Akbar Al Farizi Otak Pembunuhan Sadis Driver Taksi Online Diganjar Hukuman Mati

Akbar Al Farizi (baju tahanan) usai menjalani sidang vonis. (foto-ferdinand/koransn)

Palembang, KoranSN

Akbar Al Farizi (34), warga Jalan Rompak Pantai Desa Sungai Lanang Kecamatan Rawas Kabupaten Muratara yang merupakan otak perampokan dan pembunuhan sadis driver taksi online korban Sofyan, Kamis (13/2/2020) diganjar vonis hukuman mati oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Kelas I A Palembang.

Ketua Majelis Hakim, Efrata Hepi Tarigan SH MH saat membacakan putusan atau vonis untuk terdakwa mengatakan, berdasarkan keterangan saksi, barang bukti dan fakta persidangan maka pihaknya menilai jika perbuatan terdakwa dalam perkara ini terbukti secara sah bersalah melanggar Pasal 340 KUHP Jo Pasal 55 KUHP tentang tindak pidana pembunuhan berencana.

“Oleh karena itu, kami Majelis Hakim mengadili terdakwa Akbar Al Farizi terbukti secara sah melakukan tindak pidana pembunuhan turut serta dengan berencana, dan menjatuhkan pidana kepada terdakwa dengan hukuman pidana mati. Kemudian menetapkan terdakwa tetap dalam tahanan, memusnahkan barang bukti dalam perkara ini, serta mebebankan biaya perkara kepada terdakwa sebesar Rp 5 ribu rupiah,” tegas Hakim.

Diungkapkannya, vonis yang dijatuhkan pihaknya sama dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Sumsel, M Purnama yang dalam persidangan sebelumnya juga menuntut terdakwa dengan hukuman pidana mati.

“Dalam putusan hukuman yang dijatuhkan kepada terdakwa tidak ada hal-hal yang meringankan. Sedangkan untuk hal-hal yang memberatkan, diantaranya pembunuhan sadis terhadap korban yang merupakan tulung punggung keluarga murapakan ide dari terdakwa Akbar Al Farizi, selain itu terdakwa juga mengajak anak laki-laki di bawah umur berusia 17 tahun untuk ikut serta membunuh korban,” terangnya.

Baca Juga :   Jaksa Siapkan Tuntutan 4 Terdakwa Dugaan Korupsi Tugu

Lebih jauh dikatakan Hakim, selain mengajak anak di bawah umur terdakwa juga yang mengajak dua terdakwa lainnya yang kini sudah menjadi terpidana usai divonis pidana mati, yakni pelaku Acundra (21) dan Riduan (42).

“Pada persidangan yang telah digelar juga terungkap jika aksi perampokan disertai pembunuhan korban yang bertujuan untuk merampas mobil milik korban telah direncanakan para pelaku sesuai ide dari terdakwa Akbar Al Farizi,” ungkapnya.

Menurut Hakim, bukan hanya itu terungkap juga dari persidangan dan dakwaan serta tunututan Jaksa Penutut Umum jika pembunuhan korban terjadi saat korban yang merupakan driver taksi online menerima orderan para pelaku, sehingga ketika itu korban menjemput terdakwa Akbar Al Farizi, pelaku Acundra, Riduan dan pelaku anak laki-laki di bawah umur di kawasan Km 5 Palembang.

“Usai menjemput, para pelaku kemudian naik ke mobil korban lalu korban mengendarai mobil tersebut menuju tujuan pesanan orderan taksi online, yakni ke kawasan arah bandara. Setibanya di lokasi kejadian, pelaku Acundra, Riduan dan pelaku anak di bawah umur membunuh korban di dalam mobil tersebut sesuai arahan dari terdakwa Akbar Al Farizi,” terangnya.

Setelah korban tewas lanjut Hakim, para pelaku membawa mobil korban ke arah Muaratara dan di perjalanan jenazah korban di buang di kawasan perkebunan, lalu terdakwa bersama tiga pelaku lainnya membawa kabur mobil korban.

Baca Juga :   Demi Cinta dengan Pacarnya yang Berondong, Baby Sister Curi Emas Majikan

“Terkait putusan vonis pidana mati ini, terdakwa Akbar Al Farizi memiliki hak untuk melakukan banding, pikir-pikir atau menyatakan banding. Silahkan terdakwa berkoordinas dengan kuasa hukum,” tanya hakim kepada terdakwa dan kuasa hukum.

Di persidangan, terdakwa Akbar Al Farizi menyatakan pikir-pikir.

“Saya pikir-pikir atas vonis tersebut Yang Mulia Majelis Hakim,” ujar terdakwa.

Seusai mendengar jawaban terdakwa, Ketua Majelis Hakim, Efrata Hepi Tarigan SH MH menutup persidangan dengan mengetukan palunya.

Diberitakan sebelumnya, dalam perkara ini korban Sofyan (47), warga Jalan Sukawinatan Lorong Asoka Palembang dirampok dan dibunuh para pelaku pada November 2018 lalu.

Dalam kasus ini tiga pelaku lainnya sebelumnya telah divonis Hakim Pengadilan Negeri Kelas I A Palembang, dan kini ketiganya sudah menjadi terpidana. Adapun tiga pelaku tersebut, yakni; pelaku Acundra dan Riduan, yang masing-masing sudah divonis hukuman pidana mati. Sedangkan pelaku anak laki-laki di bawah umur divonis Hakim dengan hukuman pidana 10 tahun penjara. (ded)

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Kejati Siap Terima Limpahan Korupsi Hibah Sumsel 2013

Palembang, KoranSN Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumsel siap menerima pelimpahan penanganan kasus korupsi hibah dan Bansos …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.