Abbas Bahas Perkembangan Terakhir dengan Menlu Irlandia

Presiden Mahmoud Abbas berpidato di Sidang Majelis Umum PBB. (foto-antaranews)

Ramallah Palestina, KoranSN

Presiden Palestina, Mahmoud Abbas membahas perkembangan paling akhir dengan Menteri Luar Negeri Irlandia Simon Coveney, perkembangan paling akhir di wilayah Palestina.

Presiden Palestina tersebut juga membahas tindakan Israel terhadap rakyat Palestina, tanah dan tempat suci mereka dan sikap bias Amerika yang menguntungkan penguasa pendudukan Israel.

Pembahasan itu dilakukan selama pertemuan yang diselenggarakan di markas presiden di Ramallah, tempat Presiden Abbas menekankan berlanjutnya kebijakan permukiman Yahudi di wilayah Palestina akan menghancurkan peluang untuk mencapai perdamaian nyata dengan dasar resolusi PBB guna mengakhiri pendudukan dan berdirinya Negara Palestina Merdeka, di dalam perbatasan 1967 dengan Jerusalem Timur sebagai ibu kotanya.

Baca Juga :   Sejumlah Negara Arab Cela Serangan Terhadap Kapal Komersial

Presiden Palestina tersebut kembali menyampaikan perlunya buat Irlandia dan negara lain Eropa untuk mengakui Negara Palestina di dalam perbatasan 1967, demikian laporan Kantor Berita Palestina, WAFA yang dipantau Antara di Jakarta, Rabu (4/12/2019).

Tujuannya ialah untuk membela hak rakyat Paletina untuk menentukan nasib sendiri, dan melindingu penyelesaian dua-negara yang disahkan masyarakat internasional.

Mereka juga membahas hubungan bilateral yang kuat antara kedua negara itu, dan menegaskan keinginan rakyat Palestina untuk mendorong dan meningkatkannya demi kepentingan terbaik rakyat kedua negara bersahabat.

Baca Juga :   Komnas HAM Dukung Indonesia ke Dewan HAM PBB Lewat Diplomasi

Pada gilirannya, menteri Irlandia tersebut menegaskan posisi negaranya dalam mendukung Palestina, dan terus memperkuat kerja sama dan persahabatan bilateral.

Ia menegaskan, dukungan yang berlanjut Irlandia bagi proses politik dengan dasar resolusi PBB sejalan dengan prinsip penyelesaian dua-negara guna mengakhiri konflik Palestina-Israel dan mencapai perdamaian yang adil dan menyeluruh di wilayah itu,serta menekankan posisi Uni Eropa mengenai masalah tersebut. (Antara/WAFA/ded)

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Gubernur Beirut: Banyak Jenazah Warga Asing Belum Teridentifikasi

Beirut, KoranSN Banyak pekerja asing dan sopir hilang dan diperkirakan tewas dalam ledakan hebat di …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.