Air Sumur Warga Mulai Mengering dan Berbau

Tampak sumur warga yang sudah mengering. (foto-sunardi/koransn.com)

Muratara, KoranSN

Minimnya curah hujan beberapa pekan terakhir, membuat beberapa sumur warga menjadi kering dan menimbulkan bau tak sedap. Hal ini menjadi keluhan masyarakat Noman Baru Kecamatan Rupit Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) karena air merupakan kebutuhan pokok, baik digunakan untuk memasak, mandi dan lain sebagainya.

Tohe (60) salah satu warga desa Noman Baru, Kecamatan Rupit, Kabupaten Muratara, mengaku air sumur yang berada di rumahnya sekarang ini hanya menyisahkan sedikit, dan itu juga berbau sehingga tidak layak untuk dikonsumsi untuk keperluan sehari-hari.

“Sumur di rumah saya airnya tinggal sedikit, namun karena bau yang ditimbulkan tak sedap, jadi tidak bisa digunakan untuk apapun. Bukan hanya sumur saya saja yang keadaanya seperti ini, namun di rumah tetangga yang lain juga sama, kering dan berbau,” keluhnya, Minggu (12/8/2018).

Ia mengatakan, dengan kering dan berbaunya air sumur masyarakat tersebut, membuat warga memilih alternatif lain untuk memenuhi kebutuhan air dalam keseharian, dengan mandi dan mencuci ke sungai yang dianggap masih layak digunakan daripada air sumur yang ada di rumah-rumah.

Baca Juga :   Program Lahat Sidak, Dongkrak Kinerja PNS

“Untuk mandi dan mencuci kami lakukan di sungai, karena kami merasa mendingan air di sungai dari pada air yang berada di sumur kami. Airnya sangat tidak enak tercium, apalagi kalau di konsumsi. Kalo untuk memasak terkadang memintak air sumur tetangga yang belum kering dan tidak berbau,” ungkapnya.

Ia mengaku sudah hampir satu bulan terakhir melakukan aktifitas di sungai, walaupun lumayan jauh dari tempat tinggalnya.

“Satu bulan ini kami mandi di Sungai Rupit terus, ya walaupun jaraknya cukup jauh. Dan untuk air sumur di rumah saya, biasanya dalam waktu tiga hari tidak diambil akan terisi, namun hanya bisa untuk mandi satu anak, itupun dilakukan dengan terpaksa kerena anak mau pergi sekolah,” akunya.

Baca Juga :   Ribuan Masyarakat Lubuklinggau Teriaki Ishak Mekki Gubernur Sumsel

Sementara itu Kepala Dusun (Kadus) 3 Noman Baru Kecamatan Rupit membenarkan jika air sumur milik warganya hampir mengering dan menimbulkan bau tak sedap.

“Memang benar ada sebagian sumur warga kita yang hampir mengering dan airnya menimbulkan bau tak sedap,” ujarnya.

Ia menilai, bau air sumur itu disebabkan oleh berkurangnya volume air dan berubahnya warna air menjadi kekuning kuningan dan keruh.

“Ya kalau ditanya apakah layak atau tidak untuk dikonsumsi, kalau dilihat memang tidak layak tapi kami membuat alat penyaringnya supaya terlihat jernih dan bersih,” tutupnya. (snd)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Posko Covid-19 Kabupaten PALI Dibubarkan

PALI, KoranSN Setelah kembali berdiri sejak beberapa pekan lalu, akhirnya seluruh posko Percepatan Penanganan Covid-19 …