Home / Headline / ABK Kapal Karam di Tanjung Api-Api Ditemukan Tewas

ABK Kapal Karam di Tanjung Api-Api Ditemukan Tewas

EVAKUASI – Tim gabungan dari Basarnas Palembang, Polair, TNI AL dan perwakilan Kemenhub saat mengevakuasi jenazah ABK Kapal Kahyong Utara, Ridho Hanafi yanng ditemukan tewas di perairan Tanjung Api-Api Banyuasin. (foto-ferdinand/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Ridho Hanafi (23), warga Jompong RT 6 RW 6 Lamongan yang merupakan Anak Buah Kapal (ABK) dari Kapal Feri merek Kahyong Utara yang karam di kawasan perairan Tanjung Api-Api (TAA) Banyuasin, Rabu (21/2/2018) pukul 17.00 WIB ditemukan tewas.

Jenazah korban ditemukan mengapung 400 meter dari lokasi kapal yang kandas. Kemudian jenazah korban dievakuasi Tim Basarnas Palembang dan petugas Polair ke Rumah Sakit Bhayangkara Palembang.

Pantauan di rumah sakit, jenazah korban tiba sekitar pukul 19.00 WIB dengan dibawa menggunakan mobil ambulance. Lalu jenazah korban yang telah mengeluarkan aroma yang tak sedap tersebut dibawa ke ruang forensik.

Suasana duka pecah saat rekan-rekan korban sesama ABK Kapal Feri merek Kahyong Utara masuk ke dalam ruang forensik untuk melihat jenazah korban yang berada di dalam kantong jenazah. Bahkan diantaranya ada yang menangis dan lemas.

“Kejadiannya cepat sekali, tiba-tiba kapal itu miring dan tenggelam. Bahkan semua penumpang dan ABK yang berada di dalam kapal panik, dan menyelamatkan diri masing-masing, hingga akhirnya ada kapal yang lewat dan menyelamatkan kami,” ujar salah satu ABK yang enggan menyebutkan namanya.

Sementara itu, Kepala Basarnas Palembang, Toto Mulyono mengatakan, pencarian korban Ridho Hanafi dimulai pagi hari sekitar pukul 06.30 WIB dengan menggunakan dua unit kapal dan satu unit perahu karet Basarnas Palembang.

“Setelah tim menyisir sekitar lokasi kejadian, akhirnya korban Ridho Hanafi ditemukan dengan kondisi sudah meninggal dunia. Kemudian tim mengevakuasi korban ke Rumah Sakit Bhayangkara Palembang,” kata Toto.

Masih dikatakannya, dalam pencarian tersebut petugas Basarnas Palembang yang dikerahkan ke lokasi kejadian menyisir di sekitaran bangkai kapal yang kandas.

“Semua titik kami sirir hingga akhirnya korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia,” tandasnya.

Humas Basarnas Palembang, Rio Topan menambahkan, dalam pencarian korban Ridho Hanafi, awalnya petugas sempat terkendala dengan derasnya arus air dan angin yang kencang.

“Selain itu, bangkai kapal yang tenggelam sangat labil sehingga jika dilakukan proses penyelaman dapat membahayakan petugas yang menyelam. Sebab di kapal itu masih terdapat sejumlah kendaraan dan barang-barang lainnya,” ujarnya.

Meskipun demikian, lanjut Topan, penyisiran di sekitaran bangkai kapal masih tetap dilakukan. Selain itu petugas juga menyisir sekitaran lokasi hingga akhirnya korban ditemukan dengan kondisi tewas.

“Korban ditemukan mengapung pada pukul 17.00 WIB di samping salah satu kapal yang saat itu sedang bersandar. Kemudian jenazah korban langsung dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit,” ungkapnya.

Publisher : Awid Durohman

Awid Durohman

Lihat Juga

Sekejap Motor Zainudi Raib Digondol Maling

Palembang, KoranSN Sekejap, sepeda motor dengan susah payah diangsur selama tiga tahun raib dibawa kabur ...

error: Content is protected !!