Home / Headline / 9 Bandar dan Pengedar Narkoba Asal Surabaya Divonis Hukuman Mati

9 Bandar dan Pengedar Narkoba Asal Surabaya Divonis Hukuman Mati

Terdakwa Muhammad Nazwar Syamsu alias Letto saat mendengarkan vonis yang dibacakan hakim. (foto-dedy/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Klas 1 Palembang, Kamis (7/2/2019) menjatuhkan vonis pidana mati kepada sembilan terdakwa bandar dan pengedar Narkoba Letto Cs asal Surabaya.

Adapun kesembilan terdakwa tersebut terdiri dari; terdakwa Muhammad Nazwar Syamsu alias Letto yang merupakan bandar dan juga pimpinan dalam jaringan ini, kemudian delapan terdakwa lainnya yaitu; terdakwa Trinil Sirna Prahara, Shabda Sederdian, Chandra Susanto, Hasanuddin, Andik Hermanto, Frandika Zulkifly, Faiz Rahmana Putra dan Ony Kurniawan.

Dalam persidangan tersebut, para terdakwa dihadirkan secara bergantian mendengarkan pembacaan vonis yang dibacakan oleh Ketua Mejelis Hakim, Efrata Tarigan dan hakim anggota Achmad Syarifudin dan Yunus Sesa.

Majelis Hakim saat membacakan vonis mengatakan, dari fakta persidangan dan barang bukti terungkap jika terdakwa Muhammad Nazwar Syamsu alias Letto merupakan pimpinan dari delapan terdakwa lainnya. Bahkan dalam menyelundupkan Narkoba jenis sabu dan ekstasi, tedakwa Letto dan terdakwa lainnya mengedarkan Narkoba di Palembang, Bandar Lampung, Jakarta, Semarang, Surabaya hingga ke Banjarmasin.

“Untuk itu terdakwa Muhammad Nazwar Syamsu alias Letto dan terdakwa Trinil Sirna Prahara, Shabda Sederdian, Chandra Susanto, Hasanuddin, Andik Hermanto, Frandika Zulkifly, Faiz Rahmana Putra, Ony Kurniawan, terbukti secara syah melanggar Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) Undang–Undang No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika, sehingga ke sembilan terdakwa dijatuhkan hukuman pidana mati,” tegas Ketua Majelis Hakim.

Menurut Hakim, dari fakta persidangan juga mengungkap bahwa saat menyelundupkan Narkoba para terdakwa menggunakan jalur udara dan darat. Bahkan guna mengelabui petugas, para terdakwa menggunakan bungkus kopi dalam mengemas Narkoba yang diselundupkan. Namun saat para terdakwa meyelundupkan 3,05 Kg sabu dan 4950 butir ekstasi ke Palembang, mereka berhasil diungkap dan ditangkap oleh pihak kepolisian Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumsel.

Baca Juga :   Pomdam dan Polda Kejar Prada DP, Oknum TNI Diduga Pembunuh & Mutilasi Fera Oktaria

“Dari itu dalam perkara ini tidak ada yang meringankan para terdakwa, dan dengan dijatuhkan vonis pidana mati tersebut maka kesembilan terdakwa memiliki waktu untuk fikir-fikir atau mengajukan banding,” tandas hakim.

Usai mendengarkan vonis tersebut, terdakwa Muhammad Nazwar Syamsu alias Letto dan delapan terdakwa lainnya menyatakan banding, selanjutnya sidang ditutup oleh Ketua Majelis Hakim.

Humas Pengadilan Negeri Klas 1 Palembang, Saiman mengungkapkan, vonis pidana mati yang dijatuhkan kepada para terdakwa kasus Narkoba tersebut merupakan edukasi bagi calon pelaku lainnya, yang menjadi bandar maupun pengedar Narkoba supaya berhenti sejak saat ini dalam mengedarkan Narkoba.

“Kemudian para terdakwa yang divonis mati tersebut, yakni Letto Cs merupakan jaringan bandar dan pengedar Narkoba yang besar, jadi untuk menyelamatkan generasi bangsa maka hakim menjatuhkan vonis pidana mati terhadap kesembilan terdakwa,” ungkapnya.

Muhammad Nazwar Syamsu alias Letto. (foto-ditres narkoba polda sumsel)

Terpisah, Direktur Reserse Narkoba Polda Sumsel, Kombes Pol Farman mengungkapkan, pihaknya mengapresiasi Pengadilan Negeri Klas I Palembang dan kejaksaan yang telah menjatuhkan vonis mati kepada sembilan terdakwa Letto Cs.

“Tentunya vonis hakim tersebut menjadi pembelajaran bagi bandar narkoba lainnya untuk berhenti mulai dari sekarang, atau kami sikat jika tertangkap. Selain itu dari penyidikan yang kami lakukan diketahui jika Letto Cs ini sudah berhasil mengedarkan sabu lebih dari 600 Kg di Sumatera termasuk Palembang, Jawa hingga Kalimantan. Dari itu para terdakwa merupakan jaringan Narkoba yang besar,” jelasnya.

Baca Juga :   Beradu Dengan Mobil, Yoga Alami Luka Serius

Diungkapkannya, selain sembilan terdakwa yang telah divonis hakim, memang sebenarnya masih ada satu pelaku lainnya yang masih buron, yakni Bang Kumis.

“Bang Kumis ini merupakan bos besar dari jaringan Letto Cs ini, dan hingga kini kami masih melakukan penyelidikan untuk menangkapnya. Sejauh ini, dari penyelidikan dan informasi yang kami terima, pelaku Bang Kumis merupakan warga Sumatera dan merupakan jaringan bandar internasional dari Malaysia,” ungkapnya.

Dijelaskan Farman, penangkapan para tersangka yang kini sudah divonis hakim bermula dari temuan paket bersisi 3,05 Kg dan 4950 butir ektasi di Bandara SMB II Palembang oleh Petugas Avsec Bandara pada 22 Maret 2018. Kemudian barang bukti Narkoba tersebut diserahkan ke Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumsel untuk dilakukan penyelidikan.

“Hasil dari penyelidikan, awalnya ditangkap pelaku Ony Kurniawan di Surabaya pada 11 April 2018. Lalu dilakukan pengembangan hingga keesokan harinya, 12 April 2018 juga diringkus pelaku Hasanuddin dan Andik Hermanto,” katanya.

Masih dikatakannya, kemudian dari pengembangan selanjutnya, pada tanggal 13 April 2018, ditangkap pelaku Trinil Sirna Prahara, Chandra Susanto dan Frandika Zulkifly di salah satu hotel di Surabaya. Dari penangkapan ketiga pelaku ini, pihaknya kembali mendapati barang bukti 7 Kg dan 4.943 butir ekstasi.

“Bukan hanya itu, pada tanggal 1 Mei 2018, dari hasil pengembangan kami juga menangkap pelaku Muhammad Nazwar Syamsu alias Letto dan Faiz Rahmana Putra di Jakarta, lalu tanggal 22 Juli 2018 kami kembali menangkap pelaku Shabda Sederdian di Malang Jawa Timur,” paparnya.

Lanjut Farman, setelah dilakukan pemeriksaan diketahui jika para pelaku yang diketuai oleh Muhammad Nazwar Syamsu alias Letto tersebut merupakan warga Surabaya.

“Bahkan para pelaku ini diketahui sudah mengedarkan Narkoba sejak tahun 2017 silam,” tandas Farman. (ded)

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Polresta Ungkap Hasil Visum Mahasiswi Tewas

Banda Aceh, KoranSN Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banda Aceh mengungkap hasil visum mahasiswi yang ditemukan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.