat menggelar ungkap kasus tertangkap dan tertembaknya Hengki Sulaiman. (foto-dedy/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Berakhir sudah pelarian Hengki Sulaiman (21), buronan perampokan dan pembunuhan sadis driver taksi online, Tri Widyantoro, usai tewas tertembak aparat kepolisian Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel di Brebes Jawa Tengah. Langkah Hengki terhenti, setelah peluru senjata api pihak kepolisian yang melakukan pengejaran menembus dada kirinya.

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengatakan, selama delapan hari Hengki melarikan diri ke Jawa Tengah setelah mengetahui jika rekan pelaku yakni, Poniman tewas tertembak mati, Bayu Irwansyah tertangkap dan Tyas Dryantama menyerahkan diri.

“Dalam pelariannya selama delapan hari tersebut, terakhir Hengki menetap di rumah temannya yang bekerja di toko roti di Brebes. Selama di sana (Brebes), Hengki tidak bekerja, hanya menumpang tinggal. Karena temannya tidak mengetahui Hengki buronan makanya diterima untuk tinggal dan menginap,” ungkap Kapolda.

Dijelaskan Kapolda, polisi yang mengetahui keberadaan Hengki dari hasil penyelidikan langsung melakukan penyergapaan dan penangkapan. Namun saat ditangkap Hengki melawan hingga dada kiri pelaku tertembak dan tewas.

“Sesuai janji kami, pelaku kejahatan sadis kami sikat. Ya, seperti Hengki ini dia kami sikat. Tindakan tegas yang diberikan kepada Hengki menjadi bukti jika kami tidak main-main menindak tegas para pelaku kejahatan sadis di Sumsel,” tandas Kapolda.

Terpisah, Pamin Yandokpol Rumah Sakit Bhayangkara Palembang, Iptu Edinson mengatakan, jenazah Hengki sudah diambil pihak keluarga untuk dimakamkan pada Jumat sore (13/4/2018).

“Jenazah Hengki sudah diserahkan kepada pihak keluarganya untuk dimakamkan di kawasan Lalan Kabupaten Muba,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Rabu siang (11/4/2018) Hengki tewas ditembak aparat kepolisian di kawasan Kabupaten Brebes Jawa Tengah. Polisi terpaksa memberikan tindakan tegas lantaran saat ditangkap, Hengki melakukan perlawanan dan hendak melarikan diri. Seusai tertembak mati, jenazah Hengki dibawa ke Palembang dan tiba di Rumah Sakit Bhayangkara Palembang, Kamis malam (12/4/2018).

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara saat merilis kasus tertangkap dan tertembak matinya Hengki di kamar jenazah Rumah Sakit Bhayangkara Palembang mengungkapkan, jumlah pelaku dalam kasus perampokan dan pembunuhan korban Tri Widyantoro berjumlah 4 orang, dan semuanya sudah tertangkap, yang terdiri dari; dua pelaku atas nama Poniman dan Hengki ditembak mati, satu pelaku atas nama Bayu Irwansyah tertangkap dan satu pelaku bernama Tyas Dryantama menyerahkan diri.

“Hengki yang tertangkap terakhir dan tewas tertembak dalam penangkapan di Brebes. Dalam pelariannya ada empat kabupaten di Jawa Tengah yang menjadi persembunyian Hengki yakni; Tegal, Kendal, Semarang, Wonosobo dan di Brebes,” terang Kapolda.

Diceritakan Kapolda, terungkapnya keberadaan Hengki juga terhendus dari foto rumah di Brebes yang diunggah di akun facebook milik pelaku.

“Foto rumah yang dia posting di facebook tersebut merupakan rumah yang ditempatinya di Brebes. Saat digerebek, benar di sana sedang ada Hengki,” ujar Kapolda.

Lebih jauh Kapolda mengungkapkan, dari hasil pemeriksaan kepada jenazah Hengki, ditemukan jimat kebal dan menghilang berbentuk keris kecil.

“Jadi Hengki ini punya jimat kebal dan menghilang, sampai anggota yang mau menangkap tidak kelihatan, tapi akhirnya Hengki tertangkap dan tewas tertembak anggota juga. Selain itu, pada jenazah juga ditemukan foto copy KTP, foto Hengki serta surat cinta yang ditulis tangan oleh pacar Hengki dan juga surat cinta yang dibuat Hengki untuk pacarnya. Akan tetapi dalam surat tersebut tidak ada tanggalnya,” pungkasnya.

Untuk diketahui, pihak kepolisian Polda Sumsel, Jumat (30/3/2018) menemukan tengkorak dan tulang yang merupakan jenazah korban Tri Widyantoro di rawa-rawa di kawasan Desa Muara Sungsang Kabupaten Banyuasin.

Bukan hanya menemukan jenazah korban, polisi juga berhasil menangkap dua pelaku yang merampok dan membunuh korban, keduanya yakni; Poniman dan Bayu Irwansyah. Dari kedua pelaku ini, Poniman tewas tertembak polisi lantaran melawan saat ditangkap. Kemudian, Sabtu malam (31/3/2018) pukul 19.30 WIB tersangka Tyas Dryantama menyerahkan diri ke Polda Sumsel dengan diantar oleh ayahnya.

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengungkapkan, kasus perampokan dan pembunuhan korban Tri Widyantoro ini terjadi pada Kamis 15 Februari 2018 lalu di kawasan perkebunan sawit Tanjung Lago Banyuasin. Dimana saat itu Poniman menyuruh Bayu memesan taksi online melalui aplikasi, hingga pesanan tersebut didapatkan oleh korban dengan tujuan Jalan Kapten A Arsyad Way Hitam Palembang menuju Kenten Ujung Banyuasin.

Setiba di lokasi kejadian, para pelaku meminta korban memberhentikan mobil, saat itulah Poniman dibantu Hengki menjerat leher korban dengan tali tambang dari belakang. Sedangkan Bayu memegangi kedua tangan korban, sementara Tyas membekap mulut korban hingga korban tewas.

“Usai korban tewas, para pelaku membuang jenazah korban ke semak-semak di kawasan Sungsang Banyuasin. Lalu mobil korban dibawa kabur ke kawasan Kecamatan Lalan Muba. Terungkapnya kasus ini, setelah polisi mendapati handphone (HP) korban yang dijual pelaku di salah satu counter HP di mall yang berada di Jalan Jenderal Sudirman Palembang. Kemudian dilakukan penyelidikan hingga polisi menangkap Bayu dan Poniman. Dari pengakuan tersangka Bayu inilah ditemukan jenazah korban yang dibuang di kawasan Sungsang hingga kasus ini terungkap,” jelas Kapolda. (ded)

Publisher : Awid Durohman

Awid Durohman

Lihat Juga

Tiga Rumah Warga Lawang Kidul Hangus Terbakar

Palembang, KoranSN Kebakaran hebat, Minggu siang (22/4/2018) terjadi di kawasan pemukiman rapat penduduk di Jalan ...

error: Content is protected !!