Home / Gema Sriwijaya / Akibat PSG Tidak Cair, SMAN 1 Talang Ubi Pinta Sumbangan ke Wali Murid

Akibat PSG Tidak Cair, SMAN 1 Talang Ubi Pinta Sumbangan ke Wali Murid

Ferdian Andreas. (foto-dok/anasrul/koransn.com)

PALI, KoranSN

Terkait adanya keluhan sejumlah wali murid tentang pungutan uang komite di SMA Negeri 1 Talang Ubi beberapa waktu lalu sebesar Rp 85.000,00 per bulan yang dimulai sejak bulan Juli 2017 membuat Kepala SMA Negeri 1 Talang Ubi, Jainul Abidin angkat bicara.

Dijumpai di kantornya, Jainul Abidin mengaku bahwa itu merupakan bukan uang komite yang sifatnya harus dibayar setiap bulan.

Akan tetapi, dia mengklaim bahwa itu merupakan sumbangan wali murid terhadap Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di SMA Negeri 1 Talang Ubi. Setelah itu, ia juga mengatakan, bahwa sumbangan itu hanya dari bulan Juli hingga Desember 2017.

“Kami juga melakukan hal itu dikarenakan dana Program Sekolah Gratis (PSG) sejak bulan April 2017 hingga detik ini belum cair. Dimana PSG tersebut seyogyanya diperuntukkan bagi honor guru honor. Sehingga, kalau nantinya dana PSG ini cair di kemudian hari, sumbangan wali murid tadi akan dikembalikan,” ungkapnya, Kamis (11/1/2018).

Pihaknya juga sudah beberapa kali berkonsultasi dan audiensi dengan instansi terkait di Kabupaten PALI.

“Sudah beberapa kali mengadakan rapat antara Dewan Pendidikan Kabupaten PALI, Dinas Pendidikan Kabupaten PALI serta komite-komite dan kepala-kepala sekolah yang ada di lingkungan Kabupaten PALI. Kemudian hadirlah solusi berupa sumbangan sebesar Rp 85.000,00 per bulan dari bulan Juli sampai dengan Desember 2017. Setelah itu, pihak sekolah bersama komite mengadakan pertemuan dengan wali murid. Makanya dihasilkan kesepakatan itu,” jelas Jainul.

Ia juga mengungkapkan bahwa adanya sumbangan itu sudah dilindungi Peraturan Menteri .
Selain itu ia juga mengatakan, penarikan iuran sekolah itu juga sifatnya tidak memaksa harus dibayar dalam satu waktu.

“Pembayar itu dimulai bulan Oktober 2017 sampai Juni 2018. Kalau ada yang mampu bayarnya Rp 10.000,00 ya silahkan. Kalau juga ada yang memang wali muridnya tidak mampu, akan disertakan surat keterangan tidak mampu. Sehingga akan ada kemudahan dan ikut Program Indonesia Pintar,” tutupnya.

Terpisah, Wakil Bupati PALI, Ferdian Andreas Lacony mengatakan bahwa pihak sekolah harus bisa membuat klasifikasi. Sehingga kalau ada wali murid yang tidak mampu maka bisa diikutkan mendapatkan program Kartu Indonesia Pintar (KIP).

“Supaya bisa mendapatkan solusi yang bijak ke masyarakat, jangan masyarakat yang tidak mampu juga dipaksa untuk bayar. Kemudian, permasalahan belum dibayarnya gaji guru honor, harus juga diselesaikan dahulu. Sehingga diharapkan bisa menyelesaikan masalah tersebut,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan bahwa wali murid mengeluhkan pihak SMA Negeri 1 Talang Ubi yang kembali menarik iuran sekolah sebesar Rp 85.000,00 per bulan. Hal itu ditengarai untuk membayar gaji guru honor yang belum dibayar sejak bulan Juli 2017. (ans)

Publisher : Imam Ndn

Lihat Juga

Ratusan Petugas Pemuktahiran Data Pemilih Diturunkan di Lubuklinggau

Lubuklinggau, KoranSN Ketua KPUD Kota Lubuklinggau, Efriadi Suhendri melalui Devisi Teknis, Efrizal mengatakan, guna mensukseskan ...

error: Content is protected !!