Minggu , Oktober 21 2018
Home / Headline / Ajudan Kapolresta Tembak Mati Jambret

Ajudan Kapolresta Tembak Mati Jambret

rekonstruksi – Tersangka Rahmad Hadi memperagakan adegan saat bersama rakannya M Wahyu yang tewas ditembak mati melancarkan aksi jambret terhadap korban di Simpang Dr Cipto Palembang. (foto-dedy/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Pihak kepolisian Polsek IB II Palembang, Kamis (27/9/2018) menggelar rekonstruksi kasus jambret yang terjadi di Simpang Dr Cipto Jalan Kiranggo Wirosantiko Kelurahan 30 Ilir Palembang yang terjadi, Minggu lalu (5/8/2018). Terungkap dalam rekonstruksi tersebut, satu pelaku dari dua jambret yakni M. Wahyu (21) tewas usai ditembak Brigadir Candra yang merupakan ajudan Kapolresta Palembang.

Tersangka Wahyu diberikan tindakan tegas dan terukur lantaran tidak mengindahkan tembakan peringatan yang diletuskan oleh Brigadir Candra saat memergoki aksi jambret tersebut. Sementara satu pelaku lainnya yakni Rahmad Hadi (32), warga Jalan KI Gede Ing Suro Gang Rela Kelurahan 32 Ilir Palembang berhasil ditangkap dalam kondisi hidup setelah sepeda motor yang dikendarai tersangka terjatuh.

Rekonstruksi kasus pejambretan ini digelar Polsek IB II di halaman kantor Mapolsek dengan menghadirkan korban Mutiara (20), mahasiswi jurusan kedokteran dan saksi Mas Gramasa (30), yang merupakan driver ojek online yang saat kejadian membonceng korban.

Dalam rekonstruksi yang digelar sebanyak 7 adegan tersebut tersangka Rahmad Hadi memperagakan adegan saat dirinya bersama pelaku Wahyu (tewas ditembak mati) melakukan aksi jambret. Sementara untuk adegan pelaku Wahyu dan Brigadir Candra diperagakan oleh peran pengganti dari petugas Polsek IB II Palembang.

Tampak, pada adegan pertama rekonstruksi awalnya tersangka Rahmad Hadi bersama Wahyu mencari pengendara motor yang akan menjadi korban mereka dengan duduk di atas sepeda motor di pinggir jalan, tak jauh dari lokasi kejadian.

Kemudian dalam adegan ke-2, tersangka melihat sepeda motor yang ditumpangi korban Mutiara melintas. Lalu kedua tersangka mengikuti sepeda motor tersebut dari belakang. Lalu pada adegan ke-3, saat korban berada di Lampu Merah Simpang Dr Cipto, kedua tersangka memepetkan sepeda motor mereka disamping kendaraan yang ditumpangi korban.

Terlihat pada adegan ke-4 dan ke 5, pelaku Wahyu membuka seliting belakang tas ransel korban. Namun aksi pelaku ini diketahui oleh korban hingga korban menarik tas miliknya, dan ketika itulah tersangka Rahmad Hadi yang mengendarai motor langsung menarik tas korban. Akibatnya antara korban dan tersangka terjadi tarik menarik tas hingga membuat Ipad korban yang berada di dalam tas jatuh ke aspal jalan.

“Saat melihat I-pad korban jatuh dari tas lalu saya sampaikan kepada Wahyu untuk mengambil I-pad tersebut. Saat itu saya mengatakan, “Ambek cepat ambek I-pad itu Wahyu”. Setelah itu Wahyu mengambil I-pad tersebut, namun saat hendak kabur kami mendengar ada teriakan seorang polisi berteriak meminta kami berhenti dan menyerah,” katanya saat memperagakan adegan menjambret korban.

Baca Juga :   Buronan Kasus Penggelapan Uang Buku Sekolah Dibekuk

Setelah itu rekonstruksi kembali dilanjutkan, pada adegan ke-6 yang digelar mengungkap jika anggota polisi yang berteriak agar kedua jambret tersebut menyerahkan diri yakni Brigadir Candra. Dimana saat itu Brigadir Candra sedang melintasi lokasi sehingga memergoki aksi kedua pelaku. Pada adegan tersebut juga tampak Brigadir Candra mengeluarkan senjata api dinas miliknya dan meletuskan tembakan peringatan ke udara agar kedua pelaku menyerahkan diri.

Namun terlihat pada adegan ke-7, kedua jambret tersebut malahan berusaha melarikan diri dengan sepeda motor yang digunakan mereka untuk menjambret. Karena kedua pelalu tidak mengindahkan tebakan peringatan hingga membuat Brigadir Candra menembakan senjata api ke arah motor tersangka.

Akibatnya, timah panas senjata api Brigadir Candra mengenai tubuh belakang pelaku Wahyu. Bukan hanya itu, dari tembakan tersebut membuat sepeda motor kawanan jambret ini terjatuh sehingga keduanya langsung diamankan. Akan tetapi usai kejadian pelaku Wahyu yang terkena tembak tewas saat dilarikan ke rumah sakit.

