Penyerahan Dokumen Syarat Minimal Dukungan Pasangan Calon Perseorangan Dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir Tahun 2020
Home / Foto / 98 Napi se-Sumsel Hirup Udara Bebas

98 Napi se-Sumsel Hirup Udara Bebas

KIRI KE KANAN :Kepala LPKA Lapas Kelas 1 Pakjo ,Endang Lintang Herdiman dan Kakanwil Kemenkumham Sudirman D Hury saat mendampingi Hubernur Sumsel melihat kelengkapan Lapas Khusus Anak Pakjo usai pemberian remisi 17 Agustus 2017.– Foto Ferdinand Deffryansyah/koransn

Palembang, SN

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Sumsel, Sudirman D Hury, Kamis (17/8) mengatakan, bertepatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-72, terdapat 6.259 narapidana (Napi) di sejumlah Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan Negara (Rutan) di Sumsel mendapatkan remisi, bahkan 98 Napi diantaranya mendapatkan remisi bebas.

Dijelaskan Sudirman, remisi tersebut diberikan kepada Napi dan anak pidana yang memenuhi persyaratan yakni; telah menjalani masa hukuman selama 6 bulan atau lebih, berkelakuan baik dengan mentaati peraturan yang sudah ada, berjasa kepada negara, bermanfaat bagi negara, melakukan perbuatan yang membantu negara.

“Jadi, dari 6.259 Napi se-Sumsel yang mendapatkan remisi, 98 diantaranya bebas dan dari jumlah Napi yang memperoleh remisi bebas ini
12 Napi merupakan Napi yang berada di Lapas dan Rutan di Kota Palembang ini,” katanya usai acara pemberian remisi kepada Napi di Lapas Anak Pakjo Palembang.

Lebih jauh diungkapkan Sudirman, para Napi yang mendapatkan remisi bebas maupun remisi umum pengurangan masa tahanan merupakan Napi kasus pidana umum dan kasus narkoba.

Baca Juga :   Sandiaga Uno Kembali ke Gerindra

“Sedangkan untuk Napi kasus korupsi tidak diberikan remisi. Sementara untuk Napi yang memperoleh remisi bebas, PakGubenur memberikan bantuan berupa santunan,” ujarnya.

Menurutnya, untuk jumlah Napi di semua Lapas dan Rutan saat ini mengalami over kapasitas sebesar 156 persen. Hal ini dikarenakan jumlah Napi se-Sumsel melebihi daya tampung Lapas dan Rutan yang ada.

“Kalau jumlah seluruhnya ada 12.000 lebih Napi, sedangkan daya tampung Lapas dan Rutan yang ada di Sumsel itu hanya 6.258 orang,” ungkapnya.

Meskipun demikian, lanjut Sudirman, pihaknya selalu berusaha memberikan pembinaan dan pelatihan kepada para Napi. Itu dilakukan
agar Napi menyadari kesalahan meraka dan kedepan tidak akan mengulanginya lagi. Selain itu, agar para Napi saat bebas nantinya dapat diterima di kalangan masyarakat.

“Adapun pelatihan dan pembinaan yang diberikan diantaranya, pelatihan kesenian tari dan musik serta juga pelajaran seperti di sekolah-sekolah. Semua itu dilakukan agar meraka juga tidak merasa ketinggalan untuk masa depan mereka,” tandas Sudirman.

Sementara Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin yang menghadiri acara pemberian remisi di Lapas Anak Pakjo Palembang mengatakan, pemberian remisi bukanlah bentuk kelonggaran kepada para Napi agar dapat bebas dari Lapas maupun Rutan. Namun remisi yang diberikan sebagai bentuk komitmen dan tangungjawab pemerintah untuk mengurangi dampak negatif dan stimulan dari efek pidana. Bahkan dalam remisi yang diberikan pemerintah kepada para Napi tidaklah mudah, sebab ada persyaratan yang harus dipenuhi untuk mendapatkan remisi tersebut.

Baca Juga :   DPR Setujui Idham Aziz Jadi Kapolri

“Selain itu, selama menjadi warga binaan di Lapas dan Rutan, para Napi selalu diberikan pembinanan yang tujuannya agar saat bebas nanti, mereka dapat menyesuaikan diri dengan masyarakat dan ikut berperan aktif dalam pembangunan,” ungkap Gubernur.

Terpisah di OKI, sebanyak 413 Napi di Lapas Klas III Kayuagung Kabupaten OKI mendapatkan remisi atau pengurangan masa tahanan dari Kemenkumham RI. Bahkan 21 Napi diantaranya langsung bebas karena habis masa tahanan dan bisa pulang ke kampung halaman.

Kepala Lapas Klas III Kayuagung, Hartaya BCIP mengatakan, tugas pihaknya membina dan berusaha mengembalikan Napi ke masyarakat dan ini terealisasi karena Napi yang bebas memenuhi persyaratan mendapatkan remisi.

“Selain Napi kasus Narkoba dan pidana umum, Napi di sini ada juga yang kasus terorisme. Koordinasi terus kami lakukan dengan Kodim dan Polres untuk menjaga para Napi,” jelasnya.

Sedangkan Bupati OKI, H Iskandar SE mengungkapkan, bagi Napi yang bebas kemarin agar tidak mengulangi perbuatan pidana apapun sehingga tidak kembali masuk Lapas.

“Bersosialisasilah dengan masyarakat di kampung halaman dan lakukan yang terbaik,” ujarnya.

Dikatakannya, jadikanlah kehidupan di Lapas merupakan kali pertama dan terakhir dan jadikan pelajaran dan waspada sehingga tidak kembali tersandung dengan permasalahan hukum.

“Kalian kini telah bebas berpikir dan bebas berkehendak, namun jangan coba-coba lagi melanggar hukum,” sarannya. (cw1/iso)

Publisher : Ferdin Ferdin

Avatar
Pewarta Harian Suara Nusantara, www.koransn.com, Mingguan Suara Negeriku.

Lihat Juga

Cemburu dan Sakit Hati, Yana Habisi Nyawa Darius di Kemang Manis dengan Pipa Besi

Palembang, KoranSN Pihak kepolisian Polsek IB II Palembang, Kamis (16/1/2020) mengungkap kasus pembunuhan korban Darius …