Senin , Desember 10 2018
Home / Lacak / Acun & Fran Sang Eksekutor Tak Hiraukan Teriakan Ampun Sofyan Driver Taksi Online

Acun & Fran Sang Eksekutor Tak Hiraukan Teriakan Ampun Sofyan Driver Taksi Online

Tersangka Acun dan Fran saat diamankan di Polda Sumsel. (foto-dedy/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Tersangka Acundra alias Acun (21) dan Franata Ariwibowo alias Fran (18), dua pelaku yang mengeksekutor secara sadis korban Sofyan (47) driver taksi online, tak menghiraukan teriakan korban meminta ampun saat dieksekusi hingga tewas di dalam mobil, tepatnya di Simpang Bandara Palembang.

Dikatakan Acun, jika otak perampokan dan pembunuhan korban yakni rekannya Akbar yang kini belum tertangkap. Ia dan Fran nekat menghabisi nyawa korban setelah diancam oleh pelaku Akbar.

“Kami diancam dibunuh Akbar kalau tidak membunuh korban, dari itulah saya dan Fran bergantian mencekik leher korban hingga korban tewas. Memang sebelum meninggal dunia, korban sempat teriak ampun. Namun karena Akbar menyuruh kami membunuhnya hingga teriakan korban tidak kami hiraukan,” ungkapnya, Minggu (18/11/2018).

Diceritakannya, aksi perampokan dan pembunuhan korban tersebut dilakukannya bermula saat Akbar dan Ridwan meminta ditemani ke Kota Palembang untuk mengambil mobil.

“Kata Akbar ke Palembang hanya mau ambil mobilnya, makanya saya dan Fran ikut. Namun setiba di Palembang, barulah Akbar dan Ridwan menjelaskan jika mereka mau merampok mobil orang,” ungkapnya.

Masih dikatakan Acun, mengetahui niat Akbar dan Ridwan hendak merampok, awalnya dirinya dan Fran tidak mau melakukannya. Namun Akbar mengancam akan membunuh jika dirinya dan Fran tidak ikut melakukan aksi perampokan tersebut.

“Kami diancam dibunuh kalau tidak ikut. Bahkan Akbar juga memerintakan kami membunuh korban yang akan dirampok. Kalau tidak melakukan semua itu maka kami yang akan dibunuh oleh Akbar,” ujarnya.

Baca Juga :   Pemuda Diduga Membawa Pistol Diteriaki Maling, IRT Jadi Korban Peluru Nyasar

Dijelaskannya, saat menghabisi nyawa korban dirinya berperan mencekik leher korban Sofyan dari belakang menggunakan tangan kanannya yang ditekukan.

“Saya duduk di jok tengah tepat di belakang korban. Saat mobil korban berhenti, saat itulah saya langsung mencekik leher korban dari belakang menggunakan tangan kanan saya yang ditekukan. Setelah itu, Akbar dan Ridwan yang duduk di samping saya menarik tubuh korban ke jok tengah. Lalu keduanya langsung memegangi tangan korban. Setelah korban lemas, barulah Fran mengganti peran saya, yakni mencekik leher korban hingga akhirnya korbanpun tewas,” jelasnya.

Labih jauh dikatakannya, jika saat membunuh korban Sofyan dirinya dan pelaku lainnya tidak menggunakan benda apapun. Hanya saja, ketika korban dianiaya di dalam mobil, kepala korban sempat terbentur body mobil yang berada di dekat jok tengah mobil.

“Saat saya cekik, kepala korban memang beberapa kali terbentur ke body mobil. Bukan hanya itu, kepala korban juga sempat disungkurkan Akbar ke lantai mobil,” katanya.

Dilanjutkan Acun, sebelum dirinya menyerahkan diri ke pihak kepolisian, ia sudah beberapa kali bermimpi didatangi oleh korban Sofyan.

“Dalam mimpi itu korban meminta agar jenazahnya diserahkan. Sering saya memimpikan hal itu, hingga akhirnya saya menyerahkan diri,” tutupnya.

Sementara tersangka Franata Ariwibowo alias Fran mengaku, jika dirinya ikut merampok dan membunuh korban karena takut akan dibunuh oleh Akbar.

Baca Juga :   Jadi Korban Penipuan Warga Plaju Lapor Polisi

“Ketika korban ditarik ke jok tengah mobil, saat itu Akbar memerintahkan agar kami membunuh korban, kalau tidak melakukannya maka saya dan Acun yang akan dibunuh oleh Akbar. Dari itulah, saya mencekik leher korban sekuat tenaga hingga korban lemas dan meninggal dunia,” tandas tersangka Fran.

Untuk diketahui, terungkapnya kasus ini setelah istri korban yakni Fitriani (32), didampingi keluarganya, Selasa lalu (30/10/2018) melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu Polda Sumsel lantaran Sofyan tak kunjung pulang ke rumah. Laporan tersebut diterima pihak kepolisian dengan bukti laporan Nomor: LPB/862/X/2018/SPKT Polda Sumsel.

Menindaklanjuti laporan korban kemudian Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara membentuk tim untuk menyelidiki kasus tersebut. Hasilnya, Minggu (11/11/2018) pukul 20.30 WIB salah satu pelaku yakni; Ridwan (42) berhasil ditangkap di kawasan Desa Sungai Lanang Kecamatan Rawas Ulu Muratara. Usai ditangkapnya Ridwan lalu polisi melakukan pemeriksaan kepada tersangka hingga akhirnya jenazah korban Sofyan ditemukan sudah dalam kondisi tidak untuh lagi.

Kemudian, Kamis malam (15/11/2018) pelaku Fran dan Acun menyerahkan diri ke Polsek Karang Dapo Muratara. Selain itu dalam kasus ini, Polda Sumsel juga berhasil menemukan mobil jenis minibus warna hitam milik korban Sofyan. Mobil ini ditemukan, Jumat siang (16/11/2018) tergeletak di pinggir jalan di kawasan Kerinci Jambi, tepatnya di perbatasan Padang Sumatera Barat. (ded)

CGV Cinemas Segera Hadir di Lantai 3 PTC Mall Palembang

Publisher : Awid Durohman

Awid Durohman

Lihat Juga

15 Pasangan Mesum Terjaring Operasi Pekat Musi

Palembang, KoranSN Jajaran Polresta Palembang, Sabtu malam (8/12/2018) menggelar razia dengan sandi Operasi Pekat (Penyakit ...

error: Content is protected !!