Minggu , Februari 17 2019
Home / Lacak / Akibat Sengketa Lahan Sawit, Security PT Lonsum di Lahat Tewas Dianiaya

Akibat Sengketa Lahan Sawit, Security PT Lonsum di Lahat Tewas Dianiaya

Suasana penangkapan tersangka di lokasi kejadian. (foto-robby/koransn/ist)

Lahat, KoranSN

Akibat sengketa lahan Kebun Kelapa Sawit, seorang Security PT Lonsum, Ristal Alam (28) tewas usai dianiaya dengan senjata tajam.

Kejadian yang menewaskan korban ini terjadi, Jumat (21/9/2018) pukul 11.30 WIB di area perkebunan PT Lonsum Blok 63 Kebun Kencana Sari Desa Suka Makmur SP III Kecamatan Gumay Talang Kabupaten Lahat.

Usai kejadian, jenazah korban dibawa ke ruang jenazah RSUD Lahat. Sementara pihak kepolisian mengamankan tiga tersangka.

Indah, adik kandung korban saat ditemui di RSUD Lahat mengungkapkan jika korban baru dua hari bertugas di PT Lonsum Lahat. Sebab sebelumnya almarhum tinggal di Lubuk Linggau.

“Karena ada bentrok warga di lokasi makanya dia ditugaskan ke Lahat dari tanggal 20 September kemarin. Almarhum meninggalkan satu istri dan anak laki laki yang masih bayi berusia 2 bulan,” katanya.

Atas kejadian yang menewaskan korban, pihak keluarga meminta agar pelaku ditangkap dan diberikan hukuman yang berat.

Sementara Kapolres Lahat, AKBP Robby SIK dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut dan kini polisi telah mengamankan tiga pelaku.

Baca Juga :   Palsukan Identitas Koko Ditangkap Polisi

Diketahui sebelumnya Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Kabupaten Lahat membacakan SK Bupati Lahat, yang membuka portal lahan seluas 303 hektar oleh warga di Desa Suka Makmur. Dengan demikian, lahan berupa perkebunan kelapa sawit itu kini kembali dikelola PT Lonsum. Selanjutnya, pihak perusahaan melakukan pemanenan di kebum tersebut.

“Kompensasi telah diberikan, tentu warga eks transmigrasi SP III Desa Suka Makmur tidak akan menuntut lagi lahan usaha II kepada PT Lonsum dan Pemkab Lahat,” tegas Ketua Tim Identifikasi dan Verifikasi Penanganan Sengketa Tanah Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (PR-KPP) Kabupaten Lahat, Nazarudin Effendi.

Menurutnya, SK Bupati Lahat nomor 196/KEP/III/2012 tentang penyelesaian permasalahan lahan usaha II warga eks transmigrasi SP III BM V/B Desa Suka Makmur Kecamatan Gumay Talang, sebenarnya telah diselesaikan.
Perkebunan itu telah dikuasai masyarakat sejak tahun 2012 yang lalu. Kemudian, ada penyelesaian namun muncul kembali permasalahan di tahun 2014, masyarakat kembali mengklaim lahan itu milik mereka.

Baca Juga :   Selidiki LRT Mogok, Kapolda: Tak Ada Masalah, Ini Uji Coba & 95 Persen Kereta Produk Indonesia

“Jika ada permasalahan, silahkan masyarakat bernegosiasi dengan membawa bukti-bukti terkait klaim lahan yang ada dan menyelesaikan secara hukum. Kita bacakan SK Bupati Lahat ini sesuai aturan” jelasnya.

Hanya saja, masyarakat Desa Suka Makmur tetap tidak terima pembukaan portal lahan, yang memperolehkan PT Lonsum panen tandan buah segar kelapa sawit.

“Apa yang dilakukan Pemkab Lahat, PT Lonsum termasuk Polres Lahat, sudah melanggar kesempatan mediasi. Kami minta hentikan panen ini. Semua harus jelas dulu, tunjukkan mana lahan eks transmigrasi,” tegas Risansi, Kades Suka Makmur.

Sedangkan Lawyer PT PP Lonsum Tbk, Agus Effendi menegaskan, tidak akan membuka pintu mediasi.

“Kita siap menunggu mereka (warga) ke ranah hukum. Semua proses penyelesaian terhadap warga telah dilakukan pihak perusahaan. Ini memang hak PT Lonsum yang telah dikuasai warga sejak lama,” katanya. (rob)

Hotel Grand Inna Palembang Kejaksaan Tinggi Provinsi Sumatera Selatan Wujudkan Milenial Cinta Tertib Lalu Lintas Berkeselamatan Menuju Indonesia Gemilang

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

ATM Minimarket Padang Selasa IB I Palembang Dibobol

Palembang, KoranSN Masin ATM di salah satu minimarket di Jalan Padang Selasa Kelurahan Bukit Lama ...