Home / Lacak / Abu Tours Tak Miliki Lagi Uang Untuk Berangkatkan Calon Jamaah Umroh di Sumsel

Abu Tours Tak Miliki Lagi Uang Untuk Berangkatkan Calon Jamaah Umroh di Sumsel

Kantor Abu Tours di Jalan Inspektur Marzuki Pakjo Palembang tampak tertutup. (foto-dok/dedy/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Pihak Abu Tours saat ini sudah tidak memiliki uang lagi untuk memberangkatkan umroh para calon jamaah, termasuk calon jamaah di Sumsel yang telah mendaftar dan menyetorkan uang keberangkatan kepada Kantor Abu Tour Cabang Palembang.

Ketua Aliansi Mitra Agen dan Jamaah Sumsel, Edi Wibowo mengatakan, karena pihak Abu Tours saat ini tidak memiliki uang lagi untuk memberangkatkan umroh para calon jamaah makanya paspor para calon jamaah akan dikembalikan oleh pihaknya.

“Abu Tours sudah tidak ada uang lagi, jadi siapa yang mau mengganti uang calon jamaah yang belum diberangkatkan. Sekarang keadaannya sudah seperti ini, jadi kami ikhlas, semoga Allah mengganti uang kami, Aamiin,” ujarnya.

Diungkapkannya, bahkan saat ini perwakilan Abu Tour Pusat, Andi Akbar Hasban yang sebelumnya mengelolah Abu Tours Palembang, sudah tidak ada lagi di Palembang. Dari itulah, Aliansi Mitra Agen dan Jamaah Sumsel yang nantinya akan mengembalikan paspor para calon jamaah yang tidak diberangkatkan umroh oleh Abu Tours.

“Jumlah paspor calon jamaah yang akan diserahkan ada sekitar 6000, maka sejumlah tersebutlah calon jamaah di Sumsel yang belum diberangkatkan umroh oleh pihak Abu Tours. Sementara untuk Kantor Abu Tours Palembang saat ini masih ditutup. Hal ini dilakukan lantaran kami masih berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk membuka kantor guna mengembalikan semua paspor calon jamaan ,” ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengatakan, dari hasil penyelidikan yang dilakukan Polda Sumsel diketahui jika aset Abu Tours diPalembang berupa kantor cabang dibeli menggunakan uang keberangkatan umroh yang disetorkan oleh para calon jamaah umroh.

Menurut Kapolda, oleh karena itulah unsur dugaan tindak pidana penipuan dalam dugaan kasus ini terpenuhi. Sementara untuk penyitaan aset Abu Tours di Palembang nantinya akan dilakukan oleh penyidik Polda Sulawesi Selatan (Sulsel). Sebab, penanganan dugaan kasus ini sudah dilimpahkan Polda Sumsel ke Polda Sulsel di Makassar.

“Jadi, dari hasil penyelidikan kami selama ini, diketahui jika aset Abu Tours di Palembang dibeli menggunakan uang calon jamaah umroh dan itu salah, kecuali aset tersebut dibeli dari keuntungan usaha tersebut. Sedangkan untuk penyitaan aset, nanti dengan sendirinya akan dilakukan berdasarkan hasil penyelidikan yang dilakukan oleh penyidik Polda Sulsel,” katanya.

Diungkapkan Kapolda, pelimpahan penanganan dugaan kasus ini ke Polda Sulsel berdasarkan petunjuk dari Bareskrim Polri, ini dilakukan mengingat kantor pusat Abu Tours berada di Makasar. Dari itulah berkas hasil penyelidikan yang dilakukan penyidik Polda Sumsel kini sudah diserahkan kepada penyidik Polda Sulsel.

“Dalam dugaan kasus ini TKP (Tempat Kejadian Perkara) banyak, ada di sejumlah daerah di Indonesia. Untuk itulah dari petunjuk Bareskrim, penanganan dugaan kasus ini ditarik Polda Sulsel,” ungkap Kapolda.

Lanjut Kapolda, walaupun penanganan dugaan kasus ini dilakukan di Polda Sulsel namun dirinya menilai jika Pimpinan Abu Tours Cabang Palembang, Ridwan serta isteri bisa dikenakan pindana sesuai Pasal 55 KUHP dan Pasal 56 KUHP tentang ikut serta melakukan tindak pidana penipuan.

“Ridwan ini kan pimpinannya di sini (Abu Tours Palembang), sementara isterinya bernama Yuli sebagai sekretaris perusahaan. Keduanya kini berada di Makassar dan keduanya bisa diproses hukum dan dikenakan pidana. Untuk proses hukumnya nanti akan berjalan dengan sendirinya berdasarkan hasil penyelidikan yang dilakukan oleh penyidik Polda Sulsel,” tegas Kapolda.

Untuk diketahui, Senin sore (12/2/2018) penyidik Subdit I Keamanan Negara Polda Sumsel memasang police line di Kantor Abu Tours Cabang Palembang Jalan Inspektur Marzuki, Pakjo Palembang.

Pemasangan garis polisi dilakukan menindaklanjuti laporan para calon jamaah umroh ke Polda Sumsel dengan Nomor Laporan: LPB/188/ISI/2018/SPKT. Dimana dalam laporan tersebut para korban melaporkan Direktur Utama PT Amanah Bersama Umat yang menaungi Abu Tours, H Muhammad Hamzah Mamba (53), warga Jalan Bajigau Raya No 321 Makassar Sulawesi Selatan.

Bukan hanya itu, calon jamaah umroh Nurhaya (57), warga Jalan Karya Kelurahan Lebong Gajah Kecamatan Sematang Borang Palembang, Rabu (21/2/2018) juga telah melaporkan agen Abu Tours Palembang berinisial ‘DW’ (57), warga Jalan Musi Raya Barat Kecamatan Sako Palembang ke Polda Sumsel. Laporan korban diterima petugas kepolisian dengan nomor laporan: LPB/135/II/2018/SPKT.

Bahkan untuk mengungkap dugaan kasus ini, Selasa (27/2/2018) sekitar pukul 02.30 WIB penyidik Subdit I Keamanan Negara Ditreskrimum Polda Sumsel telah melakukan penggeladahan di Kantor Abu Tours Cabang Palembang. Dalam penggeledahan tersebut penyidik menyita satu bungkus plastik berisikan berkas guna kepentingan penyelidikan. (ded)

Publisher : Awid Durohman

Awid Durohman

Lihat Juga

1 Tewas 2 Terluka, Pencuri Mobil Tabrak Kerumunan Warga Kertapati

Palembang, KoranSN Syahril Alamsyah (19), warga Jembatan I Kecamatan Kertapati Kota Palembang nekat menabrakan mobil ...

error: Content is protected !!