AHY Dengar Aspirasi Warga Sambil Nikmati Kuliner Khas Subang

Suasana AHY beserta rombongan saat menikmati nasi liwet, ayam bakar dan ikan bakar yang disajikan di Saung Liwer Kang Nana. (Foto-foto/Istimewa)

Subang, KoranSN

Setelah menempuh perjalanan selama lebih kurang dua jam dari Soreang, disuguhkan pemandangan bukit-bukit dan area persawahan hijau yang menyegarkan mata, Komandan Komando Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) tiba di Subang, Jawa Barat, Minggu siang (18/3/2018).

Suasana Tanah Pasundan sangat terasa, dengan saung-saung yang berada di tengah sawah, AHY dengan lahap menikmati nasi liwet, ayam bakar dan ikan bakar yang disajikan di Saung Liwer Kang Nana.

Ngariung sambil mendengarkan aspirasi dimulai dengan pertanyaan dari Ruslan, perwakilan komunitas petani yang mengeluhkan penetapan harga barang pokok.

“Subang sangat dikenal dengan pertanian dan menjadi pemasok beras terbesar di Jabar, apalagi kita berada di jalur Pantura. Pada saat ini padi-padi kita sedang panen, namun kerap kali kami mengalami kendala mulai dari penanaman, pemupukan, pengusiran hama bahkan hingga distribusi pupuk yang memberatkan kami. Saya mohon kepada Bapak Agus untuk membantu kami membentuk kebijakan mengenai penetapan harga bahan pokok. Ada lah gitu intervensi pemerintah untuk harga yang seimbang antara pengeluaran petani untuk pengelolaan sawah dan harga jual ke masyarakatnya,” tutur Ruslan.

Baca Juga :   18 calon Duta Besar Luar Biasa RI Kunjungi Palembang (Berita Foto)
AHY saat menjawab pertanyaan Ruslan.

AHY langsung menjawab pertanyaan Ruslan.

“Kita sangat tahu, kalau harga gabah kerap kali mengalami fluktuasi, sehingga hasil yg didapatkan oleh petani tidak sesuai dengan kerja kerasnya. Ketika pidato politik Rapimnas Partai Demokrat kemarin, saya mengatakan bahwa
kita harus meningkatkan ekonomi rakyat. Untuk itu, kita juga harus meningkatkan penghasilan masyarakat sehingga daya belinya meningkat dan kemudian dapat membantu petani untuk menafkahi keluarganya dengan layak. Hal ini tentu sangat penting karena dengan nafkah yang layak, kita bisa memberikan pendidikan bagi anak-anak dan mencetak generasi yang berkualitas. Poin terpentingnya ialah subsidi pupuk yang harus teralokasikan dengan baik sehingga petani sejahtera, jangan sampai subsidi ini malah salah jalur,” AHY menjelaskan.

Saat AHY hendak beranjak dari tempat duduknya, Wandi Khoerudin, seorang buruh pabrik menghampiri AHY dengan membawa dua kardus yang berisi buah manggis.

Baca Juga :   Jalur Utama Tak Bisa Dilalui, Jalur Alternatif Rawan Kecelakaan
AHY saat menerima bungkusan berisi buah manggis dari Wandi Khoerudin seorang buruh pabrik.

“Mas Agus, saya ngefans banget. Saya menunggu banget kedatangan Mas. Alhamdulillah bisa ketemu. Ini ada buah manggis buat Mas dan keluarga, diterima ya Manggis ini,” kata Wandi penuh haru.

“Terima kasih Pak, terima kasih sekali, ini manggisnya saya terima ya. Nanti saya sampaikan ke keluarga saya di rumah,” jawab AHY sambil merangkul Wandi.

Tak hanya manggis, AHY juga diberikan Nanas oleh warga. Dadan berlari mengejar AHY yang sudah bersiap naik ke atas bis, sambil menenteng nanas.

“Mas AHY, ini saya bawakan 40 buah nanas khas Subang, diterima ya Mas, semoga suka,” tutur Pak Dadan dengan semangat.

“Wah banyak sekali sampai 40 buah, terima kasih banyak ya Pak, saya pasti terima. Mari Pak, kita foto dulu,” ajak AHY. (den/rel)

AHY saat diberikan Nanas oleh warga.
Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Apriandi

Avatar

Lihat Juga

Wapres: Kemiskinan Akan Segera Terlihat Akibat Pandemi COVID-19

Jakarta, KoranSN Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengatakan, peningkatan kemiskinan dan ketimpangan sosial merupakan dampak yang …