Usai rekonstruksi tersangka Rahmad Hadi mengatakan, dirinya tidak menyerahkan diri saat mendengar tembakan peringatan polisi karena ia dan Wahyu takut tertangkap.

“Dari itulah kami berusaha kabur dengan sepeda motor yang saya kendarai. Namun saat sedang tancap gas ternyata polisi tersebut menembak kami dari belakang, sehingga tembakan itu mengenai tubuh Wahyu lalu kami terjatuh dari sepeda motor. Saat tertembak, Wahyu sempat mengucapkan kata kata terkahir kepada saya, dimana saat itu dia menyampaikan kepada saya, “Kak mati aku kak, aku keno tembak”. Tak lama kemudian barulah Wahyu meninggal dunia,” ungkapnya.

Kapolsek IB II Palembang, Kompol Agus Hairuddin mengatakan, ada 7 adegan dalam rekonstruksi kasus jambret tersebut. Rekonstruksi dilakukan karena dalam waktu dekat berkas perkara tersangka akan dilimpahkan ke jaksa. Selain itu rekonstruksi digelar juga bertujuan untuk fakta pembuktian jika pristiwa tersebut memang benar terjadi.

“Dalam kasus ini sebenarnya ada dua tersangka yakni M Wahyu dan Rahmad Hadi. Namun dari kedua tersangka ini, untuk tersangka Wahyu tewas ditembak oleh Brigadir Candra yang saat kejadian melintasi TKP. Penembakan tersangka dilakukan karena kawanan jambret ini tidak mengindahkan tembakan peringatan yang sebelumnya diletuskan oleh Brigadir Candra. Sementara untuk tersangka Rahmad Hadi berhasil ditangkap dalam kondisi hidup,” katanya.

Baca Juga :   Dokter Dora Ditetapkan Tersangka Dugaan Korupsi di RSUD OKUT

Lebih jauh diungkapkan Kapolsek, Brigadir Candra merupakan anggota kepolisian yang bertugas di Polresta Palembang yang menjabat sebagai ajudan Kapolresta Palembang.

“Jadi Brigadir Candra ini merupakan ajudan. Saat kejadian Brigadir Candra sedang melintasi lokasi dan melihat aksi pelaku jambret tersebut, sehingga Brigadir Candra melakukan upaya hukum untuk memangkap pelaku. Namun ketika akan diringkus, kedua jambret tersebut berusaha melarikan diri hingga dilakukan tindakan tegas dan terukur yang mengakibatkan tersangka Wahyu tewas ditembak,” tandas Kapolsek.

Diberitakan sebelumnya, M Wahyu, warga Jalan KI Gede Ing Suro Lorong Serengam I Kelurahan 32 Ilir Kecamatan IB II yang merupakan pelaku jambret, Minggu (5/8/2018) pukul 12.50 WIB ditembak mati pihak kepolisian berseragam preman usai melancarkan aksi jembret di Jalan Kirenggo Wirosantiko, tepatnya di Simpang Dr Cipto Palembang.

Saat beraksi, Wahyu melakukan jambret bersama rekannya tersangka Rahmad Hadi dengan mengendarai sepeda motor. Adapun korbannya yakni seorang mahasiswi di salah satu universitas di Kota Palembang.

Kapolresta Palembang, Kombes Pol Wahyu Bintono Hari Bawono saat menggelar ungkap kasus jambret yang dilakukan kedua tersangka di Kamar Jenazah Rumah Sakit Bhayangkara Palembang mengatakan, dalam kasus ini awalnya sepeda motor yang dikendarai tersangka Rahmad dengan membonceng tersangka Wahyu membuntuti motor yang ditumpangi korban. Kemudian saat berada di Simpang Dr Cipto, sepeda motor yang ditumpangi oleh korban berhenti karena adanya lampu merah. Ketika itulah, tersangka membuka tas ransel korban dari arah belakang. Setelah itu tersangka Wahyu merampas I-pad yang ada di dalam tas tersebut.

“Namun aksi tersangka ini diketahui korban hingga membuat tersangka mendorong korban dan korbanpun terjatuh. Setelah itu korban berteriak jambret sehingga teriakan korban terdengar oleh anggota kepolisian berbaju preman yang sedang berada di sekitaran lokasi. Kemudian anggota polisi tersebut

langsung melakukan upaya penangkapan dengan memberikan tembakan peringatan ke udara sebanyak dua kali. Akan tetapi, kedua jambret ini tidak mengindahkan tembakan peringatan sehingga dilakukan tindakan tegas dan terukur yang mengakibatkan tersangka Wahyu tewas ditembak,” ungkap Kapolresta. (ded)

CGV Cinemas Segera Hadir di Lantai 3 PTC Mall Palembang

Publisher : Awid Durohman

Awid Durohman

Lihat Juga

Kaget Lihat Polisi Polsek Gandus, Sabu Terlepas dari Genggaman Ari

Palembang, KoranSN Ari Pratama (40), kaget saat melihat pihak kepolisian Polsek Gandus yang sedang patroli ...

error: Content is protected !!